Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Berbahan Baku Lokal dan Pengenalan Aplikasi Primaku pada Kader Posyandu
Keywords:
gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembangAbstract
Kecamatan Kintamani masih menjadi daerah penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Bangli, Bali. Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pemahaman tentang pentingnya gizi anak dalam fase pertumbuhan dan perkembangan diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam upaya ini, makanan pendamping berbahan baku lokal telah menjadi fokus strategi untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak. Pemantauan terhadap tumbuh kembang anak juga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak. Salah satu aplikasi pada ponsel pintar yang mendukung adalah aplikasi Primaku. Pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan makanan pendamping berbahan baku lokal dan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan pada kader Posyandu Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Metode pelatihan melibatkan demonstrasi praktis, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipan pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal yang kaya nutrisi, teknik persiapan makanan yang sesuai, informasi tentang nutrisi dan manfaat dari makanan pendamping, serta aplikasi Primaku. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan ibu-ibu mengenai pilihan bahan baku lokal yang tepat dan cara mempersiapkan makanan pendamping yang sesuai. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam menggabungkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan makanan yang bernilai gizi tinggi serta menggunakan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diperkuat oleh umpan balik positif dari para peserta terhadap pendekatan pelatihan yang interaktif dan praktis.
Kata kunci: gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembang.
References
1. Dewi NPS, Widayati K. Karakteristik Balita Stunting Di Wilayah Kintamani Kabupaten Bangli. Ahmar Metastasis Heal J [Internet]. 2022 Dec 30;2(3):174–8. Available from: https://journal.ahmareduc.or.id/index.php/AMHJ/article/view/143
2. World Health Organization. REDUCING STUNTING IN CHILDREN Equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. 2018.
3. Pepadu J, Nurbaiti L, Buanayuda GW, Palgunadi IG. Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI Untuk Ibu Rumah Tangga dan Kader Posyandu, Suatu Strategi Pencapaian Ketahanan Pangan. J Pepadu [Internet]. 2021 Oct 29;2(4):470–5. Available from: http://journal.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/2261
4. Amar MI, Nasrullah N, Kusumastuti RD. Training on making complementary foods from local mixed foods among mothers and cadres of Posyandu Cikulur. Community Empower [Internet]. 2022 Feb 28;7(2):365–71. Available from: https://journal.unimma.ac.id/index.php/ce/article/view/6690
5. Nisa Karima, Nur Ayu Virginia Irawati, Giska Tri Putri SM. Optimalisasi Aplikasi Deteksi Tumbuh Kembang Berbasis Android Di Puskesmas Simpur Bandar Lampung Pada Masa Pandemi COVID-19. J Pengabdi Masy Ruwa Jurai. 2021;6:103–6.

