Efforts of the Government and the National Commission on Human Rights in Dealing with the Paniai Case: Problems of the Unfinished Grassroots

  • Juan Carlos Christfandy Hutahaean Universitas Kristen Satya Wacana
  • Christian H. J. de Fretes Universitas Kristen Satya Wacana
  • Suryo Sakti Hadiwijoyo Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Paniai, Government, Human Rights Commission, Supreme Prosecutor Office

Abstract

This article discusses the roles of the government and the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) in handling severe human rights violation cases in Paniai, Papua. The purpose of this article is to determine whether the National Commission on Human Rights handled the severe human rights violations in Paniai optimally. The article employs a qualitative research method as a research procedure that generates descriptive data in the form of written or oral words from individuals or things observed. For gathering information, interviews were used along with different types of literature, like journals, to look at the steps that the National Commission on Human Rights took and news stories from different media outlets about how they dealt with serious human rights violations in Paniai. This article uses the theory of institutional and institutional roles to examine the roles played by the National Commission on Human Rights. The research findings indicate that handling the severe human rights violation cases in Paniai creates problematic situations between the government and civilians. First, the National Commission on Human Rights attempts to adapt to external and social expectations. Second, the formation of an order between the majority and minority in the uniformity pattern of witness elements during the investigation stage conducted by the Attorney General. Other challenges include the back-and-forth return of investigation files, which hinders the process of handling the Paniai case by the National Commission on Human Rights.

References

Abdul Hakim G Nusantara. (2015). Jurnal HAM. In HAM Komisi Nasional Hak Asasi Manusia: Vol. Vol 2.
Amnesty International Indonesia. (2018). Sudah, Kasi Tinggal Dia Mati: Pembunuhan Dan Impunitas Di Papua. 71. https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018INDONESIAN.PDF
Arman, R. S. A. (2022). Terdakwa Kasus Paniai Divonis Bebas. Kompas.
Bahar, D., Tinggogoy, D., & Tondo, S. (2017). Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS). Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS), 1(2), 644–655.
Elsam. (2020). Masa Depan Peneyelesaian Peristiwa Paniai Berada di Tangan Presiden Jokowi Harus perintahkan Jaksa Agung Melakukan Penyidikan. Elsam. https://www.elsam.or.id/bisnis-dan-ham/masa-depan-penyelesaian-peristiwa-paniai-berada-di-tangan-presiden-presiden-jokowi-harus-perintahkan-jaksa-agung-melakukan-penyidikan
Halim, D. (2020). Berkas Paniai Dikembalikan untuk Kedua Kalinya, Komnas HAM: Substansi Argumentasinya Sama. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2020/06/04/22465211/berkas-paniai-dikembalikan-untuk-kedua-kalinya-komnas-ham-substansi?page=all
Huda, M. M. (2022). Implementasi Tanggung Jawab Negara Terhadap Pelanggaran HAM Berat Paniai Perspektif Teori Efektivitas Hukum Soerjono Soekanto Muhammad Miftakhul Huda , Suwandi dan Aunur Rofiq Pendahuluan Hak Asasi Manusia yaitu suatu qadrat yang dimiliki dan karunia yang. 11(1).
Humas Komnas HAM Republik Indonesia. (2020). Bukti Kasus Paniai Layak Jadi Pelanggaran HAM Berat. Komnas HAM Republik Indonesia. https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2020/2/20/1325/bukti-kasus-paniai-layak-jadi-pelanggaran-ham-berat.html
Humas Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2014). Pidato Presiden Joko Widodo Pada Perayaan Natal Bersama Nasional 2014, di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. Sekretariat Kabinet Republik Negara. https://setkab.go.id/pidato-presiden-joko-widodo-pada-perayaan-natal-bersama-nasional-2014-di-stadion-mandala-jayapura-papua-27-desember-2014/
Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2023). Pernyataan Pers Presiden RI tentang Pelanggaran HAM Berat. Sekretariat Negara. https://www.setneg.go.id/baca/index/pernyataan_pers_presiden_ri_tentang_pelanggaran_ham_berat
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. (2022). Sidang Pemeriksaan Saksi Pertama Pengadilan HAM atas Peristiwa Paniai 2014: Nihil Profesionalitas dan Keberpihakan Kejaksaan. KontraS. https://kontras.org/2022/09/28/sidang-pemeriksaan-saksi-pertama-pengadilan-ham-atas-peristiwa-paniai-2014-nihil-profesionalitas-dan-keberpihakan-kejaksaan/
Komnas HAM. (2016). Pemulihan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM: Laporan Tahunan Komnas HAM 2015. 1–185. https://www.komnasham.go.id/files/20180914-laporan-tahunan-komnas-ham-2017-$80XP.pdf
Martiar, N. A. D. (2022). Sudah 61 Saksi Diperiksa, Tersangka Kasus Paniai Diumumkan Awal April. Kompas. https://www.kompas.id/baca/hukum/2022/03/25/periksa-61-saksi-tersangka-kasus-paniai-akan-segera-diumumkan
Moleong. (1998). Metodologi Penelitian Kulitatif.
Purnamasari, D. D. (2022). Sidang Kasus Paniai Dinilai Minim Libatkan Korban dan Saksi Sipil. Kompas. https://www.kompas.id/baca/polhuk/2022/11/03/sidang-kasus-paniai-dinilai-minim-libatkan-korban-dan-saksi-sipil
Reza, V., Snapp, P., Dalam, E., Di, I. M. A., Socialization, A., Cadger, O. F., To, M., Cadger, S., Programpadang, R., Hukum, F., Hatta, U. B. U. B., Sipil, F. T., Hatta, U. B. U. B., Danilo Gomes de Arruda, Bustamam, N., Suryani, S., Nasution, M. S., Prayitno, B., Rois, I., … Rezekiana, L. (2020). Bussiness Law Binus, 7(2), 33–48. http://repository.radenintan.ac.id/11375/1/PERPUS PUSAT.pdf%0Ahttp://business-law.binus.ac.id/2015/10/08/pariwisata-syariah/%0Ahttps://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better-mfi-results%0Ahttps://journal.uir.ac.id/index.php/kiat/article/view/8839
Ridwan, M. S. F. (2022). Penyelesaian HAM di Paniai, Papua. January, 1–21.
Rizqo, K. A. (2023). Pemerintah Tak Minta Maaf soal Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6700058/mahfud-pemerintah-tak-minta-maaf-soal-pelanggaran-ham-berat-masa-lalu
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 Hak Asasi Manusia. 23 September 1999. Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165. Jakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 Pengadilan Hak Asasi Manusia. 23 November 2000. Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 208. Jakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. 21 November 2001. Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135. Jakarta.
Weruin, M. S., & Et.al. (2020). Laporan Tahunan Komnas HAM RI Perwakilan Papua 2019. 176. https://www.komnasham.go.id/files/20201123-laporan-tahunan-komnas-ham-ri--$ZK.pdf
Wisanggeni, A. (2021). Tim Penyidik Kejaksaan Agung untuk kasus Paniai harus bekerja transparan. Jubi. https://arsip.jubi.id/papua-tim-penyidik-kejaksaan-agung-untuk-kasus-paniai-harus-bekerja-transparan/
You, A. (2016). Siapa Penembak Empat Siswa Dan Satu Warga Sipil Di Paniai? - I Papua. Jubi. https://arsip.jubi.id/siapa-penembak-empat-siswa-dan-satu-warga-sipil-di-paniai/
Young, I. M. (1990). Difference and the Politics of Difference. In International Encyclopedia of Human Geography, Second Edition. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-102295-5.10172-6
Published
2024-03-07
How to Cite
Hutahaean, J. C. C., de Fretes, C. H. J., & Hadiwijoyo, S. S. (2024). Efforts of the Government and the National Commission on Human Rights in Dealing with the Paniai Case: Problems of the Unfinished Grassroots. Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan, 4(1), 1-10. https://doi.org/10.22225/politicos.4.1.2024.1-10
Abstract viewed = 128 times
PDF downloaded = 127 times