Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
DOI:
https://doi.org/10.22225/wmmj.4.1.2025.71-74Keywords:
stunting, remaja putri, kesehatanAbstract
Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.
References
Astawa IP., Atmika IK., Komaladewi AAIA. Integrasi Pertanian dan Industri Kecil Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Batur Tengah Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Bul Udayana Mengabdi. 2016;15(2):159–67.
Nursasmita R, Ayu Kristianti NP, Mayasari Usman A. The Relationship Between Female Adolescent’s Perception of Stunting and Their Dietary Habits. Heal Technol J [Internet]. 2024 Jun 12;2(3):240–7. Available from: https://journalkhd.com/ojs/index.php/htechj/article/view/189
Mitra, Nurlisis, Rahmalisa U. Kualitas Remaja Jadi Kunci Cegah Stunting. WIdina Bhakti Persada Bandung [Internet]. 2022; Available from: https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/558624-remaja-sebagai-agen-perubahan-dalam-penc-fdee7030.pdf
Socolov DG, Iorga M, Carauleanu A, Ilea C, Blidaru I, Boiculese L, et al. Pregnancy during Adolescence and Associated Risks: An 8-Year Hospital-Based Cohort Study (2007–2014) in Romania, the Country with the Highest Rate of Teenage Pregnancy in Europe. Biomed Res Int [Internet]. 2017;2017:1–8. Available from: https://www.hindawi.com/journals/bmri/2017/9205016/
Hidayat SF, Pratiwi R, Wiyati PS. Hubungan antara Status Gizi Ibu dengan Berat Lahir Bayi pada Kehamilan Remaja. J Kesehat Reproduksi [Internet]. 2023 Jun 4;10(1). Available from: https://jurnal.ugm.ac.id/jkr/article/view/83433
Muchtar F, Rejeki S, Elvira I, Hastian H. Edukasi Pengenalan Stunting Pada Remaja Putri. Lamahu J Pengabdi Masy Terintegrasi [Internet]. 2023 Aug 25;2(2):138–44. Available from: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/lamahu/article/view/21400

