Strategi Pengembangan Dalam Mengatasi Kelesuan Penjualan Kerajinan Perak Di Kabuaten Gianyar

  • Anak Agung Putu Swabawa Jurusan Pariwisata , Politeknik Negeri Bali, Badung, Bali
  • I Nyoman Meirejeki Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, Badung, Bali
  • I Dewa Gede Ari Pemayun Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, Badung, Bali

Abstract

This research was conducted on silver handicraft entrepreneurs in Gianyar regency. The objective to be achieved in this research is to design an effective marketing strategy that needs to be applied by silver entrepreneurs in the district of Gianyar. The method used to collect data, namely: observation, interviews, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). The analysis techniques used, namely: 1) Quantitative analysis techniques, in the form of a SWOT analysis, which is a technique to determine strengths, weaknesses, opportunities, and threats. 2) Qualitative analytical techniques, which are in the form of: a) descriptive analysis, b) synthesis analysis, designing silver marketing strategies in Gianyar district by considering the potential, threats from the SWOT determination results combined with ideas that appear in the FGD. Based on the results of the analysis show the position of silver handicrafts in Gianyar regency is in cell V with IFAS weighted average value of 3.39 and EFAS weighted average value of 3.31, which means silver handicraft products in Gianyar regency have medium category competitiveness and the appeal of the medium category. In this position the silver entrepreneurs in Gianyar regency can implement several alternative strategies which include: 1) Market penetration strategy, which is a strategy directed at efforts to find a bigger new market for existing products through marketing efforts, for example by conducting sales promotion. 2) Business strengthening strategies in the form of fostering and developing craftsmen, so that it can produce higher quality silver handicrafts and with more innovative varied designs. 3) Product development strategies are developing silver handicraft products by diversifying silver products by increasing the number and variety type of silver design oriented to market dynamics Penelitian ini dilakukan pada para pengusaha kerajinan perak yang ada di kabupaten Gianyar. Tujuan penelitian ini adalan untuk merancang strategi pemasaran yang efektif yang perlu diterapkan oleh para pengusaha kerajinan perak yang ada di kabupaten Gianyar. Metode pengumpulan data, yaitu: observasi, Wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisis yang digunakan, yaitu: 1) Teknik analisisis kuantitatif, berupa analisis SWOT, yaitu teknik untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. 2) Teknik analisisis kualitatif, yang berupa: a) analisis deskriptif, b) analisis sintesis, merancang strategi pemasaran kerajinan perak di kabupaten Gianyar dengan mempertimbangkan potensi, ancaman dari hasil penentuan SWOT yang dikombinasikan dengan ide-ide yang muncul dalam FGD. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan posisi kerajinan perak di kabupaten Gianyar berada di sel V dengan nilai rata-rata tertimbang IFAS sebesar 3,39 dan nilai rata-rata tertimbang EFAS sebesar 3,31 yang berarti produk kerajinan perak di kabupaten Gianyar mempunyai daya saing katagori sedang dan daya tarik katagori sedang. Dalam posisi ini para pengusaha perak yang ada di kabupaten Gianyar dapat menerapkan beberapa alternative strategi yang meliputi: 1) Strategi penetrasi pasar yaitu strategi yang diarahkan pada usaha untuk mencari pasar baru yang lebih besar untuk produk yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran, misalnya dengan melakukan promosi penjualan. 2) Strategi penguatan usaha yang berupa pembinaan dan pengembangan para pengerajin, sehingga dapat menghasilkan kerajinan perak yang lebih berkualitas dan dengan desain yang lebih inovatif variatif.3) Strategi pengembangan produk yaitu melakukan pengembangan produk. kerajinan perak dengan melakukan diversifikasi produk perak dengan menambah jumlah dan beraneka jenis desain perak yang berorientasi pada dinamika pasar. Kerajinan perak dengan melakukan diversifikasi produk perak dengan menambah jumlah dan beraneka jenis desain perak yang berorientasi pada dinamika pasar

References

Arikunto, S. (1992). Prosedur Penelitian. Renika Cipta.

Freddy, R. (2002). Analisis SWOT, Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama.

Husna, N., Noor, I., & Rozikin, M. (n.d.). Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal untuk Menguatkan Daya Saing Daerah di Kabupaten Gresik. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(1).

Marzuki, C. (1999). Metodelogi Penelitian. Erlangga.

Porter, M. E. (1995). Competitive Advantage: Creating and Sutaining Superior Performance. Simon and Schuster. Inc.

Stalk, G. (n.d.). Time: The Next Source of Competitive Advantage. Harvard Business Review.

Sujali. (n.d.). No TitleGeografi Pariwisata dan Kepariwisataa. Fakultas Geografi UGM.

Swastha, B. (2008). Manajemen Pemasaran Modern. Liberty.

Tambunan, M. (2008). Reposisi UMKM Melalui Mobilisasi Sumber Daya dalam Menghadapi Tantangan Glob-alisasi, Libralisasi, dan Desentralisasi. Makalah, Lokakarya Background Study RPJMN 2010-2014 Bidang Koperasidan UMKM.

TambunanTulus T.H. (2009). UMKM di Indonesia. Ghalia Indonesia.

Tangkilisan, H. N. S. (2003). Kebijakan Publik yang Membumi, Konsep, Strategi dan Kasus. Lukman Offset dan YPAPI.

Published
2020-03-04
Section
Articles
Abstract viewed = 3 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 26 times