ASPEK MOLEKULER MALARIA BERAT

  • Putu Indah Budi Apsari Universitas Warmadewa

Abstract

Malaria adalah salah satu dari penyakit yang mengancam jiwa di dunia, lebih dari jutaan manusia setiap tahun. Plasmodium palcifarum adalah parasit malaria yang paling sering menyebabkan penyakit yang berat. Beberapa menit setelah parasit ditransmisikan ke dalam tubuh manusia lewat gigitan nyamuk (dalam bentuk sporozoit) parasit menginvasi sel hepatosit tempat parasit dapat memperbanyak diri dengan cepat. Ribuan merozoit keluar dari hepar kemudian menginvasi sel darah merah. Pada malaria berat terjadi proliferasi parasit di dalam sel darah merah kemudian seldarah merah terinfeksi melekat pada lapisan endotel (cytoadherence) dan melekat pada sel darah merah yang tidak terinfeksi (rosetting). Pengetahuan tentang aspek molekuler malaria berat dapat membantu para peneliti dan klinisi dalam rangka mengurangi morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh malaria berat. Keyword: malaria berat, molekuler, Plasmodium

References

Bousema, T. and Drakeley, C. (2011) ‘Epidemiology and infectivity of Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax gametocytes in relation to malaria control and elimination’, Clinical Microbiology Reviews, 24(2), pp. 377–410. doi: 10.1128/CMR.00051-10.

Buffet, P. A. et al. (2011) ‘The pathogenesis of Plasmodium falciparum malaria in humans: Insights from splenic physiology’, Blood, 117(2), pp. 381–392. doi: 10.1182/blood-2010-04-202911.

Claessens, A. et al. (2014) ‘Generation of Antigenic Diversity in Plasmodium falciparum by Structured Rearrangement of Var Genes During Mitosis’, PLoS Genetics, 10(12). doi: 10.1371/journal.pgen.1004812.

Cowman, A. F. and Crabb, B. S. (2006) ‘Invasion of red blood cells by malaria parasites’, Cell, 124(4), pp. 755–766. doi: 10.1016/j.cell.2006.02.006.

Francis, S. E., Sullivan, D. J. and Goldberg, and D. E. (1997) ‘HEMOGLOBIN METABOLISM IN THE MALARIA PARASITE PLASMODIUM FALCIPARUM’, Annual Review of Microbiology, 51(1), pp. 97–123. doi: 10.1146/annurev.micro.51.1.97.

Hviid, L. and Jensen, A. T. R. (2015) PfEMP1 - a parasite protein family of key importance in plasmodium falciparum malaria immunity and pathogenesis, Advances in Parasitology. Elsevier Ltd. doi: 10.1016/bs.apar.2015.02.004.

Petter, M. and Duffy, M. F. (2015) ‘Antigenic variation in plasmodium falciparum’, Results and Problems in Cell Differentiation, 57, pp. 47–90. doi: 10.1007/978-3-319-20819-0_3.

Wahlgren, M., Goel, S. and Akhouri, R. R. (2017) ‘Variant surface antigens of Plasmodium falciparum and their roles in severe malaria’, Nature Reviews Microbiology, 15(8), pp. 479–491. doi: 10.1038/nrmicro.2017.47.

World Health Organization. 2017 https://www.who.int/malaria/en/(diakses 28 Januari 2019).

Published
2019-03-26
Section
Articles
Abstract viewed = 52 times
Untitled (Bahasa Indonesia) downloaded = 154 times