NOTARY RESPONSIBILITY IN CHECKING HALAL CAUSA REQUIREMENTS ON OBJECTS PROMISED

  • Dyah Ochtorina Susanti Universitas Jember
Keywords: Halal Causa, Liability, Notary

Abstract

This research is motivated by there is a case of cancellation (null and void) of an authentic deed made by a notary because it does not meet the halal causa requirements. This study aims to analyze and find the form of liability of the Notary in halal causa requirements on the promised object. The results of the study using the normative legal research with the statute approach, conceptual approach, and comparative approach. The results of this study showed that the form of legal liability of the Notary in examining halal causa requirements on the agreed object, namely using the type of liability based on fault, because if halal causa requirements are not fulfilled in the authentic deed which results in the deed being null and void, then it is mistakes of Notaries as officials who are authorized to make and be responsible. At the end of this study, the researcher also provided advice to the government to updated Law Number 2 of 2014 concerning Amendments to Law Number 30 of 2004 concerning Notary Position by adding clauses related to the Notary's obligation to check the legal terms of the agreement; as well as advice to the Notary to be more careful, thorough, careful, not taking sides in checking halal causa requirements in the object of the agreement.

References

Ali, M. D. (2011). Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Fadli, M., Mukhlish, & Lutfi, M. (2016). Hukum dan Kebijakan Lingkungan. Malang: UB Press.

Frey, R. G., & Morries, C. W. (1991). Liability and Responsibility Essays in Law and Morals. Cambridge: Cambridge University Press.

Fuady, M. (2010). Perbuatan Melawan Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Gunadi, A. (2012). Bentuk Perjanjian Simulasi Dalam Praktek Notaris dan Implikasi Hukumnya (Kajian Terhadap Notaris di Kabupaten Bandung Barat). Universitas Indonesia, Depok. Retrieved from http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20301612-T30594 - Bentuk perjanjian.pdf

Handayani, E. P., Arifin, Z., & Virdaus, S. (2019). Liability Without Fault Dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Di Indonesia. ADHAPER: Jurnal Hukum Acara Perdata, 4(2), 1. doi:10.36913/jhaper.v4i2.74

Hikmah, U. M., Sugiri, B., & Sukarni. (2016). Tanggungjawab Notaris Dalam Membuat Perjanjian Simulasi Yang Berbentuk Akta Notaris Ditinjau dari Hukum Perjanjian. Jurnal Hukum. Retrieved from http://hukum.studentjournal.ub.ac.id/index.php/hukum/article/view/2013

Kelsen, H. (1995). Teori Hukum Murni (Dasar-Dasar Ilmu Hukum Normatif sebagai Ilmu Hukum Empirik-Deskripstif) (Alih Bahasa: Somardi). Bandung: Rimdi Press.

Kelsen, H. (2005). The Pure Theory of Law, Translation from the Second (Revised and Enlarged) German Edition by Max Knight. New Jersey: The Lawbook Exchange, Ltd.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Kecana Prenada Media.

Marzuki, P. M. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Muhammad, A. K. (1992). Hukum Perikatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Nasution, B. J. (2016). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Nasution, K. (2014). Penerapan Prinsip Tanggung Jawab Pengangkut Terhadap Penumpang Bus Umum. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 26(1), 55. doi:10.22146/jmh.16054

Panggabean, R. M. (2010). Keabsahan Perjanjian dengan Klausul Baku. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 17(4), 651–667. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/3935

Prodjodikoro, W. (1988). Azas-azas Hukum Perdata. Bandung: Bale Bandung.

Purwadi, A. (2017). Prinsip Praduga Selalu Bertanggung-gugat dalam Sengketa Medik. PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 4(1), 104–121. doi:10.22304/pjih.v4n1.a6

Rangkuti, S. S. (2005). Hukum Lingkungan dan Kebijakan Lingkungan Nasional. Surabaya: Airlangga University Press.

Santoso, L. (2016). Hukum Perikatan; Teori Hukum dan Teknis Pembuatan Kontrak, Kerja sama, dan Bisnis. Malang: Setara Press.

Santoso, L., & Lestari, T. W. S. (2017). Konparasi Syarat Keabsahan “Sebab Yang Halal” Dalam Perjanjian Konvensional Dan Perjanjian Syariah. Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam, 2(1), 1. doi:10.29240/jhi.v2i1.152

Sari, N. R. (2017). Komparasi Syarat Sahnya Perjanjian Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Hukum Islam. Jurnal Repertorium, 4(2). Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/repertorium/article/view/18284

Shidarta. (2006). Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Shihab, M. Q. (2003). Wawasan: Tafsir Maudhu`i Atas Berbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Sidabalok, J. (2008). Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia: Pertanggung-jawaban Menurut Hukum Perdata. Jakarta: Raja Grafindo Perada.

Soejono, & Abdurrahman. (2003). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta.

Subekti. (1992). Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: PT. Intermasa.

Susanti, D. O., & Efendi, A. (2014). Penelitian Hukum (Legal Research). Jakarta: Sinar Grafika.

Tan, D. (2019). Controversial Issues on the Making of Notarial Deed Containing Chained Promise (Beding Berantai) with the Freedom of Contract Principle. JILS (Journal of Indonesia Legal Studies), 4(2).

Wibisana, A. G. (2016). Pertanggungjawaban Perdata Untuk Kebakaran Hutan/ Lahan: Beberapa Pelajaran dari Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) vs PT. Bumi Mekar Hijau (BMH). Bina Hukum Lingkungan, 1(1), 36–58. doi:10.24970/jbhl.v1n1.4

Tim Redaksi Kamus, B. I. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

http://admin.pt-bandung.go.id/uploads/file/perkara_perdata/2018/Januari/507_Pdt_2017_PTBDG.pdf.

https://media.neliti.com/media/publications/164819-ID-analisis-kasus-tentang-jual-beli-tanah-w.pdf.

Published
2020-06-02
Section
Articles
Abstract viewed = 18 times
PDF downloaded = 15 times