Penyuluhan Kesehatan Bahaya Kanker Kulit pada Para Petani Desa Wongaye Gede, Tabanan

Authors

  • I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan Bagian Dermato-Venereologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Komang Trisna Sumadewi Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.5.1.2026.6-9

Keywords:

penyuluhan kesehatan, kanker kulit, PKM, Pencegahan

Abstract

Petani merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami kanker kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dan bahan kimia pertanian. Desa Wongaye Gede, Tabanan, Bali, merupakan wilayah agraris yang belum pernah mendapatkan edukasi khusus terkait bahaya kanker kulit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya kanker kulit dan langkah pencegahannya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui kuesioner . Penyuluhan dilaksanakan dengan metode focus group discussion (FGD) untuk identifikasi masalah dan faktor risiko yang dialami oleh mitra, serta pemberian materi tentang bahaya kanker kulit.  Sebanyak 25 petani mengikuti kegiatan pada 24 Desember 2024. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai persepsi dan tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan. Sebanyak 20 dari 25 peserta (80%) menilai kegiatan sangat baik, sedangkan 5 peserta (20%) menilai baik. Peserta mengikuti penyuluhan secara aktif melalui sesi tanya jawab. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap bahaya kanker kulit dan pencegahannya. Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan petani mengenai kanker kulit. Disarankan dilakukan edukasi lanjutan dan pemeriksaan dini secara berkala untuk kelompok pekerja lapangan

References

1. Apalla Z, Lallas A, Sotiriou E,Lazaridou E, Ioannides D.Epidemiological trends in skin cancer.Dermatol Pract Concept. 2017;7(2):1–6.

2. Leiter U, Keim U, Garbe C.Epidemiology of skin cancer: update2019. Adv Exp Med Biol. 2020;1268:123–139.

3. Navarrete-Dechent C, Molgó M, Walsh N. Skin cancer in outdoor workers: epidemiology and prevention. Curr Dermatol Rep. 2021;10:35–44

4. Kim J, Kim J, Lee J. Long-term pesticide exposure and skin cancer risk: a systematic review. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(21):7890.

5. Suhana MP, Mujiasih S, Pranowo WS, Yulihastin E, Sulaiman A, Hatmaja RB, et al. Dataset on averaged ultraviolet and heat index in Mantang Island, Riau Islands. Data Brief. 2025.

6. arisa R, Rustam R, Elmatris. Hubungan jenis pekerjaan dengan kanker kulit di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015 –2020. J Ilmu Kesehatan Indonesia. 2022;3(1).

7. Mostafalou S, Abdollahi M. Pesticides and human chronic diseases: evidences, mechanisms, and perspectives. Toxicol Appl Pharmacol. 2017;335:35–45.

8. Mayer JE, Swetter SM, Fu T, Geller AC. Screening, early detection, education, and trends for melanoma: current status. J Am Acad Dermatol. 2019;80(3):555–571.

Downloads

Published

2026-02-03