Penerapan Mitigasi Bencana Pada Arsitektur dan Lingkungan Pesisir di Pulau Serangan Pascareklamasi

  • I Gede Surya Darmawan Department of Architecture, Universitas Warmadewa
  • I Wayan Wirya Sastrawan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract

Pulau Serangan bisa dikatakan sebagai satu-satunya hasil reklamasi terbesar di Bali yang memiliki berbagai daya tarik wisata seperti adanya Pura Sakenan sebagai salah satu Pura Dhang Khayangan, wisata pantai dan bahari, watersport, budidaya terumbu karang dan rumput laut serta budidaya penyu sehingga Pulau Serangan dikenal dengan sebutan “Pulau Penyu”. Tulisan dengan metode penulisan kualitatif deskriptif ini disajikan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan mitigasi bencana pada arsitektur dan lingkungan Pulau Serangan pascareklamasi. Hasil analisa didapatkan temuan bahwa wilayah yang paling padat ditinggali penduduk di Pulau Serangan adalah wilayah permukiman penduduk yang berada di sisi barat laut yang notabene wilayah yang paling aman namun tetap beresiko terjadinya bencana gempa disertai tsunami. Penerapan arsitektur dan lingkungan tanggap bencana, Pulau Serangan telah menerapkannya dengan baik terbukti dengan adanya Bangunan Tempat Evakuasi Sementara Tsunami (TES) sekaligus sehari-hari difungsikan sebagai Pasar Desa. Keberadaan TES Tsunami ini sangat vital baik dari sisi tata letak, kapasitas yang bisa ditampung serta sistem evakuasinya. Integrasi lingkungan terhadap keberadaan TES Tsunami ini perlu ditingkatkan seperti penempatan sistem petanda diperbanyak, penempatan zona greenbelt berupa hutan mangrove yang berhadapan dengan laut lepas serta penempatan bebatuan sebagai penahan gelombang air laut juga perlu diperbanyak sehingga dapat mereduksi kecepatan tsunami apabila terjadi sekaligus menjaga ekosistem laut dan darat.

References

Bali, T. (2016, Desember 9). Eco Resort Serangan Sedot 50.000 Tenaga Kerja, Januari 2017 Genjot Pembangunan. Retrieved from http://bali.tribunnews.com: http://bali.tribunnews.com/2016/12/09/eco-resort-serangan-sedot-50000-tenaga-kerja-januari-2017-genjot-pembangunan?page=all
Darmawan, I. G. (2018). Faktor-Faktor Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Ulayat Akibat Reklamasi di Pulau Serangan. Undagi, 6, 37-44.
Edyanto, C. H. (2011). Analisa Kebijakan Penataan Ruang Untuk Kawasan Rawan Tsunami di Wilayah Pesisir. Jurnal Teknologi Lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan Alam, 10.
Kompas. (2017, 4 14). Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik di Dunia. Retrieved from https://travel.kompas.com: https://travel.kompas.com/read/2017/04/14/200540027/bali.dinobatkan.sebagai.destinasi.wisata.terbaik.di.dunia
Lynch, K. (1975). The Image of The City. London: The MIT Press.
Sukawi. (2008). Menuju Kota Tanggap Bencana (Penataan Lingkungan Permukiman Untuk Mengurangi Resiko Bencana. Semarang: Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP.
Sutarja, I. N. (2015). Rencana Tempat Evakuasi Sementara (TES) Pada Kawasan Rawan Bencana Tsunami Provinsi Bali. Denpasar: Universitas Udayana.
Wikantari, R. (2017). Model tata Ruang dan Bangunan Tanggap Bencana di Pulau Kecil Kasus Pulau Samalona, Makassar. Makassar: Universitas Hassanuddin.
Published
2020-11-23
Section
Articles
Abstract viewed = 136 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 89 times