PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BAN, KARANGASEM, BALI

  • Komang Triyani Kartinawati FKIK Universitas Warmadewa

Abstract

Pentingnya sumber makanan yang berasal dari kearifan lokal mempengaruhi asupan makanan sehari-hari bagi masyarakat sekitarnya. Pemanfaatan menu sehat dan bergizi seimbang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa 1000 HPK ini dimulai sejak kehamilan hingga 2 tahun pertama setelah anak lahir. Pemenuhan gizi seimbang ini penting distimulasi sejak kehamilan sehingga ibu hamil dan keluarga wajib mengetahui cara pemanfaatan sumber pangan lokal dalam menyusun menu makanan bergizi untuk konsumsi sehari-hari.

Berdasarkan penelitian sebelumnya di Desa Ban (2020), didapatkan 118 kasus stunting dengan proporsi 77% stunting  dan 23 % very stunted. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti kondisi perekoniman keluarga dan kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting. Terbatasnya intervensi gizi di Desa Ban terhadap ibu hamil dalam mencegah stunting menyebabkan kurangnya pengetahuan mengenai stunting. Belum adanya penyuluhan dan pelatihan mengenai gizi seimbang pada ibu hamil juga menyebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu hamil akan pentingnya gizi seimbang selama kehamilan untuk mencegah  stunting. Selain itu, terbatasnya akses komunikasi, seperti layanan seluler dan internet, di wilayah tersebut, menyebabkan ibu hamil kurang mendapat paparan informasi dari media massa digital maupun media sosial mengenai manfaat gizi seimbang selama 1000 HPK.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada ibu hamil di Desa Ban, Karangasem, Bali. Mitra berkontribusi dalam penyediaan sarana prasarana, komunikasi dengan ibu hamil, dan koordinasi selama pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan dan cara penyiapan menu sehari-hari pada ibu hamil dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal. Setelah penyuluhan selesai, peserta mendapatkan leaflet mengenai gizi seimbang pada ibu hamil sehingga mampu menerapkan perilaku penyiapan menu sehari-hari yang sehat bergizi sesuai trimester kehamilan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan, komposisi menu sehari-hari yang adekuat untuk kehamilan, dan cara penyiapan menu sehari-hari dengan memanfaatkan sumber daya pangan berbasis kearifan lokal. Kegiatan PKM ini diharapkan mampu memotivasi ibu hamil dalam menerapkan pembuatan menu sehari-hari yang sehat, bergizi, dan adekuat dengan sumber daya pangan lokal.

 

Kata Kunci: ibu hamil, gizi seimbang, 1000 HPK, stunting, pangan lokal

 

 

References

1. Aryastami NK. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Bul Penelit Kesehat. 2017;45(4):233-240. doi:10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240
2. Dewey KG, Begum K. Long-term consequences of stunting in early life. Matern Child Nutr. 2011;7(SUPPL. 3):5-18. doi:10.1111/j.1740-8709.2011.00349.x
3. C. Rox, A. Subandoro PG et al. AIMING HIGH Indonesia’s Ambition to Reduce Stunting. The World Bank; 2018.
4. Masyarakat DJK. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Direktorat Gizi Masyarakat; 2018.
5. Trihono, Atmarita, DH. Tjandrarini AI et al. Pendek (Stunting) Di Indonesia, Masalah Dan Solusinya. (Sudomo M, ed.). Lembaga Penerbit Balitbangkes; 2015.
6. Dinkes PB. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2017.; 2017.
7. Kementerian Kesehatan R. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017.; 2018.
Published
2022-05-19
Section
Articles
Abstract viewed = 333 times
PDF downloaded = 224 times