Penyuluhan mengenai Penyakit Hipertensi dan Pelatihan Pembuatan Loloh Kunyit pada Kelompok Lansia

Authors

  • Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
  • Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Anak Agung Made Semariyani Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Komang Trisna Sumadewi Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Luh Gede Evayanti Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/wmmj.4.1.2025.55-60

Keywords:

hipertensi, gianyar, loloh kunyit, penyakit degeneratif

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar, Bali, yang memiliki prevalensi hipertensi sebesar 12.22% pada usia > 18 tahun, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan lansia. Desa Blahbatuh, khususnya Banjar Tengah, tercatat memiliki prevalensi hipertensi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Blahbatuh dan data dari Puskesmas Blahbatuh, kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat sangat mendesak. Selain masalah kesehatan, aspek ekonomi masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama untuk mendukung kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit sebagai produk herbal lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi dan pelatihan praktis dalam pembuatan serta pengemasan loloh kunyit, yang dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pretes 68 yang meningkat menjadi 85 pada postes, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan cara pengolahan loloh kunyit sebagai produk ekonomi yang bermanfaat. Program penyuluhan hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan dan potensi ekonomi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pembuatan produk herbal, yang dapat mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.

References

Putra NPMTP., Utami NWF., Asmiwyati IGAR. Perencanaan ruang terbuka publik layak anak di Kawasan lapangan Astina Jaya, Desa Blahbatuh, Gianyar, Bali. Jurnal Arsitektur Lansekap. 2019, Vol 5(1);pp:77-87

Desa Pekraman Blahbatuh. Awig-Awig Desa Pakraman Blahbatuh Tahun 1984 Disempurnakan Tahun 2016. 2016.

Lestari, M. L., et al. (2019). The effects of yoga on stress levels among the elderly in Bali. Journal of Geriatric Care, 15(3), 75-82.

Bhavanani, A. B., et al. (2016). Effect of yoga on stress and quality of life in elderly persons. International Journal of Yoga, 9(2), 165-171.

Rizki, A. F., et al. (2020). Stres dan Kesehatan Mental Lansia di Indonesia: Tinjauan Literatur. Jurnal Kesehatan Lansia, 12(1), 23-30.

Thapa, B., Cederbaum, J. A., & Leung, C. W. (2020). Gardening intervention to improve vegetable consumption and physical activity among low-income older adults: A systematic review. Journal of Aging and Health, 32(3–4), 247–260.

UNICEF. (2021). Community-based approaches to health and nutrition: Best practices for local programs.

Wijaya, T., Kurniawati, F., & Herlina, E. (2019). Peran kader posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–54.

Macdonald, D., Baggetta, P., & Eggers, A. (2018). Building resilient communities through shared gardening initiatives. Community Development Journal, 53(2), 234–252.

Downloads

Published

2025-01-19