Deteksi Dini Scoliosis dan Sosialisasi Anti-Bullying: PMR Sebagai Garda Depan Kesehatan Remaja
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmmj.5.1.2026.77-81Keywords:
skoliosis, penyuluhan kesehatan, skrining dini, anti bullying, PMRAbstract
Remaja usia sekolah menengah pertama berada pada fase pertumbuhan cepat (growth spurt) yang meningkatkan risiko terjadinya atau memburuknya skoliosis. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang semakin intens pada kelompok usia ini juga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku bullying yang berdampak pada kesehatan mental. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai kader kesehatan di sekolah dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang skoliosis, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini melalui skrining sederhana, sekaligus meningkatkan kesadaran dan sikap anti-bullying melalui edukasi penggunaan media sosial yang bijak. Kegiatan dilaksanakan pada 20 siswa anggota PMR SMPN 9 Denpasar dengan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi skrining skoliosis, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari lima pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40–70% setelah kegiatan penyuluhan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan skrining skoliosis sederhana dan menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi terintegrasi efektif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan remaja dan berpotensi dikembangkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
References
Miller MD, Thompson SR, Hart J.
Review of orthopaedics. United States:
Elsevier Health Sciences; 2012.
Agung K, Purnomo D, Susilowati A.
Prevalence rate of adolescent idiopathic scoliosis: results of schoolbased screening in Surabaya, Indonesia. Malays Orthop J. 2017;11.
Ramadhani AN, Romadhoni DL, Awanis A. Prevalence and determinants associated with adolescent idiopathic scoliosis: results of screening in Surakarta, Indonesia. Int J Public Health Sci. 2024;13 (4):1548–1553.
Park M, Kim YJ, Oh KE. The association between idiopathic scoliosis and growth hormone treatment in short children. Ann Pediatr Endocrinol Metab. 2022;27
(3):207–213.
Diansari BN, Saputro FW, Wijaya S. Analisis ergonomi pada postur duduk siswa menggunakan metode quick exposure check. TEKNIKA: J Tek. 2023
Irianto I, et al. Edukasi dan skrining terkait postur tubuh ideal sebagai upaya pencegahan gangguan postur dini bagi peserta didik SMP. Panrita Abdi J Pengabdian Masy. 2023;9(1):1–6.
Hresko MT. Clinical practice: idiopathic scoliosis in adolescents. N Engl J Med. 2022;386:564–573.
Park JH, Lee CS, Kim YT. Schoolbased screening for adolescent idiopathic scoliosis: current evidence and challenges. Asian Spine J. 2021;15 (4):536–545.
Karinta A. Pengaruh negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada remaja. Media Gizi Kesmas Univ Airlangga. 2022.
Ramadhani AN, Romadhoni DL. Pelatihan deteksi dini dan program
school exercise sebagai upaya pencegahan adolescent idiopathic scoliosis. J Abdimas Indones. 2025
Plaszewski M, Grantham W, Jespersen
E. Screening for scoliosis: new recommendations, old dilemmas, no
straight solutions. World J Orthop. 2020;11(9):364–379.

