Dasar Pemikiran Pemberian Sifat Final Dan Mengikat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Sebagai Lembaga Etik

Authors

  • I Gede Druvananda Abhiseka UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL

DOI:

https://doi.org/10.22225/kw.19.1.2025.1-7

Keywords:

DKPP, final and binding, integrity

Abstract

This article aims to analyze the final and binding nature of the DKPP from a True Perspective (Nature). This research also aims to examine the final and binding nature of the DKPP l in building the personal integrity of public officials. This paper uses normative legal research methods with a statutory approach, a conceptual approach using techniques for searching legal materials using document studies and analyzing studies quantitatively. The research results show the perspective of the essence of DKPP, the aim of which is to create electoral justice and a democratic culture with integrity and credibility in election administration, and this is also in line with the perspective of building the personal integrity of public officials, which has an important role in maintaining the image of democracy, because as General election organizers must maintain personal integrity and institutional integrity, which is an important point for maintaining a culture of democracy and electoral justice, this is in line with what is stated in the IDEA principles is Independent, impartiality, integrity, transparancy. efficiency, professionalism and service-mindedness.

References

Aldi, J. A., Putri Tanbun, E., & Nugraha, X. (2019). Tinjauan Yuridis Kewenangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (Dkpp) Dalam Menciptakan Pemilu Yang Demokratis Di Indonesia. Jurnal Hukum De’rechsstaat, 5(2), 137–147.

Asshiddiqie, J. (2006). Asshiddiqie, Jimly, 2006, Perkembangan Dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Sekretariat Jenderal Dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Asshiddiqie, J. (2014). Menegakan Etika Penyelenggaraa Pemilu. Pt. Raja Grafindo.

Asshiddiqie, J. (2014b). Pengenalan Tentang Dkpp Dalam Rangka Penegakan Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) Ke-61.

Darwis, M. S. (2015). Implementasi Kewenangan Dkpp Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 115/PHPU.D-XI/2013. Jurnal Konstitusi, 12(1), 75–93.

Fajar, M., & Yulianto, A. (2013). Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris, Penerbit. Pustaka Pelajar.

Nurdin, M. (2019). Eksistensi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Dalam Penegakan Etika Penyelenggara Pemilu. Veritas, 5(2), 1–17.

Prasetyo, T., & Prasetyo, M. (2018). Eksistensi DKPP RI Dalam Mengawal Demokrasi dan Pemilu Bermartabat. Raja Grafindo Persada.

Santoso, T. (2012). Mengawal Pemilu Mengawal Demokrasi. Setara Press.

Sardini, N. H. (2015). Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu. LP2AB.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109;).

Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum.

Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik Dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 31/PUU-XI/2013.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 32/PUU-XIX/2021

Published

2025-02-27

Issue

Section

Articles