Pemberdayaan Remaja Putri melalui Edukasi Kesehatan Menstruasi dan Pelatihan Ecoenzyme di SOS Children's Village Tabanan

Authors

  • Ni Wayan Sri Ekayanti Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Jl. Terompong No. 24, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Putu Austin Widyasari Wijaya Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Jl. Terompong No. 24, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Luh Gde Evayanti Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Jl. Terompong No. 24, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Wayan Diana Ekayani Departemen Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Jl. Terompong No. 24, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.5.3.2026.197-202

Keywords:

menstruasi, remajae, ecoenzyme, pengabdian masyarakat

Abstract

Kesehatan menstruasi dan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan remaja putri yang masih sering dihadapkan pada keterbatasan informasi dan stigma sosial, terutama di lingkungan dengan akses edukasi yang terbatas seperti panti asuhan. Kurangnya pemahaman mengenai siklus menstruasi, kebersihan reproduksi, dan pemilihan pembalut yang aman dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Selain itu, pengelolaan limbah organik yang belum optimal turut menjadi masalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan menstruasi dan reproduksi pada remaja putri serta meningkatkan keterampilan pengelolaan limbah organik melalui pelatihan pembuatan ecoenzyme. Kerangka kerja pengabdian meliputi tahap persiapan (koordinasi dan penyusunan materi), tahap pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, focus group discussion (FGD) mengenai stigma kesehatan reproduksi, serta pelatihan pembuatan ecoenzyme melalui demonstrasi dan praktik mandiri, dan tahap evaluasi menggunakan pretest-posttest serta observasi keterampilan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di SOS Children's Village Tabanan dengan sasaran 20 remaja putri berusia 10-15 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35%, dengan rata-rata nilai pretest 60 meningkat menjadi 95 pada posttest. Seluruh peserta (100%) mampu membuat produk ecoenzyme secara mandiri sesuai tahapan preparasi, komposisi bahan, fermentasi, dan penyimpanan yang diajarkan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan remaja putri sekaligus mendorong kesadaran pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan, serta selaras dengan pencapaian SDG 3, SDG 4, dan SDG 12.

References

Hennegan J, Winkler IT, Bobel C, Keiser D, Hampton J, Larsson G. Menstrual health: a definition for policy, practice, and research. Sex Reprod Heal Matters. 2021;29(1):1911618.

Belayneh Z, Mekuriaw B. Knowledge and menstrual hygiene practice among adolescent school girls in southern Ethiopia: a cross-sectional study. BMC Public Health. 2019;19(1):1595.

Evans RL, Harris B, Onuegbu C, Griffiths F. Systematic review of educational interventions to improve the menstrual health of young adolescent girls. BMJ Open. 2022;12(6):e057204.

Fund UNC. Guidance on Menstrual Health and Hygiene. New York: UNICEF; 2019.

Adelia ARS, Ubaidillah M. Pelatihan pembuatan eco-enzym dari limbah pertanian sebagai cairan berjuta manfaat di Desa Mojorejo Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. J Pengabdi Kolaborasi dan Inov IPTEKS. 2023;1(6):1007–12.

Karila RJ, Fadilah M, Darrusyamsu R, Farma SA, Fitri R, Selaras GH. Mini riset uji fisik sederhana keefektifan eco-enzyme untuk pencemaran air. Symbiotic J Biol Educ Sci. 2022;3(2):83–9.

Ghimire S, Gahatraj NR, Shrestha N, Manandhar S, Dhital SR. Effects of health education intervention on menstrual hygiene knowledge and practices among the adolescent girls of Pokhara Metropolitan, Nepal. PLoS One. 2024;19(9):e0291884.

Kiriwenno E, Simanjuntak D, Astuti AD. Promosi kesehatan menstruasi melalui penyuluhan interaktif bagi remaja putri. J Pengabdi Kpd Masy Nusant. 2026;7(2):3640–7.

Yuswita Y, Nuraina N, Rahmah S, Malia A, Maysara CP. Penyuluhan kesehatan reproduksi dan gangguan menstruasi pada remaja putri. J Peduli Masy. 2024;6(2):509–14.

Ekayanti NWS, Trisnia PA. Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Desa Selulung Kecamatan Kintamani Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan dengan tahapan - tahapan. Warmadewa Minesterium Med J. 2024;3(2):1–5.

Taufik M, Suryono Y, Emiyati, Aryani DO, Rahayu SH, Heriawan. Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme dalam tinjauan ekonomi. Vol. 1, Proceedings of Silampari Conference of Life Sciences and Technology. 2025. p. 673–7.

Nurseha N, Sari GL, Ratnawati K. Experiment and literature: enzyme content of fruit waste-based eco enzyme and its potential in pollutant reduction. J Biol Trop. 2025;25(4):4852–9.

Lubis N, Damayanti R, Wardani S. Antimicrobial activity of eco-enzymes with various dilutions as a natural disinfectant. J Penelit Pendidik IPA. 2025;11(5):506–13.

Nations U. The Sustainable Development Goals Report 2024. New York: United Nations; 2024.

Woeller KE, Hochwalt AE. Safety assessment of sanitary pads with a polymeric foam absorbent core. Regul Toxicol Pharmacol. 2015;73(1):419–24.

Downloads

Published

2026-09-30