PKM Pelatihan Pembuatan Biopori, Penataaan Lingkungan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli

Authors

  • Anak Agung Gede Indraningrat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia
  • Made Dharmesti Wijaya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia
  • Anak Agung Dewi Megawati Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/csj.7.2.2025.157-164

Keywords:

PKM, biopori, pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA)

Abstract

Mitra pada kegiatan PKM ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Kegiatan PKM akan difokuskan untuk memecahkan permasalahan mitra di bidang kesehatan lingkungan dan pertanian. Hasil diskusi awal dengan perwakilan mitra yaitu kepala sekolah SDN 3 Batur menunjukkan bahwa mitra memerlukan pelatihan dan fasilitas pembuatan biopori untuk meningkatkan resapan air saat terjadi hujan dengan debit air yang tinggi. Pada aspek perkebunan, mitra ingin menata taman dan kebun yang ada di SDN 3 Batur, khususnya untuk meningkatkan keasrian kebun sekolah dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam membuat biopori dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Selain itu pembekalan materi, tim pengabdi akan memfasilitasi mitra dengan memberikan bantuan langsung yang dibutuhkan mitra berupa bor biopori, pipa paralon biopori, composting bag, tanaman obat dan tanaman hias. Setelah menjalankan PKM diharapkan civitas SDN 3 Batur mampu memahami konsep biopori dan manfaatnya bagi lingkungan. Siswa dan guru juga diharapkan mampu membuat biopori dengan baik dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah mampu secara mandiri membuat lubang biopori, mengolah sampah kompos secara kolektif di lingkungan sekolah, menanam TOGA dan mempercantik taman sekolah dengan tanaman hias.

References

Indraningrat, A. A. G., Wijaya, M. D., & Idawati, I. A. A. (2024). PKM penyuluhan kesehatan reproduksi, perilaku bersih dan sehat (PHBS) dan gerakan menabung pada guru dan siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Community Service Journal (CSJ), 6(2). https://doi.org/10.22225/csj.6.2.2024.101-106

Marwanto, A., & Mualim, M. (2021). Pemanfaatan lubang biopori sebagai resapan air hujan dan kompos alami di wilayah Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 3(1), 30–38. https://doi.org/10.30644/jphi.v3i1.511

Meinarni, N. P. S., Winatha, R., Yasa, I., & Semara, A. (2019). PKM sosialisasi pemanfaatan sampah organik di SD Negeri 1 Perean Kangin, Baturiti, Tabanan, Bali. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2).

Rakian, T. C., Nuraida, W., Arini, R., Awaluddin, A., Muhidin, M., Sutariati, G. A. K., et al. (2022). PKM budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) dan pengolahannya untuk meningkatkan imun tubuh di masa pandemi. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 410–415.

Siahaan, I. H., Jonoadji, N., & Sugondo, A. (2023). PkM melalui pemanfaatan mesin kompos organik di Kampung Herbal untuk optimalisasi kinerja hasil proses perajangan bahan sampah organik. Surya Abdimas, 7(1), 114–122. https://doi.org/10.37729/abdimas.v7i1.2518

Downloads

Published

2025-06-04

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)