Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali “Produksi Benih Ikan Gabus Melalui Rekayasa Pakan Buatan”

  • I Made Kawan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
  • Dewa Sadguna Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
  • Ni Made Darmadi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa

Abstract

Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan air tawar yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Ikan gabus telah diasosiasikan sebagai obat, karena kandungan yang dimilikinya telah terbukti secara klinis pada beberapa penyakit. Ikan Gabus memiliki kandungan protein yang tinggi terutama albumin dan asam amino esensial, lemak khususnya asam lemak esensial, mineral khususnya zink/seng (Zn) dan beberapa vitamin yang sangat baik untuk kesehatan Muh. Asfar dkk (2014). Kegiatan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Anakan Jepun” di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng melakukan kegiatan membudidayakan beberapa jenis ikan yaitu ikan nila, ikan gabus dan udang, terutama untuk memproduksi benih. Hasil kerjasama penelitian terapan dengan unwar sebagai mitra untuk bersedia menerapkan produk teknologi yang didapatkan untuk membudidayakan ikan gabus dengan rekayasa pakan buatan yang memberikan kelulushidupan lebih banyak. Kegiatan ini diharapkan, mitra mengetahui dan memahami teknologi budidaya ikan gabus pada tahap pembenihan untuk memberikan kelulushidupan benih lebih banyak; mampu memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, dan mitra dapat memahami dan menerapkan manajemen administrasi kegiatan kelompok. Metode yang digunakan adalah: (a) memberikan penyuluhan tentang teknologi pembenihan ikan gabus dan manajemen andiministrasi kelompok, dan (b) memberikan pelatihan dan praktek pemeliharaan benih ikan gabus melalui rekayasa pakan buatan (pelet) yang dikombinasikan dengan pakan alami. Hasil kegiatan ini didapatkan, bahwa kelompok mitra memiliki Pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra mencapai 90% tentang teknologi pemeliharaan ikan gabus yang baik dan benar, dapat memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan pada tahap pembesaran yang sudah terbiasa memakan pakan buatan (pelet) memberikan nilai kelulushidupan 90%, dan kemampuan kelompok mitra sampai 60% mengatasi masalah-masalah yang muncul, terutama masalah manajemen produksi benih, serta pengembangan usahatani. Sebagai langkah strategis adalah melakukan usaha budidaya dalam skala rumah tangga melalui budidaya ikan gabus di dalam kolam terpal. Selanjutnya kelompok mitra diberikan teknologi budidaya praktis yaitu penggunaan Probiotic, dan pembuatan pakan alami dengan harapan budidaya ikan menguntungkan melalui penekanan biaya pakan dan masa pemeliharaan lebih pendek.

References

Anonimus. (2019). Morfologi dan Klasifikasi Ikan Gabus (Channa Striata). wwwpertanianku.com.

Anonim.. (2017). Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi, Edisi XI. Jakarta: Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangaan, Kementerian Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Asfar, M., Tawali, A. B., & Mahendradatta, M. (2014). Potensi Ikan Gabus (Channa Striata) Sebagai Sumber Makanan Kesehatan (review). In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/280882690_Potensi_Ikan_Gabus_Channa_Striata_Sebagai_Sumber_Makanan_Kesehatan_Review

Published
2022-07-07
Section
Articles
Abstract viewed = 55 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 26 times