Meningkatkan Fasilitas Akomodasi Objek Wisata Pantai Gamat Melalui Desain Masterplan Penataan
Kata Kunci:
Desain Jetty, Desain Waterfront, Desain Kafe dan Beach Bar, Masterplan PenataanAbstrak
Objek wisata Pulau Nusa Penida memiliki karakteristik alam pantai dan perbukitan yang eksotik. Potensi tersebut tersebar secara merata di bagian utara pesisir pantai dan bagian selatan Nusa Penida. belum tersedianya fasilitas penunjang wisata berdampak pada kenyamanan dan aksesibilitas yang tidak optimal menuju objek wisata tersebut. Gambaran tersebut terlihat helas pada objek wisata Pantai Gamat yang berada di bagian barat pesisir pantai Nusa Penida. Pantai Gamat merupakan salah satu spot penyelaman di Nusa Penida yang memiliki potensi keindahan terumbu karang dan ikan sebagai daya tarik wisata di pantai tersebut. Saat ini, wisatawan memiliki akses menuju Pantai Gamat melalui jalur laut dan untuk mengakses pantai belum tersedia fasilitas atau infrastruktur penunjangnya. Oleh karena itu, sangat sulit wisatawan untuk menikmati keindahan Pantai Gamat secara optimal. Di samping itu juga, Pantai Gamat mulai terkikis oleh ombak pantai dan hal tersebut dikawatirkan menghilangkan garis pantai dengan pasir pantai. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan gambar masterplan penataan fasilitas objek wisata Pantai Gamat dalam upaya untuk menunjang kegiatan wisatawan di objek wisata tersebut. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemetaan, konsepsual, induksi (rancangan), dan focus group discussion. Hasil kegiatan pengabdian ini berupa gambar desain masterplan penataan obajek wisata Pantai Gamat.
Referensi
Cater, C., & Cater, E. (2015). Ecotourism. In International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (pp. 105–109). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-097086-8.91071-7
Cobbinah, P. B. (2015). Contextualising the meaning of ecotourism. Tourism Management Perspectives, 16, 179–189. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.07.015
Fennell, D. (2008). Ecotourism: Third edition. In Third Edition. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203939581
Latif, R. A., Zubir, A. Y., Asbollah, A. Z., & Som, E. M. (2019). Development of wellness-village tourism: An exploratory study of a small town. Nternational Journal of Innovation, Creativity and Change, 6(3), 417–432.
Manandhar, R., Kim, J.-H., & Kim, J.-T. (2019). Environmental, social and economic sustainability of bamboo and bamboo-based construction materials in buildings. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 18(2), 49–59. https://doi.org/10.1080/13467581.2019.1595629
Masjhoer, J. M., Wibowo, D., Sadida, B. Q., & Ogista, I. T. (2017). Penyusunan Buku Panduan Praktik Wisata Yang Bertanggung Jawab Dalam Pendakian Gunung. 11(3).
Maynard, D. da C., Vidigal, M. D., Farage, P., Zandonadi, R. P., Nakano, E. Y., & Botelho, R. B. A. (2020). Environmental, Social and Economic Sustainability Indicators Applied to Food Services: A Systematic Review. Sustainability, 12(5). https://doi.org/10.3390/su12051804
Sørensen, F., & Grindsted, T. S. (2021). Sustainability approaches and nature tourism development. Annals of Tourism Research, 91. https://doi.org/10.1016/j.annals.2021.103307
Wijaya, I. K. M. (2020). Implementation of Community-Based Ecotourism Concept in Paksebali Tourism Village , Bali Indonesia. Solid State Technology, 63(5).
Wijaya, I. K. M. (2021). Local and sustainable potential approaches in the design of a master plan architecture: Case study of paksebali tourism village development, indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 36(2), 571–579. https://doi.org/10.30892/GTG.362SPL03-685
