Penguatan Kapasitas Keluarga Balita Stunting di Posyandu Cempaka 4, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmmj.4.1.2025.75-81Abstract
Perkembangan balita sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan dalam pola makan dan pengasuhan dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang pada anak usia balita, yaitu sejak lahir hingga lima tahun. Risiko stunting sangat tinggi pada kelompok tertentu, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan informasi, pendidikan rendah, dan masalah ekonomi sosial. Dalam program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, mitra utama adalah keluarga dengan anak balita yang mengalami atau berisiko stunting di Banjar Tanjung, Desa Selulung, yang terdiri dari lima keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah: 1) asupan gizi balita stunting yang sangat rendah, khususnya protein, dan 2) kurangnya pengetahuan serta keterampilan tentang makanan sehat untuk balita. Solusi yang diusulkan meliputi: 1) pemberian paket gizi tinggi protein, dan 2) penyuluhan serta pelatihan tentang cara membuat makanan sehat berbahan lokal sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Program PKM ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan sosialisasi kepada semua pihak terkait, diikuti dengan penyuluhan dan pelatihan, pemberian paket gizi, serta evaluasi. Pada awal program, sosialisasi akan dilakukan untuk menjelaskan tujuan, sasaran, metode, dan peran masing-masing pihak yang terlibat. Setelah itu, ibu balita akan diberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, pengasuhan, dan cara membuat MPT (Makanan Pendamping ASI) sehat untuk balita. Selanjutnya, akan diberikan paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada beberapa balita yang dibina, serta peningkatan pengetahuan orang tua dibandingkan dengan kondisi awal sebelum kegiatan dimulai. Evaluasi dilakukan dengan mengukur berat badan dan mendata perubahan pola asuh orang tua setelah program selesai dilaksanakan.
References
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.
Adelina FA, Widajanti L, Nugraheni SA. Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Tingkat Konsumsi Gizi, Status Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Balita Stunting (Studi Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Duren Kabupaten Semarang). J Kesehat Masy. 2018;6(5):361–9.
RS UNS. Yuk, Cegah Stunting dengan Protein Hewani! Artik Ber [Internet]. 2023;1(1):16–26. Available from: https://rs.uns.ac.id/yuk-cegah-stunting-dengan-protein-hewani/#:~:text=Ikan dan hasil laut%2C unggas,bagi bayi untuk mencegah stunting.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia/Kemenkes RI. Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. p. 674. Available from: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
Rosha BC, Sari K, SP IY, Amaliah N, Utami NH. Peran Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif dalam Perbaikan Masalah Gizi Balita di Kota Bogor. Bul Penelit Kesehat. 2016;44(2):127–38.
Lestari TRP. Stunting di Indonesia: akar masalah dan solusinya. Info Singkat. 2023;15(14):21-25.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB). 2019. Available at: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Hasil Studi Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Available at: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4899/1/Hasil%20SSGI%20Tahun%202021%20Tingkat%20Kabupaten_Kota.pdf
Nurbaiti L, Irawati D, Wirabuanayuda G, Warnaini C, Zubaidi FF. Profil konsumsi asam amino essensial balita stunting dan tidak stunting di Kabupaten Lombok Utara. Prosiding SAINTEK. 2023;5:92-96.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis pendidikan gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil dan balita. 2018.
Irwan, Lalu NAS. Pemberian PMT modifikasi berbasis kearifan lokal pada balita stunting dan gizi kurang. JPKM. 2020;1(1).
Purwanti T, Ningrum NM. Pelatihan pemberian makanan tambahan pada balita untuk pemulihan status gizi stunting dan gizi kurang. Pengabdian Masyarakat Cendikia. 2023;02(1).
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Syagata AS, Rohmah FN, Khairani K, Arifah S. Evaluasi pelaksanaan pengukuran tinggi badan oleh kader posyandu di wilayah Yogyakarta. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2021;17(2).
Alastan TJY, Landutana UD, Karambe YA, Hutasoit RM. Kendala pengukuran panjang badan, berat badan, dan lingkar lengan atas pada balita di posyandu Sokon, Fatukoa. Media Tropika: Jurnal Pengabdian masyarakat. 2023;3(1): 20-6.
Lestari P, Kurniati WD, Hidayati AH. Peningkatan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri di Desa Meteseh, Boja, Kendal. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;4(2): 594-601.
Metty. Pelatihan pengukuran antropometri dan sosialisasi pedoman gizi seimbang pada kader posyandu Johar XII Rusun Jogoyudan, jetis, Kota Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Dharma Bakti. 2018;1(1).

