Pelatihan Pembuatan “Sajeng Tabuh” Hasil Fermentasi Ubi Jalar Untuk Meningkatkan Kemandirian Kearifan Lokal di Kelurahan Sesetan

  • I Wayan Suanda Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Abstract

Ketersediaan jenis umbi-umbian lokal seperti ubi jalar (Ipomoea batatas L.) di Indonesia termasuk Bali sangat melimpah, namun penggunaannya sebagian besar untuk tepung, makanan dan camilan serta minuman. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu tidak terlepas dari kegiatan Upacara keagamaan berupa Panca Yadnya, termasuk di dalamnya Upacara Bhuta Yadnya sebagai persembahan suci kepada para Bhuta Kala untuk menjaga keharmonisan alam semesta beserta penghuninya dengan menghaturkan banten sesaji dan perlengkapannya serta, arak berem petabuhan yang sering disebut “Sajeng Tabuh”. Sajeng Tabuh terdiri dari “Arak Tabuh” yaitu air tape yang berwarna putih merupakan hasil fermentasi ubi jalar madu yang dagingnya berwarna putih kekuningan dan “Berem Tabuh”, yaitu air tape bewarna merah tua hasil fermentasi ubi jalar ungu. Penggunaan Sajeng Tabuh sebagai sarana upacara, maka kebutuhan akan Sajeng Tabuh meningkat terus. Oleh karena itu perlu ada sentra-sentra produksi dalam bentuk industri rumah tangga (home industry) sebagai bentuk inovasi dan kreativitas masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan kearifan lokal serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sebagai konsep pembangunan berkelanjutan yang popular disebut “Green Economy”. Oleh karena itu dalam Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Mahasiswa dan Dosen IKIP PGRI Bali memberikan kegiatan salah satunya berupa: Pelatihan Pembuatan “Sajeng Tabuh” Hasil Fermentasi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) sebagai Sarana Upakara kepada PKK Kelurahan Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan.

References

Barus, T. (2013). Diversity of amylase-producing Bacillus spp. from tape (fermented cassava.
Hayati Journal of Bioscience, Vol. 20 (2), 94-98.
Husna, N.E.; M.S Novita dan S. Rohaya. (2013). Kandungan Antosianin dan Aktifitas Antioksidan
Ubi Jalar Ungu Segar dan Produk Olahannya. Agritech, Vol. 33 (3), 296-302.
Martha, I W. dan Wijaya, I.B.G. (2019). Upacara Mecaru Sanak magodel di Sasih Kesanga Desa
Adat Abiantuwung Tabanan. Jurnal Vidya Wertta Universitas Hindu Indonesia, Vol. 2 (1),
28-41
Oke, M.O. and Workneh, T.S. (2013). A review on sweet potato postharvest processing and
preservation technology. African Journal of Agricultural Research, Vol. 40 (8), 4990-5003.
Suanda, I W. dan Sumarya, I.M. (2019). Penerapan Pembelajaran Bioteknologi melalui Fermentasi
Umbi-Umbian Menjadi produk Tape sebagai Substitusi Pangan Beras. Denpasar: IKIP
PGRI Bali. Jurnal Widyadari, Vol. 21 (1), 114-119.
Suwena, I W. (2017). Fungsi dan Makna Ritual Nyepi di Bali. Program Studi Antropologi. Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Udayana.
Surya Kemenuh. (2011). Makna Arak Berem dalam Persembahyangan Hindu Bali
http://suryakemenuh.blogspot.com/2011/04/makna-arak-berem-dalam-persembahyangan.html
(diakses, 8 September 2019 Pk. 22.00 Wita)
United Nations Divisions for Sustainable Development. 2007. Document: Sustainable Issue
Retrived: 2007-05-12.
Published
2021-03-26
Section
Articles
Abstract viewed = 102 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 132 times