BATUKARU MOUNTAINEERING CENTER DAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI DESA WONGAYA GEDE

Bahasa Indonesia

Authors

  • I Kadek Yudha Wardana Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • I Kadek Merta Wijaya Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • Ni Wayan Nurwarsih Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa
  • Made Mas Surya Wiguna Program Studi Arsitektur, Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12196.88-96

Keywords:

Pariwisata , Ekologis , Pusat Informasi , Fasilitas Penunjang Wisata , Desa Wongaya Gede

Abstract

Pariwisata di Indonesia sudah sangat terkenal dengan adanya pulau Bali sebagai mahkota pariwisata Negara Indonesia. Pulau Bali memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Khususnya pada Kabupaten Tabanan, Kecamatan Penebel terdapat sebuah desa dengan potensi ekologis dan sosial-budaya nya dijadikan sebagai tempat berkunjung wisatawan mancanegara maupun nusantara. Namun, sayang jika potensi tersebut tidak didukung dengan fasilitas yg bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan para wisatawan. Beberapa kendala serta permasalahan yang ditemukan, dapat diatasi dengan perencanaan dan perancangan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang information center dan fasilitas penunjang wisata Batukaru di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sebagai pusat informasi dan promosi terpadu, serta akomodasi wisata yang mempermudah wisatawan menjelajahi desa sehingga objek perancangan ini akan memberikan impact besar bagi masyarakat sekitar dalam bidang pariwisata.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 8748:2019 tentang peningkatan pengelolaan pendakian gunung. Jakarta: BSN.

Pariwisata, P. M., Indonesia, R., Pengelolaan, P. O., Alokasi, D., Fisik, K., Pariwisata, B., Rahmat, D., Yang, T., Esa, M., Pariwisata, M., & Indonesia, R. (2018). Peraturan Meteri Pariwisata Republik Indonesia No. 3 Tahun 20018. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/169533/permenpar-no-3-tahun-2018

PUSFASTER. (2019). Peningkatan Pengelolaan Pendakian Gunung. 31. https://pusfaster.bsilhk.menlhk.go.id/wp-content/uploads/2022/08/Dokumen-Skema-Swadeklarasi-Pendakian-Gunung.pdf

Sabatini, G. S. (2020). PRINSIP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA TROPIKA BASAH. Wisata Edukasi Kebudayaan Jepang Di Semarang, 112–115.

Salura, P. (2010). Arsitektur vernakular dan transformasi budaya. ITENAS Press.

Szokolay, S. V. (2008). Introduction to architectural science: The basis of sustainable design (2nd ed.). Elsevier.

Yudhiantari, L. P. E. (2002). 2002MIL1737.pdf. EKOWISATA SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA WONGAYA GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN, BALI.

Published

2025-06-30

How to Cite

Wardana, I. K. Y., Wijaya, I. K. M., Nurwarsih, N. W., & Wiguna, M. M. S. (2025). BATUKARU MOUNTAINEERING CENTER DAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI DESA WONGAYA GEDE: Bahasa Indonesia. Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 13(1), 88–96. https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.12196.88-96