Keanekaragaman Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove Rehabilitasi Dan Mangrove Alami Di Ekowisata Nelayan Wanasari Tuban, Bali
DOI:
https://doi.org/10.22225/ga.27.2.4748.70-78Kata Kunci:
Natural Mangrove Ecosystem, Mangrove Rehabilitation Ecosystem, MacrozoobenthosAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove Rehabilitasi dan Mangrove Alami Di Ekowisata Nelayan Wanasari Tuban, Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2021 di kawasan Ekowisata Nelayan Wanasari Tuban, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode transek kuadran dan dilakukan analisis indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks keseragaman jenis (E) dan dominansi jenis (D) pada ekosistem mangrove rehabilitasi dan ekosistem mangrove alami. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pada ekosistem mangrove alami terdapat 6 jenis makrozoobenthos yang terdiri dari 5 kelas Gastropoda dan 1 kelas Crustacea yang di dominansi oleh kelas Gastropoda sedangkan pada ekosistem mangrove rehabilitasi terdapat 13 jenis makrozoobenthos terdiri dari 7 kelas Gastropoda, 2 kelas Crustacea dan 4 kelas Bivalvia yang di dominansi oleh kelas Gastropoda. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa keanekaragaman makrozoobenthos pada kedua ekosistem pada mangrove alami dan mangrove rehabilitasi sama-sama tergolong kategori rendah.
Referensi
Ardi, 2002. Pemanfaatan Makrozoobenthos Sebagai Indikator Kualitas Perairan Pesisir. (Makalah). Pascasarjanan Institut Pertanian Bogor.
Bengen, D.G. 2001. Pengenalan dan Paengelolaan Mangrove. Pusat Kajian Pesisir dan Lautan IPB. Bogor
Brown, B. 2006. 5 Tahap Rehabilitasi Mangrove. Mangrove Action Project dan Yayasan Akar Rumput Laut Indonesia. Yogyakarta
Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan. 2006. Rencana Penanaman Mangrove di Sulawesi Selatan. Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan. Makassar.
Haryanto, R. 2008. REHABILITASI HUTAN MANGROVE : Pelestarian Ekosistem Pesisir dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Jurnal Karsa 14 (2) : Heriyanto, N.M., dan Subiandono, E., 2012. Komposisi dan Struktur Tegakan, Biomassa, dan Potensi Kandungan Karbon Hutan Mangrove di Taman Nasional Alas Purwo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9 (1) : 23 -32.
Hutabarat, S. dan Evans, S.M. 1986. Pengantar Oseanografi. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Kariada, T.M., dan Andin, I., 2014. Peranan Mangrove sebagai Biofilter Pencemaran Air Wilayah Tambak Bandeng, Semarang. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 21 (2) : 188 – 194.
Khasali, M.H. 2002. Ragam Fungsi dan Manfaat Hutan Mangrove. Proyek Pesisir Kalimantan Timur (CRMP) kerja sama Pusat Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Air (PPPSA) Universitas Mulawarman.
Kusmana, C., S. Wilarso, I. Hilwan, P. Pamoengkas, C. Wibowo, T. Tiryana, A. Triswanto, Yunasfi, Hamsah. 2013. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Bahan Ajar Perkuliahan. ITB. Bogor.
Lukman, 2002. Studi Kandungan Bahan Organik di Kawasan Bakau Instalasi Tambak Percobaan Balai Penelitian Perikanan Pantai Maros. (Skripsi). Jurusan Perikanan. Fakultas Ilmi Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Malindu, DG., E. Labiro., S. Ramlah, 2016. Asosiasi Jenis Burung dengan Vegetasi Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Pantai Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Skripsi. Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako. Palu.
Medjang, R., S. Kasau, Udding, A. Lambau, N. Amir, Syarifuddin dan A. Baehaqi (Penyunting). 2005. Merombak Wajah Pesisir Pitumpanua. Yayasan Tumbu Mandiri Indonesia. Makassar.
Nessa, N. M, W. Monoarfa, D, Achmad, J. Jompa, M.R. Idrus, Sudirma, D. Thaa,
E. Demmalio, F. Patitting. 2002. Pengembangan Kebijakan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Pesisir dan Laut di Sulawesi Selatan. Bappedalda Provinsi Sulawesi Selatan Kerja Sama Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Hasanuddim. Makassar.
Nontji, A. 2007. Laut Nusantara. PT. Djambatan. Jakarta
Nybakke, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Biologis. Alih bahas oleh M. Ediman., Koesoebiono., D.G. Bengen., M. Hutomo., S. Sukardjo. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, Indonesia.
Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada Press.
Onrizal, F.S.P. Simarmata, H. Wahyuningsih. 2009. Keanekaragaman Makrozoobenthos pada Hutan Mangrove yang direhabilitasi di Pantai Timur Sumatera Utara. Laporan Hasil Penelitian. Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Priyono, A. 2010. Panduan Praktis Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kawsan Pesisir Indonesia. KrSEMaT. Semarang.
Rumimuharto. K, dan Juwana. S., 1999. BIOLOGI LAUT Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. P3O-LIPI. Jakarta.
Rusila Noor, Y., M. Khazali, dan I N.N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP. Bogor.
Sara, L 2013. Pengelolaan Wilayah Pesisir, Gagasan Memelihara Aset Wilayah Pesisir dan Solusi Pembangunan Bangsa. ALFABETA. Bandung.
Saru, A. 2013. Mengungkap Potensi Emas Hijau di Wilayah Pesisir. Masagena Press. Makassar.
Supriharyono, 2009. Konservarsi Ekosistem Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Talib, F. M., 2008. Struktur Dan Pola Zonasi (Sebaran) Mangrove Serta Makrozoobenthos Yang Berkoeksistensi, Di Desa Tanah Merah Dan Oebelo Kecil Kabupaten Kupang. Skripsi. Program studi ilmu dan teknologi kelautan Fakultas perikanan dan ilmu kelautan Institut pertanian bogor. IPB. Bogor.
Ukkas, M. 2009. Kajian Aspek Bioekologi Vegetasi Mangrove Alami dan Hasil Rehabilitasi di Kecamatan Keera Kab Wajo Sulawesi Selatan. Hibah Penelitian. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hassanuddin. Makassar.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)
The author can hold the copyright without any restriction under Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)
This Journal is Published by: