Laclau and Mouffe's Radical Hegemony and Democracy Thought: The Transformation of the Free Aceh Movement into the Aceh Party

  • Anandita Azzahra Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Cinta Rasullillah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Davina Shafa Andira Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Jihan Rahmadani Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Aniqotul Ummah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Keywords: Hegemony Radical, Democracy, Transformation Politics, Local Politics

Abstract

The Free Aceh Movement (GAM) is a group that demands that the central government be part of a democracy. The group moved freely and radically with the aim of separating itself from the rest of Indonesia. The focus of this paper is on analyzing GAM's transformation into the Aceh Party, which is different from other radical movements in Indonesia. The purpose of this research is to understand the transformation through Laclau and Mouffe's ideas on radical hegemony and democracy. Radical democracy is a form of struggle in achieving autonomous authority on the basis of equality and equality. The author will use qualitative methods with literature study data collection techniques to strengthen problem analysis. The research results show that GAM is considered radical as it is in line with Laclau and Mouffe's ideas. They form a group to demand certain interests so as to create a state of antagonism and hegemony struggle. The formation of the Aceh Party is inseparable from a long journey to fight for the demands of the community and as a form of building political power in accordance with the environmental conditions of society in Aceh. Currently, the Aceh Party no longer implements radical democracy as it used to do with GAM.

References

Aliabbas, A. (2008). Transformasi Gerakan Aceh Merdeka, Beranda Perdamaian Aceh Tiga Tahun Pasca MoU Helsinki. Pustaka Pelajar.

Andriyani, S. (2017). Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Transformasi Politik dari Gerakan Bersenjata Menjadi Partai Politik Lokal Aceh. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 14(1), 13–24.

Andriyansyah, M. F. (2020). Peran Partai Politik Lokal dalam Penyelenggaraan Otonomi Khusus di Provinsi Aceh. Jurnal Universitas Islam Malang: Yurispruden, 3(1), 24–41.

Ansori, M. (2012). From Insurgency to Bureaucracy: Free Aceh Movement, Aceh Party and The New Face of Conflict. Stability: International Journal of Security and Development, 1(1).

Bahrum, S. (2016a). Dinamika Partai Politik Lokal (Analisis Partai Aceh dan Penerapan Syari’at Islam). AL-LUBB: International Journal of Islamic Thought and Muslim Culture (IJITMC), 1(1), 134–161.

Bahrum, S. (2016b). DINAMIKA PARTAI POLITIK LOKAL (Analisis Partai Aceh dan Penerapan Syari’at Islam). Al-Lubb, 1(1), 134–161.

Cammet, J. M. (1967). Antonio Gramsci and the Origins of Italian Communism. Stanford University Press.

Dewan Perwakilan Rakyat, A. (2019). Kajian MoU Helsinki dan UUPA dalam Aspek Implementasi (Empiris). Syiah Kuala University Press.

Dpra.acehprov.go.id. (2022). Ini Pandangan Akhir Fraksi Partai Aceh Terhadap Raqan Perubahan APBA 2022. Web Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. https://dpra.acehprov.go.id/berita/kategori/beritadpra/ini-pandangan-akhir-fraksi-partai-aceh-terhadap-raqan-perubahan-apba-2022

Efendy, B. (1998). Islam dan Negara, Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Paramadina.

Endang, D., & Wasriah, N. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Febriyanto, I. I., Kuswandoro, W. E., & Nailufar, F. D. (2014). Partai Politik Lokal Aceh Dalam Perspektif Demokrasi Radikal. Universitas Brawijaya.

Hamid, A. F. (2006). Jalan Damai Nanggroe Endatu: Catatan Seorang Wakil Rakyat Aceh . Penerbit Suara Bebas.

Harun, M. (2016). Transformasi Politik Pembangunan Masyarakat Kampung Santri Mugomulyo Sungai Batang Riau [Doctoral dissertation]. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ilmar, A. (2017). Radikalisme Gerakan Berbasis Etnis: Kasus Organisasi Papua Merdeka. The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 3(2), 72–87.

Jalil, F. (2015). Peta Pemanfaatan Areal Sawit Untuk Pemberdayaan Mantan Kombatan GAM dan Korban Konflik di Aceh Timur. Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial, 2(1), 20–27.

Jayanti, K. (2016). Konflik Vertikal antara Gerakan Aceh Merdeka di Aceh dengan Pemerintah Pusat di Jakarta Tahun 1976-2005. Buletin Al-Turas, 19(1), 49–70.

Katimin. (2007). Politik Islam Indonesia, Membuka Tabir Perjuangan Islam Ideologis Dalam Sejarah Politik Indonesia. Citapustaka Media.

Laclau, E. (1990). New Reflections on The Revolution of Our Time. Verso Books.

Laclau, E., & Mouffe, C. (2001). Hegemony and Socialist Strategy: Towards a Radical Democratic Politics (2nd ed.). Verso Books.

Laclau, E., & Mouffe, C. (2014). Hegemony and socialist strategy: Towards a radical democratic politics (8th ed.). Verso Books.

Lester, J. (2000). Dialogue of Negation: Debates on Hegemony in Russia and the West. Pluto Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nurhasim, M. (2012). Dominasi Partai Aceh Pasca-MoU Helsinki. Jurnal Penelitian Politik, 9(2), 35–49.

Plekhanov, G. (1961). Selected Philosophical Works: Volume I. Progress Publishers.

Saputra, H. (2018). Peran Partai Aceh Dalam Upaya Mensejahterakan Mantan Inong Balee Kabupaten Pidie (Suatu Penelitian di Kecamatan Kembang Tanjong). ETD Unsyiah.

Sefriani, S. (2003). Separatisme dalam Perspektif Hukum Internasional: Studi Kasus Organisasi Papua Merdeka. Unisia, 26(47), 41–53. https://doi.org/10.20885/unisia.vol26.iss47.art5

Setiyaningsih, D. (2022). Demokrasi Radikal Sebagai Alternatif Tatanan Politik Global dalam Konteks Multikulturalisme. POLITEIA: Jurnal Ilmu Politik, 14(1), 32–41.

Shindyawati, S. (2019). Desentralisasi dalam Integrasi Nasional Studi Kasus: Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Di Indonesia Dan Gerakan Pemberontak Moro Di Filipina. The Indonesian Journal Of Politics and Policy (IJPP), 1(1), 32–40.

Simon, R. (1982). Gramsci’s Political Thought: An Introduction. Lawrence and Wishart.

Soemardjan, S. (1990). Perubahan Sosial di Yogyakarta . Yogyakarta: Gadjah Mada Press.

Strauss, A. L., & Corbin, J. (1998). Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures And Techniques (2nd ed.). SAGE Publications.

Syahri, M. A. (2018). Peran dan Wewenang Majelis Tuha Peut dalam Membuat Kebijakan Partai Aceh (Studi Kasus Dewan Pimpinan Partai Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 3(3), 1–26.

Teredi, E. L. (2021). Strategi Gerakan Politik Keterlibatan: Tiga Pola Kerja Politik Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Politika: Jurnal Ilmu Politik, 12(1), 158–173.

Zain, R. D. (2009). Transformasi Politik Gerakan Aceh Merdeka Menjadi Partai Aceh (Dalam Proses Perdamaian). Universitas Indonesia.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan (2nd ed.). Yayasan Obor Indonesia.

Published
2024-03-14
How to Cite
Azzahra, A., Rasullillah, C., Shafa Andira, D., Rahmadani, J., & Ummah, A. (2024). Laclau and Mouffe’s Radical Hegemony and Democracy Thought: The Transformation of the Free Aceh Movement into the Aceh Party. Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan, 4(1), 33-44. https://doi.org/10.22225/politicos.4.1.2024.33-44
Abstract viewed = 99 times
PDF downloaded = 49 times