Jumlah Profil Pasien dengan Gaster Perforasi di RSUD Tabanan Tahun 2021-2022
-
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmj.10.2.9550.70-74Kata Kunci:
Gastric perforation, risk factors, clinical profile, complications, mortalityAbstrak
Abstrak
Perforasi gaster adalah keadaan darurat yang memerlukan tindakan operasi segera dengan angka kematian tinggi. Perforasi merupakan komplikasi serius dari ulkus peptikum. Prevalensi perforasi pada pasien ulkus peptikum sekitar 5%, dimana proporsi mortalitas dilaporkan 20-50% di beberapa penelitian berbasis populasi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran demografi pasien, karakteristik, faktor resiko, kondisi sebelum masuk rumah sakit, kondisi saat operasi dan setelah operasi. Penelitian cross-sectional retrospektif dilakukan di RSUD Tabanan pada tahun 2023 dengan menggunakan rekam medis pasien sebagai sumber data.
Diperoleh 17 penderita gaster perforasi. Usia terbanyak adalah usia 51-70 tahun (47.1%) dan diatas 70 tahun (47.1%). Jenis kelamin perempuan lebih sering mengalami gaster perforasi dibanding laki-laki (11:6). Tingkat pendidikan, pasien yang mengalami gaster perforasi paling banyak ada pada golongan tidak sekolah (52.9%), sedangkan untuk pekerjaan, gaster perforasi paling banyak terjadi pada golongan tidak bekerja (52.9%). Dari 17 orang, 10 diantaranya memiliki riwayat penggunaan NSAID sebelumnya (58.8%). Pasien kebanyakan tiba di RS 6-12 jam setelah gejala muncul (47.1%). Ada 4 orang (23.5%) yang datang dalam keadaan syok, ada 13 orang pasien (76.5%) yang datang dengan kondisi sesak, serta 2 orang (11.8%) datang dalam keadaan kesadaran menurun. Sembilan orang (52.9%) datang dengan kondisi AKI, 15 orang (88.2%) datang dengan NLR yang tinggi, serta 7 orang (41.2%) datang dengan Hb dibawah 10 mg/dl pada pemeriksaan laboratorium awal. Enam belas pasien (94.1%) mengalami kondisi hipoalbumin pasca pembedahan, 6 diantara 17 pasien (35.3%) mengalami sepsis dalam perawatan, 4 orang (23.5%) mengalami pneumonia, serta 5 orang (29.4%) akhirnya meninggal saat perawatan.
Kata Kunci: Gaster perforasi, peritonitis, profil penderita
Referensi
1. Vaswani U, Bhamre S. A Clinical Study of Peptic Ulcer Perforation. Journal of Medical Sciences. 2018 January-June;5(1):1-4.
2. Koto K, Asrul, Muradi A. Characteristic of gastric perforation type and the histopathology at Haji Adam Malik general hospital Medan-Indonesia. Bali Medical Journal. 2016;5(1)166-168.
3. Chalya P, Mabula J, Koy M. Clinical profile and outcome of surgical treatment of perforated peptic ulcers in Northwestern Tanzania: A tertiary hospital experience. World Journal of Emergency Surgery. 2011;6.
4. Leeman M, Skouras C, Paterson-Brown S. The management of perforated gastric ulcers. International Journal of Surgery. 2013;11:322-324.
5. Herry, DG. Perbandingan validitas skor Pompp, Boey, dan Pulp sebagai predictor mortalitas pada pasien ulkus peptikum perforasi di RSUP Sanglah Denpasar. 2022; 7-31.
6. Chung, KT. Perforated peptic ulcer-an update. 2017; 9(1):1-12.
7. Bertleff MJ, Lange JF. Perforated peptic ulcer disease:A review of history and treatment. 2010;27:161-169.
8. Weledji EP. An overview of gastroduodenal perforation. 2020;7:1-8.
9. Sayuti M. Profil perforasi gaster di rumah sakit umum cut meutia aceh utara periode januari 2017-desember 2018. 2020;3:1-5.
10. Wiargitha K. Hubungan rasio neutrophil limfosit dalam memprediksi mortalitas pada pasien peritonitis yang dioperasi di RSUP Sanglah Denpasar. 2017;32-37.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 I Putu Gosen Partama, dr. Made Kurniawan, AS. Sp.B, dr. IGN Sumantri, Sp. B, dr. Anak Agung Gede Indraningrat, S. Si, M. Sc

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



