ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TAPAK GUNA FASILITAS SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL KOTA SURABAYA
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.22225/undagi.13.1.11881.9-16Keywords:
Seni Pertunjukan Tradisional, Pemilihan Tapak, Analisis Skoring, Fasilitas, SurabayaAbstract
Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan melalui penyediaan fasilitas yang representatif. Kota Surabaya, sebagai kota metropolitan dengan kekayaan budaya, membutuhkan fasilitas seni pertunjukan tradisional yang mampu mewadahi aktivitas budaya sekaligus memperkuat identitas lokal. Permasalahan utama dalam penilitian ini adalah bagaimana menentukan lokasi tapak yang paling sesuai untuk pembangunan fasilitas. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis skoring yaitu dengan membandingkan tiga alternatif tapak yang berlokasi di Kecamatan Bubutan, yakni, Jl. Bubutan, Jl. Johar, dan Jl. Pawiyatan. Setiap tapak dianalisis berdasarkan beberapa parameter seperti kedekatan dengan pusat kota, kemudahan akses transportasi, kondisi eksisting lingkungan, serta potensi integrasi dengan kegiatan sosial budaya masyarakat sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Bubutan memperoleh skor tertinggi (44/50) dan dianggap paling layak dijadikan lokasi fasilitas seni pertunjukan tradisional. Tapak ini unggul dalam aspek keterjangkauan, kedekatan dengan kawasan bersejarah, serta kemudahan akses dari berbagai arah. Dengan demikian, pemilihan lokasi tapak di Jl. Bubutan diharapkan dapat menjadi strategi awal yang tepat dalam perencanaan fasilitas seni pertunjukan yang mendukung pelestarian budaya tradisional di Kota Surabaya.
References
Seni Pertunjukan Tradisional
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright will be filled by the author if the manuscript has been received and ready to be published and the author will get a letter of acceptance and evaluation of the manuscript from the reviewer as proof of the manuscript has passed the peer-reviewer






