Analisis Persediaan Bahan Baku Untuk Efektivitas dan Efesiensi Biaya Persediaan Bahan Baku Terhadap Kelancaran Proses Produksi pada Usaha Industri Tempe Murnisingaraja di Kabupaten Badung

  • Ida Ayu Chintia Cahyani Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa
  • I Made Pulawan Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa
  • Ni Made Santini Fakultas Ekonomi Univertsitas Warmadewa
Keywords: Economic Order Quantity(EOQ), Safety Stock(SS), Re-Order Point(ROP), Maximum Inventory(MI), Total Inventory Cost(TIC)

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk menghitung dan menganalisis jumlah persediaan pengaman (Safety Stock) yang dibutuhkan oleh Usaha Pembuatan Tempe Murni Singaraja di Kabupaten Badung. Untuk menghitungdan menganalisis waktu pemesanan kembali (Reoder point) persediaan Usaha Pembuatan Tempe Murni Singaraja di Kabupaten Badung. Untuk menghitung dan menganalisi persediaan maximum (maximum inventory) pada Usaha Tempe Murni Singaraja. Untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan oleh usaha Tempe Murni Singaraja di Kabupaten Badung sebelum dan sesudah dilakukan pengawasan persediaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitaif. Dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi ke perusahaan, wawancara ke narasumber, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku kedelai perusahaan masih belum optimal, karena perusahaan masih mengalami ketidakteraturan persediaan bahan baku. Dengan menggunakan metode EOQ jumlah pembelian rata-rata bahan baku yang ekonomis (EOQ) yaitu sebesar 1.996 kg per sekali pesan dengan frekuensi 21 kali pemesanan dalam satu tahun sedangkan dengan metode perusahaan jumlah pembelian yaitu rata-rata 840,81 kg per sekali pesan dengan frekuensi pembelian sebanyak 48 kali dalam setahun, hal ini akan menimbulkan terjadinya pemboroskan biaya pemesanan.Total biaya persediaan (TIC) yang dikeluarkan oleh Usaha Tempe Murni Singaraja Tahun 2017 sebelum diadakannya pengawasan persediaan bahan baku per sekali pesan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.497.963, Sedangkan dengan adanya pengendalian persediaan dengan menggunakan metode EOQ,per sekali pemesanan menghabiskan biaya pengendalian sebesar Rp. 1.033.114.Hasil analisis dengan metode EOQ menghasilkan penghematan biaya pemesanan sebesar Rp.464.26

References

Ahmad, G. N. (2018). Manajemen Operasi (Pertama). Jakarta: Bumi Aksara.

Gitosudarmo, H. I. (2014). Manajemen Operasi. Yogyakarta: BPFE.

Harjito, A., & Martono. (2011). Manajemen Keuangan (Kedua). Yogyakarta: Ekonisia.

Herawati, H., & Mulyani, D. (2016). Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan Proses Produksi Terhadap Kualitas Produk pada Ud. Tahu Rosydi Puspan Maron Probolinggo. Prosiding Seminar Nasional, 463–482. Retrieved from http://jurnal.unej.ac.id/index.php/prosiding/article/download/3677/2867

Jay, H., & Barry, R. (2015). Manajemen Operasi: Keberlangsungan dan Rantai Pasokan, Edisi sebelas. Diterjemahkan oleh: Hirson Kurnia, Ratna Saraswati, David Wijaya. Jakarta: Salemba Empat.

Setiawati, F. (2014). Analisis Pengendalian Proses Produksi untuk Meningkatkatkan Kualitas Produk pada Perusahaan Pt. Batik dan Liris Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Published
2019-08-27
Section
Articles
Abstract viewed = 3690 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 6483 times