Penanganan Stress Melalui Olahraga Menari dan Pencegahan Kekerasan Pada Wanita yang Hidup dengan HIV/AIDS

Authors

  • Calista Santoso Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia
  • Wayan Santoso Fakultas Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Ngurah Rai, Bali, Indonesia
  • Kartika Sari Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.4.3.2025.226-232

Keywords:

HIV/AIDS, KDRT, Penanganan stress, Bantuan Hukum

Abstract

Provinsi Bali, sebagai destinasi wisata internasional, menghadapi risiko terkait HIV/AIDS yang kompleks, terutama karena tingginya interaksi sosial dan seksual di kawasan pariwisata. Mobilitas yang tinggi dan perilaku berisiko, seperti seks bebas tanpa pengaman, meningkatkan penyebaran penyakit menular seksual. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS sering mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, pengucilan sosial, dan kesulitan dalam mencari bantuan. Banyak korban merasa terisolasi dan tidak tahu cara mendapatkan dukungan, yang memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan sosial dan layanan perlindungan yang memadai. Dalam kegiatan ini, kami memberikan metode penanganan stres melalui olahraga menari Zumba, yang dapat membantu menghilangkan stress. Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi tentang hak hukum korban kekerasan dan cara mencari bantuan hukum untuk mengatasi situasi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 20 orang remaja wanita yang tergabung dalam kader “Girls Act” dalam Yayasan Kerthi Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40% dimana peserta telah mengetahui dasar-dasar hukum mengenai KDRT serta perlindungan hukum bagi korban KDRT. Dapat disimpulkan bahwa program ini telah berhasil dalam memberikan peserta pengetahuan akan hak-hak hukum yang mereka miliki, serta metode penanganan stress melalui olahraga menari.

References

1. Blashill, A. J., Perry, N., & Safren, S. A. (2011). Mental Health: A Focus on Stress, Coping, and Mental Illness as it Relates to Treatment Retention, Adherence, and Other Health Outcomes. Current HIV/AIDS Reports, 8(4), 215–222. https://doi.org/10.1007/s11904-011-0089-1

2. O’Cleirigh, C., & Safren, S. (2008). Optimizing the effects of stress management interventions in HIV. Health Psychology, 27(3), 297–301. https://doi.org/10.1037/a0012607

3. Psikolog, I. S. M. (2022, September 20). Gangguan kesehatan mental rentan menyerang penderita HIV/AIDS? KlikDokter. https://www.klikdokter.com/info-sehat/hiv-aids/gangguan-kesehatan-mental-rentan-menyerang-penderita-hivaids?srsltid=AfmBOoqSS3iLLBfb8ZqSej_GE099IsIFCfBSlv8WLOewuFl8la2EySeM

4. Stress and your health. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.womenshealth.gov/mental-health/good-mental-health/stress-and-your-health

5. Iswarini, T. et al. (2021) Menguatkan Layanan Terintegrasi bagi Perempuan Korban Kekerasan yang Hidup dengan HIV/AIDS Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Negara , Komnas Perempuan | Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Available at: https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-dalam-rangka-memperingati-hari-aids-sedunia-menguatkan-layanan-terintegrasi-bagi-perempuan-korban-kekerasan-yang-hidup-dengan-hiv-aids-sebagai-bentuk-tanggung-jawab-negara-jakarta-1-desember-2021 (Accessed: 10 July 2024).

6. Nurdina, G., Ibrahim, K. and Yani, D.I. (2022) ‘Pengalaman Kekerasan Pada Perempuan Dengan HIV di Bandung’, Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 8(1), pp. 179–192. doi:10.33023/jikep.v8i1.977.

7. Sinombor, S.H. (2024) Perempuan Dengan HIV Yang Masih Hidup Dalam stigma Dan Kekerasan, kompas.id. Available at: https://www.kompas.id/baca/humaniora/2024/02/11/perempuan-dengan-hiv-hidup-dalam-stigma-dan-kekerasan-berlapis (Accessed: 10 July 2024).

8. Nursyamsi, A. (2021) Peringati Hari aids Sedunia, Komnas Perempuan Minta perhatian Khusus Pada Pdha, Tribunnews.com. Available at: https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/12/02/peringati-hari-aids-sedunia-komnas-perempuan-minta-perhatian-khusus-pada-pdha (Accessed: 14 July 2024).

9. Hanna, Judith. (2017). DANCING TO RESIST, REDUCE AND ESCAPE STRESS. 97-112.

10. Arthur, J. (2024) Therapeutic rhythms: How dance improves health and wellness, Art of VIII School of Dance. Available at: https://www.artofviii.com/therapeutic-rhythms-how-dance-improves-health-and-wellness/ (Accessed: 08 July 2024).

11. John, H. (2019) British Science Festival: 7 ways dancing can improve your life, British Science Association. Available at: https://www.britishscienceassociation.org/blogs/bsa-blog/7-ways-dancing-can-improve-your-life (Accessed: 09 July 2024).

12. Scott, E. (2015) Dancing and The Brain, Harvard Medical School. Available at: https://hms.harvard.edu/news-events/publications-archive/brain/dancing-brain (Accessed: 09 July 2024).

Downloads

Published

2025-09-30