Perencanaan Infrastruktur Air Bersih dalam Mewujudkan Pilar Pembangunan Lingkungan Desa Pengejaran
Keywords:
infrastruktur air bersih, infrastruktur jalan, perencanaan, penataanAbstract
Desa Pengejaran memiliki potensi alam berupa hutan dan sumber air bersih yang berlimpah. Sumber mata air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk pertanian. Lokasi sumber mata air berada pada elevasi yang rendah dengan permukiman, masyarakat memanfaatkan sumber mata air dengan metode hidran (pelontar dan gravitasi) namun debit air yang sampai ke permukiman tidak maksimal untuk kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa pompa air dan reservoir, akan tetapi dalam jangka waktu yang pendek mesin pompa mengalami kerusakan dan hal tersebut menyebabkan masyarakat kembali menggunakan metode lama. Di samping itu juga, akses jalan menuju sumber mata air tidak efektif karena kondisi masih berupa jalan tanpa pekerasan dan belum ada rekayasa kontur dalam akses jalan. Tujuan kegiatan ini untuk merencanakan kembali infrastruktur jariangan air bersih dan perencanaan jalan menuju sumber mata air. Metode yang dipergunakan adalah sosialisasi, identifikasi, penerapan, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini dalam bentuk desain penataan infrastruktur jariangan air bersih dan akses jalan menuju sumber mata air.
References
Cobbinah, P. B. (2015). Contextualising the meaning of ecotourism. Tourism Management Perspectives, 16, 179–189. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.07.015
Fennell, D. (2008). Ecotourism: Third edition. In Third Edition. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203939581
Latif, R. A., Zubir, A. Y., Asbollah, A. Z., & Som, E. M. (2019). Development of wellness-village tourism: An exploratory study of a small town. Nternational Journal of Innovation, Creativity and Change, 6(3), 417–432.
Manandhar, R., Kim, J.-H., & Kim, J.-T. (2019). Environmental, social and economic sustainability of bamboo and bamboo-based construction materials in buildings. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 18(2), 49–59. https://doi.org/10.1080/13467581.2019.1595629
Masjhoer, J. M., Wibowo, D., Sadida, B. Q., & Ogista, I. T. (2017). Penyusunan Buku Panduan Praktik Wisata Yang Bertanggung Jawab Dalam Pendakian Gunung. 11(3).
Maynard, D. da C., Vidigal, M. D., Farage, P., Zandonadi, R. P., Nakano, E. Y., & Botelho, R. B. A. (2020). Environmental, Social and Economic Sustainability Indicators Applied to Food Services: A Systematic Review. Sustainability, 12(5). https://doi.org/10.3390/su12051804
Sørensen, F., & Grindsted, T. S. (2021). Sustainability approaches and nature tourism development. Annals of Tourism Research, 91. https://doi.org/10.1016/j.annals.2021.103307
Wijaya, I. K. M. (2020). Implementation of Community-Based Ecotourism Concept in Paksebali Tourism Village , Bali Indonesia. Solid State Technology, 63(5).
Wijaya, I. K. M. (2021). Local and sustainable potential approaches in the design of a master plan architecture: Case study of paksebali tourism village development, indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 36(2), 571–579. https://doi.org/10.30892/GTG.362SPL03-685
