Pencegahan Infeksi Dengue melalui Edukasi Kader Posyandu dan Pemanfaatan Tanaman Pengusir Nyamuk
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmmj.4.1.2025.39-43Keywords:
infeksi dengue, nyamuk, A.aegypti, kader posyandu, 3M plusAbstract
Kabupaten Gianyar sebagai salah satu destinasi wisata di Bali telah dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, seperti daerah tropis lainnya, Gianyar menghadapi tantangan kesehatan yang serius, salah satunya adalah infeksi dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, pendarahan, hingga kematian. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memberikan beban ekonomi akibat biaya perawatan medis dan hilangnya produktivitas kerja. Menurut data Dinas Kesehatan Gianyar, insiden dengue di wilayah ini masih cukup tinggi. Salah satu faktor utama penyebaran dengue adalah lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Upaya pencegahan yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kader posyandu, yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk, yang terbukti efektif dalam mengurangi populasi nyamuk seperti serai wangi, lavender dan marigold. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dengue di Kabupaten Gianyar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 7 orang kader posyandu dari Banjar Menak, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi dengue berbasis lingkungan. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan terkait 3M plus dan pelatihan tentang pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk untuk memberantas vektor infeksi dengue. Dilakukan pula pemberian bantuan berupa tanaman pengusir nyamuk serta alat perangkap nyamuk kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 32,9%.
References
1. World Health Organization. Dengue and severe dengue [Internet]. World Health Organization. 2022. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
2. Centers for Disease Control and Prevention. Dengue [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Available from: https://www.cdc.gov/dengue/index.html
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data DBD Indonesia [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Available from: https://p2pm.kemkes.go.id/storage/publikasi/media/file_1619447946.pdf
4. Sintya E, Sari K, Widhidewi NW, Sukmawati NMH, Witari NPD, Widarsa T. Hubungan Frekuensi Gen Knock-Down Resistance (KDR) V1016G, V410L, dan F1534C dengan Tingkat Resistensi Populasi Aedes aegypti di Denpasar, Bali. J Vektor Penyakit [Internet]. 2022 Jan 7;15(2):73–82. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/vektorp/article/view/4907
5. A M, FV A, Reyes-Villanuev F. Biological Control of Dengue Vectors. In: Integrated Pest Management and Pest Control - Current and Future Tactics [Internet]. InTech; 2012. Available from: http://www.intechopen.com/books/integrated-pest-management-and-pest-control-current-and-future-tactics/biological-control-of-dengue-vectors
6. Nurfadilah AF, Moektiwardoyo M. Potensi Tumbuhan sebagai Repellent Aades Aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue. Farmaka. 2020;17(3):84–90.

