Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga

Authors

  • Ni Made Gita Kusuma Dewi Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Fransiscus Fiano Anthony Kerans Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Putu Diah Witari Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Putu Yudha Asteria Putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Gusti Agung Istri Mahaswari Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Putu Ayu Dian Maharani Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Keywords:

gizi balita, periode emas, demonstrasi masak, pemberdayaan ekonomi

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.

 

References

Boyle MA. Community nutrition in action. Boston (MA): Cengage; 2017.

Rini A, Hapsari T. Literasi gizi dan hubungannya dengan kebiasaan makan anak balita. J Gizi Terap. 2021;6(2):67–75.

Rahmawati N, Sulastri D. Perilaku pemberian MP-ASI dini dan hubungannya dengan status gizi anak. J Kesehat Komunitas. 2021;7(2):99–107.

Syafitri A, Rahayu I. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan instan pada anak usia dini. J Psikol Perkemb Anak. 2019;7(1):45–53.

Handayani S, Prasetyo A. Pengaruh penyuluhan gizi terhadap perilaku ibu rumah tangga dalam penyediaan makanan bergizi. J Pendidik Kesehat. 2022;11(2):85–94. doi:10.24853/jpk.11.2.85-94.

Yuliana D, Rini S, Hasanah U. Pengaruh asupan gizi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di Indonesia. J Gizi Tumbuh Kembang. 2023;4(1):15–23.

Kurniasih D, Mulyani S. Analisis faktor sosial ekonomi terhadap pola konsumsi pangan bergizi di daerah rural. J Gizi Indones. 2023;12(1):25–33. doi:10.14710/jgi.12.1.25-33.

Widodo T, Pratiwi A. Keterkaitan antara pendapatan keluarga dan pemenuhan gizi balita di pedesaan. J Sosioekonomi Kesehat. 2022;5(1):28–36.

Nuraini A, Putra R. Ketahanan pangan keluarga dalam konteks gizi anak usia dini. J Ketahanan Nas. 2019;25(3):177–188.

Setyawati E, Yuliani R, Dini K. Pemanfaatan bahan pangan lokal untuk perbaikan gizi keluarga. J Teknol Pangan Gizi. 2020;9(2):102–109.

Zulfikar A, Dewi P. Program gizi keluarga berbasis bahan pangan lokal di wilayah perdesaan. J Inov Pangan Kesehat. 2024;3(1):91–100.

Krisbianto O, Oktaviana C. Buku ilmu gizi industri pangan (nutrition science for food industry).

Astuti R. Peningkatan pengetahuan gizi melalui pendekatan partisipatif di masyarakat pedesaan. J Gizi Pemberdayaan Masy. 2021;6(2):112–120. doi:10.31227/osf.io/jgpm112.

Lestari R, Adi H. Hubungan literasi gizi dengan praktik pemberian makan pada balita. Media Gizi Mikro Indones. 2020;8(2):101–109.

Ammade S, Nurhasanah. Nutritional analysis of Indonesian daily meals: a study of breakfast, lunch, and dinner patterns. Makassar: CV Nur Ihsan Bersaudara; 2025.

Sari M, Putra D. Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui inovasi produk pangan lokal bergizi. J Pengabdian Masy Sehat. 2023;8(1):55–63.

Ningsih E. Model pelatihan kewirausahaan berbasis pangan lokal bagi ibu rumah tangga. J Pemberdayaan Perempuan Ekon Kreatif. 2022;4(1):45–54.

World Health Organization, UNICEF. Indicators for assessing infant and young child feeding practices. Geneva: World Health Organization; 2021.

Utami P, Wulandari E. Edukasi gizi berbasis komunitas untuk menurunkan risiko stunting. J Kesehat Nutr. 2024;9(2):74–83.

Widodo T, Pratiwi A. Keterkaitan antara pendapatan keluarga dan pemenuhan gizi balita di pedesaan. J Sosioekonomi Kesehat. 2022;5(1):28–36.

Handayani S. Dampak defisiensi gizi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. J Kesehat Masy Indones. 2020;15(1):33–40.

Downloads

Published

2026-02-03