Penguatan Program CHSE Mendukung Kebangkitan Pariwisata dan Bali Reborn di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan

  • Luh Gede Pradnyawati Warmadewa University
  • Made Indra Wijaya
  • Putu Nita Cahyawati
  • Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Keywords: penguatan, CHSE, pariwisata, Desa Sayan

Abstract

Pariwisata menjadi sektor paling terdampak akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Provinsi Bali sebagai penyumbang terbesar sektor pariwisata di negara Indonesia menjadi salah satu destinasi yang paling terkena dampak dari pandemi ini. Salah satu pusat destinasi di Bali yang sangat terkenal sampai mancanegara adalah Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Banjar Penestanan Kelod merupakan salah satu banjar yanga ada di Desa Sayan yang beberapa penyedia jasa akomodasinya masih belum menerapkan cleanliness, health, safety and environmental sustainability (CHSE) dengan baik. Dari hasil diskusi tim pengabdian dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait penerapan CHSE. Permasalahan tersebut diantaranya masih kurangnya pengetahuan yang didapatkan kader mengenai program CHSE yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang harus diterapkan di masa new normal pada destinasi wisata. Masih minimnya pengetahuan kader tentang bagaimana penyebaran virus Corona yang telah melumpuhkan pariwisata Bali. Para kader masih sedikit memiliki gambaran dan informasi mengenai protokol kesehatan yang baik dan tepat guna mencegah penyebaran Covid-19 ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diawali dengan sosialisasi program kepada mitra, Focus Group Discussion (FGD) dengan kader, pemberian edukasi tentang CHSE dan pencegahan penyebaran Covid-19 dan pelatihan tentang penerapan CHSE. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah semua kelompok mitra telah mampu melakukan kegiatan program penguatan CHSE di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan. Kegiatan “peer” penerapan CHSE dan pencegahan penyebaran Covid-19 sudah berjalan dengan lancar. FGD telah mampu merumuskan permasalahan yang para kader alami dalam penerapan program CHSE, kendala-kendala pun sudah terpecahkan. Saran yang dapat kami berikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah agar kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai partner dalam melakukan kegiatan “peer” penguatan program CHSE dalam mendukung bangkitnya pariwisata dan Bali reborn di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

References

Fajri, D. D. (2020). Pelatihan Penerapan Protokol Kesehatan Karyawan Hotel di Masa Tatanan Normal Baru. Jurnal Abdimas Pariwisata, 1(2), 59–65.
2. Fitriana, R., Simanjuntak, D., & Dewanti, R. (2020). Pembekalan Materi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) dalam Training of Trainers Akademisi Pendamping Desa Wisata. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 138–145.
3. Sugihamretha, I. D. G. (2020). Respon Kebijakan: Mitigasi Dampak Wabah Covid19 Pada Sektor Pariwisata. The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 191–206.
4. Venuemagz. (2020). Protokol CHSE Menjadi Kunci Kebangkitan Destinasi Wisata. Diambil 25 Juli 2022, dari https://venuemagz.com/news/protokol-chse-menjadi-kunci-kebangkitandestinasi-wisata/
5. Wijayanti, A. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Edukasi Di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
6. Pradnyawati et al. (2022). Promosi Kesehatan Daring di Kecamatan Payangan. Jurnal Paradharma 6(1): 36-41, April 2022.
7. Pradnyawati et al. 2019. Pemberdayaan Perempuan Di Pasar Sindhu Sanur, Kota Denpasar Untuk Pencegahan IMS Dan HIV/AIDS. Community Services Journal. Vol. 1 No. 2. (2019).
8. Pradnyawati et al. 2019. Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita dalam Pencegahan Stunting dan Akselerasi Taraf Ekonomi Di Desa Bresela, Kecamatan Payangan Gianyar. JASINTEK Vol. 2 No. 1, Oktober 2020: 37-45.
9. Profil Kecamtan Ubud, 2022. Profil Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.
Published
2022-09-27
Abstract viewed = 91 times
PDF downloaded = 105 times