Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Peternakan Babi di Desa Kerta, Payangan

Bahasa Indonesia

Authors

  • I Wayan Esa Adhitya Putra Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • I Wayan Parwata Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • Nyoman Ratih Prabandari Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12212.122-132

Keywords:

Agrowisata , Peternakan Babi , Nature Farm , Biophilic

Abstract

Bali merupakan daerah yang kaya dengan kearifan flora dan fauna, salah satu hewan yang dekat dengan masyarakat bali adalah babi, dibali babi tidak hanya dikonsumsi namun juga banyak digunakan sebagai sarana upakara, daging babi kini menjadi salah satu komoditas bahan pangan yang dapat diekspor, Bali merupakan provinsi penghasil daging babi tertinggi di indonesia, warga di Desa Kerta sudah mulai melupakan sistem peternakan dan penggunaan pakan organik, dimana sebelumnya masyarakat di desa kerta memanfaatkan kotoran babi sebagai pupuk kandang yang selanjutnya diberikan pada tanaman pisang batu, lalu tanaman pisang batu tersebut dimanfaatkan daunnya oleh warga dan batang serta buahnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sistem ini mulai dilupakan karena munculnya jenis pakan babi yang lebih efisien dari segi waktu penggemukan babi, hal ini juga menjadi salah satu penyebab ditinggalkannya komoditas babi lokal bali sebagai hewan ternak di Desa Kerta, perencanaan dan perancangan agrowisata ini menggunakan pendekatan konsep Nature farm yang diimplementasikan dalam sistem utilitas, sirkulasi dan tata bangunan,untuk menjawab konsep nature farm tema rancangan biophilic dipilih karena memiliki tujuan yang sama dengan konsep nature farm, pada perancangan ini bangunan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona peternakan, zona perkebunan dan zona rekreasi, nantinya bangunan – bangunan akan di dikelompokkan kedalam 3 zona tersebut.

References

Adnyana, I. B. P. (2011). Sistem pertanian terintegrasi di Bali: Konsep Tri Hita Karana sebagai landasan ekologi budaya. Jurnal Kajian Bali, 1(1), 47-64.

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. 2022. Pedoman Rumah Pemotongan Hewan Babi (RPH-B). Jakarta : Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner

Gumelar S. Sastrayuda. 2010, Hand Out Mata Kuliah Concept Resort And Leisure, Strategi Pengembangan Dan Pengelolaan Resort Dan Leisure, Bandung. Universaitas Pendidikan Indonesia.

Rai, I. N., & Sutama, I. K. (2010). Teknologi pakan lokal untuk meningkatkan produktivitas ternak babi di Bali. Jurnal Peternakan Indonesia, 12(3), 213-220.

Siagian. 1999 dalam Sumardani. Ardika

I.N. 2016, Populasi Dan Performa Reproduksi Babi Bali Betina Di Kabupaten Karangasem Sebagai Plasma Nutfah Asli Bali, Denpasar : OJS Unud : Majalah Ilmiah Peternakan.

Windia, W., & Ratna, I. G. A. (2007). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam di Bali. Udayana University Press.

Published

2025-06-30

How to Cite

Putra, I. W. E. A., Parwata, I. W., Putri, N. P. R. P. A., & Prabandari, N. R. (2025). Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Peternakan Babi di Desa Kerta, Payangan: Bahasa Indonesia. Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 13(1), 122–132. https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12212.122-132