Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Pelabuhan Laut Melalui Extending Tradition di Toya Pakeh, Nusa Penida

Indonesia

Authors

  • Ni Putu Mei Lestari Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • I Wayan Widanan Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • I Wayan Parwata Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12292.43-52

Keywords:

Pengembangan, Pelabuhan , Extending Tradition

Abstract

Banjar Nyuh, Desa Ped yang menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pelabuhan laut Toya Pakeh, Nusa Penida yang terletak di Banjar Nyuh menjadi salah satu titik penting bagi konektivitas antara Pulau Nusa Penida dan wilayah sekitarnya, termasuk Bali. Dengan peningkatan jumlah penumpang pelabuhan menimbulkan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang memadai, terutama pelabuhan laut yang mampu mengakomodasi arus perjalanan dengan baik. Berbeda halnya dengan kondisi eksisting memprihatinkan yang dimiliki Pelabuhan Toya Pakeh ini menimbulkan berbagai hambatan operasional pelabuhan. Selain itu, Nusa Penida memiliki warisan tradisi budaya lokal yang saat ini mulai ditinggalkan karena ketiadaan wadah khusus dalam mempromosikan warisan budaya lokal ini. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merencanakan dan merancang pengembangan Pelabuhan Laut Toya Pakeh di Banjar Nyuh yang mampu menjadi sarana transportasi yang nyaman dan layak bagi para pengguna dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna pelabuhan melalui penyediaan fasilitas – fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi permasalahan melalui pengumpulan, penyajian dan analisis data. Hasil penelitian dimaksudkan untuk memperoleh spesifikasi arsitektural dan gagasan / ide arsitektural dari Pengembangan Pelabuhan Toya Pakeh ini yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi yang nyaman, layak dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga sebagai representasi dan perpanjangan dari warisan budaya lokal melalui extending tradition promosi kain khas yang merupakan kreatifitas masyarakat lokal di Nusa Penida yang dituangkan dalam suatu desain.

References

Gadi, M.S. 2013. Terminal Pelabuhan Penumpang Waingapu Tema “Extending Tradition”. Skripsi Arsitektur Institut Teknologi Nasional.

Gubernur Bali. 2021. Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nusa Penida (Toya Pakeh).

Lutfiyah, R.A. et al. (July 2023). Konsep Extending Tradition Pada Fasilitas Kesenian Wayang Thengul di Bojonegoro. Sarga: Journal of Architecture And Urbanism 17 : 2 : 86 - 93.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 119 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 37 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut

Presiden Republik Indonesia. 2008. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Presiden Republik Indonesia. 2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan.

Presiden Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2001 Tentang Kepelabuhanan.

Triadtmodjo, B. 2010. Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta : Beta Offset Yogyakarta.

UPP Kelas II Nusa Penida. 2024. Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida Tentang Fasilitas dan Kapasitas Pelabuhan Nusa Penida (Toya Pakeh).

Published

2025-06-30

How to Cite

Lestari, N. P. M., Putri, N. P. R. P. A., Widanan, I. W., & Parwata, I. W. (2025). Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Pelabuhan Laut Melalui Extending Tradition di Toya Pakeh, Nusa Penida: Indonesia. Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 13(1), 43–52. https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12292.43-52