Pemberdayaan Kelompok Ibu Desa Bayung Gede Sebagai Kader Bebas Stunting
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmmj.4.3.2025.200-204Keywords:
stunting, MPASI, kader, Desa Bayung GedeAbstract
Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, penurunan kecerdasan, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas, masih dijumpai angka stunting yang cukup tinggi di Bangli, salah satunya di Desa Bayung Gede Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya keterampilan pembuatan MPASI bergizi. Puskesmas Kintamani VI telah melakukan berbagai upaya, namun karena sifat masalah yang kompleks, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa turut berperan dalam program pendampingan keluarga. Sasaran dari program ini adalah keluarga balita stunting dan berisiko stunting. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan mengenai MPASI yang bergizi, pelatihan pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, dan pemberian paket gizi (susu tinggi protein) serta alat dan bahan dalam pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan sosialisasi, penyuluhan menganai MPASI bergizi, pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, serta penyerahan paket gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebanyak 80,8%. Selain itu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan MPASI. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan dan pemahaman keluarga dalam upaya pengentasan stunting.
References
1. Wardah. Keluarga Bebas Stunting. InfoDATIN: Pusat Data Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2022. p. 1–12.
2. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018. Lemb Penerbit Badan Penelit dan Pengemb Kesehat. 2019;
3. Putra PAB, Suariyani NLP. Pemetaan Distribusi Kejadian Dan Faktor Risiko Stunting Di Kabupaten Bangli Tahun 2019 Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Vol. 8, Archive of Community Health. 2021. p. 72.
4. Arnawa IK, Runa IW, Astuti PS,Palgunadi P, Raka IDN, Martini LKB. Pengembangan Desa Wisata Bayung Gede Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Bali. Ngayah Maj Apl IPTEKS. 2013;4(2).
5. Dewi R. S, Sari D. Pengaruh Asupan Gizi terhadap Pertumbuhan Anak Usia Dini. J Gizi dan Pangan. 2020;15(2):123130.
6. Anggraini CD, Putriana D, Saputri WS, Haryani VM, Isnawati Z, Ramadhita S, et al. Edukasi dan Pelatihan Pembuatan MP-ASI Pangan Lokal di Desa Sendangmulyo. J BINAKES. 2024;4(2):61–6.
7. St. Nurbaya, Hamdiyah H, Nur Laela, Rosmawaty R, Resmawati R. Pemanfaatan Bahan Lokal dalam Pembuatan Mp-Asi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kabupaten Sidrap. ABDIKAN J Pengabdi Masy Bid Sains dan Teknol. 2022;1(4):436–41.
8. Alliyah PA, Rizqiya F, Hanifah H, Zafirah N, Hayati R, Fida S Z. Edukasi Makanan Pendamping ASI Tepat untuk Cegah Stunting Pada Balita. J Abdimas Kedokt dan Kesehat. 2024;2(1):6.
9. Fauziah F, Kusharto CM, Setiawan B. Efek pemberian susu protein tinggi dan tingkat kepatuhan terhadap kenaikan berat badan badan dan status gizi anak usia 15-17 tahun. AcTion Aceh Nutr J. 2022;7(1):41.

