Pemberdayaan Masyarakat dalam menanggulangi Kasus Chikungunya di Desa Gumbrih dengan Pemanfaatan TOGA Tanaman Juwet (Sinsigium cumini L)

Authors

  • Desak Putu Citra Udiyani Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.4.3.2025.244-248

Keywords:

chikungunya, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

Abstract

Banjar Pasar di Desa Gumbrih, Kabupaten Jembrana, menghadapi masalah kesehatan berupa meningkatnya kasus Chikungunya, terutama pada musim pancaroba. Penyakit ini disebabkan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, vektor yang juga menularkan demam berdarah. Sejak September 2024, tercatat 76 kasus dengan gejala khas seperti demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, bercak kemerahan, lemas, mual, dan nafsu makan menurun. Gejala muncul 3–7 hari setelah gigitan nyamuk, dan meski tergolong self limiting disease yang pulih dalam tujuh hari, nyeri sendi dapat bertahan berbulan-bulan. Walau pasien sembuh, potensi kasus baru tetap ada karena sifatnya menular melalui nyamuk. Pemerintah setempat telah melakukan fogging fokus, namun intervensi ini perlu diperkuat dengan edukasi keluarga dan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk. Penulis memberdayakan ibu-ibu PKK dan karang taruna di Tempek Sandat Desa Gumbrih sebagai kader penanggulangan Chikungunya melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan meliputi identifikasi jentik, praktik PSN berkala, penyuluhan, serta pencatatan log surveilans. Monitoring dilakukan rutin untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku masyarakat. Program juga memperkenalkan pemanfaatan TOGA sebagai pengusir nyamuk dan terapi pendukung. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan angka bebas jentik, menurunkan insiden Chikungunya, serta menghasilkan luaran berupa manuskrip PkM pada jurnal nasional terakreditasi dan video kegiatan berdurasi 4 menit.

References

1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Jembrana. Data Kependudukan Kabupaten Jembrana. Jembrana: BPS; 2018.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Modul Pengendalian Chikungunya. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Chikungunya. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

4. Permatananda PANK. Gambaran Penggunaan Herbal oleh Masyarakat Pedesaan Bali. Syntax Literate J Ilm Indones. 2022;7(3):2165-75.

5. Permatananda PANK, Pandit IGS, Pradnyawati LG. Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional di Desa Bukian, Bali. Dharmakarya. 2020;9(4):266-71.

6. Roidah IS. Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. J Univ Tulungagung Bonorowo. 2014;1(2):43-9.

7. Lestari R. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Peranannya dalam Kesehatan Masyarakat. J Penelit Kesehat. 2021;12(3):75-82.

8. Rahayu T, Kurniawan B. Pemanfaatan TOGA untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat. J Agrofor. 2020;8(2):123-30. doi:10.1234/ja.v8i2.1112.

9. Sari P. Komunitas dan Kesehatan: Pendekatan Pemberdayaan dalam Pengendalian Penyakit. Jakarta: Penerbit XYZ; 2021.

10. Setiawan A. Peran Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Penanggulangan Kasus Chikungunya. In: Seminar Kesehatan Lingkungan. Universitas Muhammadiyah; 2023.

Downloads

Published

2025-09-30