Legal Implications of the Annulment of Land Grant Deeds and the Liability of the Land Deed Official in Deed Execution

Authors

  • Febrina Dwi Hendrawani Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia
  • Mutia Kirana Aprilia Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/jn.10.2.2025.105-113

Keywords:

Annulment of grant deeds, liability of the land deed official, legal certainty

Abstract

This research examines the legal implications of the annulment of land grant deeds and the liability of the Land Deed Official within the context of Indonesian civil law, particularly under Articles 1666–1693 and Article 1320 of the Indonesian Civil Code. The annulment of a grant deed, often resulting from a violation of Article 1668—which prohibits the grantor from retaining control over the granted property—renders the deed null and void ipso jure, restoring ownership rights to the grantor through restitutio in integrum and cancelling the related land certificate in accordance with the Indonesian Regulation of the Minister of Agrarian Affairs No. 3 of 1997. This study employs a normative juridical approach using statutory, conceptual, and case-based methods, highlighting the weak verification practices of Land Deed Officials, which often trigger disputes and legal uncertainty, thereby undermining the principle of legal certainty as stipulated in Article 19 of the Indonesian Basic Agrarian Law. The liability of the Land Deed Official encompasses civil aspects under Article 1365 of the Indonesian Civil Code, administrative aspects under Government Regulation No. 24 of 2016, and ethical aspects; however, weak supervision exacerbates socio-economic losses. This research emphasizes the urgent need for reform, including strengthening the professional competence of Land Deed Officials, enhancing verification technology, and harmonizing relevant legal frameworks, in order to ensure the legality of land grant transactions, prevent disputes, and realize agrarian justice.

Author Biography

Mutia Kirana Aprilia, Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia

Fakultas Hukum

References

Abdullah, M., Alting, H., Anshar, & Alauddin, R. (2023). Aspek Hukum Pembatalan Hibah Tanah oleh Pengadilan Agama. Amanna Gappa, 31(1), 12–19.

Adjie, H. (2009). Hukum Notaris Indonesia. Refika Aditama.

Aliffa, U., & Wiryawan, I. W. (2021). Kewenangan Notaris Dalam Pembuatan Akta Perjanjian Hibah Atas Tanah. Acta Comitas, 6(02), 426. https://doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i02.p16

Badrulzaman, M. D. (1994). Aneka Hukum Bisnis. Alumni.

Effendi, B. (1983). Pendaftaran Tanah di Indonesia dan Peraturan Pelaksanaanya. Alumni.

Eksanugraha, A. P. (2021). Kecapakan Subjek Hukum Lanjut Usia Penderita Demensia. Journal of Private and Economic Law, 1(1), 83–106. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jpel.v1i1

Enty, N. Y., Wiryomartani, W., & Suryandono, W. (2021). Keabsahan Pendaftaran tanah atas Objek Tanah yang telah dihibahkan Akibat dibatalkannya Akta Hibah Secara Sepihak oleh Pemberi Hibah. Indonesian Notary, 3(1), 1–24.

Fithriah, F., Hoesin, S. H., & Priandhini, L. (2021). Akibat Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pembuatan Akta Hibah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 771 PK/PDT/2017)," Indonesian Notary: Vol. 3: No. 3, Article 43. Indonesian Notary, 3(3).

Fuady, M. (2002). Perbuatan Melawan Hukum (1st ed.). Citra Aditya Bakti.

Haries, A. (2019). Hukum Kewarisan Islam. Ruzz Media.

HS, S. (2016). Teknik Pembuatan Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Rajawali Pers.

Jaya, D. P. (2020). Hukum Kewarisan Di Indonesia. Zara Abadi.

Kanta, P. G. (2020). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Terhadap Akta Jual Beli “Pura-Pura.” Jurnal Indonesian Notary, 2(3), 491–514.

Maharani, Munawii, L. O., & Hijriani. (2015). mplikasi Hukum atas Ketidaksesuaian Akta dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Selatan. Journal Sultra Research of Law, 7(1), 129-137I.

Markeling, I. K. (2016). Hukum Perdata (Pokok Bahasan Hukum Waris). Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Muhammad, A. (2006). Etika Profesi Hukum. Citra Aditya Bakti.

Nasution, A. (2007). Hukum Perlindungan Konsumen: Suatu Pengantar. Djadit Media.

Parlindungan, A. P. (1999). Pendaftaran Tanah di Indonesia. Mandar Maju.

Perangin, E. (1991). Hukum Agraria di Indonesia (Suatu Telaah dari Sudut Pandang Praktisi Hukum). Rajawali Pers.

Purbacaraka, P., & Soekanto, S. (2010). Perihal Kaedah Hukum. Citra Aditya Bakti.

Putri, G., Fionita, J., & Matheus, J. (2024). Lelang Eksekusi Kepailitan atas Tanah dan Bangunan yang Dimiliki Bersama oleh Pihak Ketiga dan Debitur Pailit. Jurnal Supremasi, 14(2), 1–15. https://doi.org/10.35457/supremasi.v14i2.3810

Saputra, S., Franciska, W., & Widyanti, A. N. (2024). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (Ppats) Akibat Kelalaian Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Atas Peralihan Hak Atas Tanah. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 3(3), 1760–1769.

Sari, R. A. (2025). Implikasi Hukum Terhadap Akta Yang Dibuat Pejabat Pembuat Akta Tanah Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 194–214. https://doi.org/https://doi.org/10.24967/jcs.v10i1.3790

Satrio, J. (1996). Hukum Perikatan Tentang Hapusnya Perikatan Bagian 2. Citra Aditya Bakti.

Soeroso, R. (2020). Pengantar Ilmu Hukum (Sembilan). Sinar Grafika.

Suroso, J. T. (2021). Pembatalan Pemberian Akta Hibah yang Melanggar Legitieme Portie ditinjau dari Persepektif Hukum Perdata Indonesia”, Wacana Paramarta, Jurnal Ilmu Hukum Volume 20 Nomor 20 Tahun 2021 hal 46-54, hal 47. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 20(2), 46–54. https://doi.org/https://doi.org/10.32816/paramarta.v20i2.109

Tanjung, M. F., Purba, H., Sembiring, R., & Suprayitno. (2024). Perbuatan Melawan Hukum Oleh Notaris Dalam Pembuatan Akta Hibah Yang Cacat Hukum (Studi Putusan: 1298/K/Pdt/2019). Jurnal Media Akademik, 2(1).

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles