Desain Peremanjaan Fasilitas Tempat Parkir Objek Wisata Pantai Lebih dalam Upaya Meningkatkan Hospitality Pengunjung
Kata Kunci:
desain jariangan utilitas, desain tata vegetasi, desain tata zonasi, master plan penataanAbstrak
Pantai lebih memiliki daya tarik sebagai objek wisata transit dan kuliner. Pengunjung yang melakukan perjalanan dari Denpasar ke Gianyar maupun Klungkung beristirahat di Pantai Lebih sambil menikmati kuliner laut. Kuliner Pantai Lebih bermula dari hasil tanggapan para nelayan di Pantai Lebih yang dijual di pinggir pantai. Di samping itu juga, Pantai Lebih sebagai tempat untuk melaksanakan melasti masyarakat Desa Lebih. Pantai Lebih berkebang menjadi kawasan transit dan kuliner berdampak pada fasilitas tempat parkir yang belum memadai dalam jumlah dan kualitas tempat parkir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan desain master plan penataan tempat parkir yang mewadahi kebutuhan jumlah kendaran, penataan jenis kendaraan, dan kualitas kenyamanan pengunjung yang memarkir kendaraan di Pantai Lebih. Metode kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu metode pemetaan permasalahan, konsepsual desain usulan, induksi berupa gambar master plan penataan, dan focus group discussion dengan masyarakat/pengelola objek wisata Pantai Lebih. Hasil kegiatan ini berupa master plan peremajaan fasilitas tempat parkir pada tata zonasi, perencanaan pohon perindang, jariangan utilitas drainase dan penerangan, dan tempat istirahat driver
Referensi
Buckley, R. C. (2007). Sustainable Tourism: Theory and Practice. 34(269–270).
Hermawan, H., Brahmanto, E., & Hamzah, F. (2018). Pengantar Manajemen Hospitality. PT. Nasya Expanding Manajemen.
Jaya, I. M. D., Muliawan, I. W., & Aryastana, P. (2023). Model Penataan Ruang Parkir yang Efektif untuk Pasar Tradisional Pujung Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil Dan Teknik Informasi, 6(2), 135–146. https://doi.org/10.38043/telsinas.v6i2.4520
Kennedy, P. S. J. (2024). Hospitality?: Sejarah dan Perkembangannya dalam Manajemen Pariwisata. Ikraith-Humaniora, 8(2), 78–97.
Malik, I. (2014). Saluran Dan Trotoar Sebagai Elemen Drainase Estetika Koridor Jalan. Jurnal Arsitektur, 4(2), 32–38.
Mihalic, T. (2016). Sustainable-responsible tourism discourse – Towards ‘responsustable’ tourism. Journal of Cleaner Production, 111, 461–470. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2014.12.062
Neufert, E. (2003). Data Arsitek Jilid 2. In Erlangga.
Nilawati, N. K. U., & Dharsika, I. G. E. (2021). Penerapan Paving Block Sebagai Perkerasan Jalan Pada Area Nursery Tanaman. Jurnal Ilmiah Vastuwidya, 4(1), 59–64. https://doi.org/10.47532/jiv.v4i1.252
Novrianti, N. (2017). Pengaruh Drainase Terhadap Lingkungan Jalan Mendawai dan sekitar Pasar Kahayan. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 31–36. https://doi.org/10.33084/mitl.v2i1.130
Nurjanah, I., Putri, Y., & Hermawan, H. (2021). Peran General Store Section dalam Mendukung Mutu Pelayanan Usaha Hotel. Media Wisata, 17(1). https://doi.org/10.36276/mws.v17i1.148
Sari, V. R., & Hidayah, R. (2018). Kajian Vegetasi Pada Area Parkir Kampus. ECOTROPHIC?: Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 12(2), 125. https://doi.org/10.24843/ejes.2018.v12.i02.p03
Soejono. (1996). Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. In Departemen Perhubungan Direktur Jenderal Perhubungan Darat. https://doi.org/10.36040/jati.v5i1.3281
Sugiama, A. G., Oktavia, H. C., & Karlina, M. (2022). The Effect of Tourism Infrastructure Asset Quality on Tourist Satisfaction: A Case on Forest Tourism in Tasikmalaya Regency. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 6(1), 65–71.
Wijaya, I. K. M. (2021). Local and sustainable potential approaches in the design of a master plan architecture: Case study of paksebali tourism village development, indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 36(2), 571–579. https://doi.org/10.30892/GTG.362SPL03-685
