Penguatan Karakter Sebagai Upaya Penanggulangan Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency)

  • I Ketut Tjukup Universitas Udayana
  • I Putu Rasmadi Arsha Putra Universitas Udayana, Denpasar, Bali
  • Dewa Gede Pradnya Yustiawan Universitas Udayana, Denpasar, Bali
  • Jimmy Z. Usfunan Universitas Udayana, Denpasar, Bali
Keywords: Countermeasures, Juvenile Delinquency, Violence

Abstract

Juvenile delinquency is an act or behavior of adolescents that is contrary to the law, religion, and norms of society, which harms others, public peace and himself. This study aims to examine juridically about juvenile delinquency as a crime, and how appropriate countermeasures can be done. This study uses normative juridical method by using interview techniques in collecting data. The results showed that juvenile delinquency is something that disturbs the security of the community in which they live, because juvenile delinquency is a crime that is an act that violates legal norms, decency and even religious norms. In addition, juvenile delinquency is a deviant act that is contrary to the applicable laws and regulations and can damage the future of adolescents, it is necessary to overcome them. Belimbing Village Government, Pupuan Subdistrict, Tabanan Regency has made a breakthrough in tackling juvenile delinquency crime by making preventive countermeasures with a religious-communal approach.

 

References

Ali, M., & Asrori, M. (2010). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Amalia, F. (2005). Peran Polwiltabes dalam Penanganan Kenakalan Remaja di Kota Semarang (Doctoral dissertation, ). Universitas Negeri Semarang. Retrieved from https://lib.unnes.ac.id/518/

Arief, B. N. (2001). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Arief, B. N. (2011). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Semarang: Fajar Interpratama.

Arief, B. N. (2016). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Kencana.

Baasri, H. (1996). Remaja Berkualitas, Problematika Remaja dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dariyo, A. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Fatoni. (2013). Proses Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Anak di Polres Brebes Pada Tahun 2011-2012 (Studi Kasus Di Polres Brebes). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Retrieved from http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8293

Gunarso, S. D. (2010). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Gunung Mulia.

Gunawan, A. H. (2000). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hurlock. (2001). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi 5). Jakarta: Erlangga.

Kartono, K. (2000). Hygiene Mental. Jakarta: CV. Mandar Maju.

Kartono, Kartini. (1986). Patologi sosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.

Kartono, Kartini. (2001). Patologi Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Meliala, A. Q. S., & Sumaryono, E. (1985). Kejahatan Anak Suatu Tinjauan Dari Segi Psikologis dan Hukum. Yogyakarta: Liberti.

Ridjaluddin, H. (2008). Psikologi Agama, Tinjauan Islam Terhadap Kenakalan Pelajar. Jakarta: LKI Nugraha Ciputat.

Santoso, T., & Achjani, E. (2003). Kriminologi (Cet. ke 3). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sartono, S. (1985). Pengurangan Sikap Masyarakat terhadap Kenakalan Remaja di DKI Jakarta. Laporan penelitian UI. Jakarta: Persada.

Soekanto, S. (1994). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sudarsono, R. (1995). Kenakalan remaja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudarto. (1981). Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: Alumni.

Unayah, N., & Sabarisman, M. (2015). Fenomena Kenakalan Remaja dan Kriminalitas. Sosio Informa, 1(2). doi:https://doi.org/10.33007/inf.v1i2.142

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak.

Published
2020-05-29
Section
Articles
Abstract viewed = 8 times
PDF downloaded = 18 times