Indonesia Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengembangkan Wisata Pantai Tabanio Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

Authors

  • Rizqita Shelin Ayudia Banjarmasin South Kalimantan
  • Tomi Oktavianor Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/pi.10.2.2025.133-141

Keywords:

community empowerment, community based tourism, tabanio beach

Abstract

Community-based tourism is a tourism management concept that prioritizes active community participation with the aim of providing welfare for them while maintaining environmental quality, and protecting their social and cultural life. The purpose of this research is to conduct an analysis of community empowerment in developing Tabanio beach tourism in Tanah Laut Regency, South Kalimantan. The type of research used is descriptive qualitative with in-depth interview techniques. The research instrument is the researcher with informants consisting of; Head of Tourism Office, Village Head, Village community, Pokdarwis Tabanio Beach, and visitors. The results of the study indicate that; community empowerment in developing tourism in Tabanio Beach at 1) the awareness and behavior formation stage towards conscious behavior and requiring increased self-capacity has not been implemented properly or optimally, 2) the transformation stage of abilities in the form of knowledge insight, skills, basic skills has not been implemented properly or optimally, 3) the stage of increasing intellectual abilities, skills, skills has never been implemented. Thus, community empowerment in developing Tabanio beach tourism in Tanah Laut Regency, South Kalimantan has not been implemented optimally. Therefore, the role of related parties is further enhanced, so that community empowerment in developing Tabanio Beach tourism in Tanah Laut Regency can run well and optimally.

References

Herdiana, D. (2019). Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jumpa, 6(1), 63–86.

Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama.

Manurung, S.S., Rahmayani, A. (2022). Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Di Objek Wisata Tangkahan. TOBA (Journal of Tourism, Hospitality and Destination). Vol. 1 No. 3 (Agustus 2022) Hal. 141-147.

Gama, Z.P., Yanuwiadi, B., Kurniawan, N., & Parmawati, R. (2018). Pemetaan Potensi dan Strategi Pengembangan Perkampungan Sungai Wain Kelurahan Karang Joang Sebagai Desa Wisata Klaster Pendamping Pariwisata Berkelanjutan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di Balikpapan. Journal Of Innovation And Applied Technology, 4(2), Hal.789–794.

Hannaji, N. 2022 ”Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengembangkan Pariwisata di Desa Wisata Bayan.” Journal Of Responsible Tourism. Vol. 2 No. 1. 151-159.

Sinaga, K., Nasution, M. A., & Dewi, A. T. (2021). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik, 8(1), 79–90.

Santoso, A. A.P. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Wisata di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan), 7(November), 33–48

Simamora, A.L.Br., Rangkuti, Z.A., (2024). Evaluasi Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Pengembangan Desa Wisata di Nagori Karang Anyar Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 62-73.

Sulistiyani, (2014). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Sumodingningrat, G. (2014). Menuju Ekonomi Berdikari. Jogjakarta. Media Pressindo.

Miles, M.B., & Huberman, A. M, An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis. Sage Publication. London, 2014.Freire, P. (1972). Pedagogy of the Oppresed, Trans. Penguin Book.

De Lima, Y.A., Prakoso, A.A., (2019). Identifikasi faktor internal dan external yang menjadi penghambat dan pendorong dalam pengembangan pantai Natsepa dengan pendekatan Community-based Tourism. BARISTA: Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata. Volume 6 Nomor 2, 2019: Hal: 49-65.

Agung, N.P., Wibowo, A., Widiyanto. (2024). Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaliboto oleh Kaliboto Green Institute Melalui Program Integrated Farming System dalam Pencapaian SDG’s. Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies: Conference Series Vol. 2 No. 1 (2024). Hal. 28-39.

Anarta, F & Darwis, R.S. (2024). Pentingnya Partisipasi Masyarakat Sebagai Bagian Dari PAriwisata Berbasis Masyarakat Dalam Mengembangkan Desa Wisata. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal: 212-220.

Chaplin, J. P., 1997. Kamus Lengkap Psikologi . Penerjema Kartini Kartono. Cet 1. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Robbins. (2000). Keterampilan Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Mulyana, Y. (2023). Strategi pengembangan desa wisata berbasis budaya di desa Rancakalong Kabupaten Bandung. Jurnal PAPATUNG: Vol. 6 No.1 Tahun 2023. Hal.68-80.

Maulana, R.F., Asmawi, M.R., Utami. P. (2022). Faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang. Jurnal Kewarganegaraan. Vol. 6 No. 3 Oktober 2022. Hal. 6297-6301.

Suherman, E., Pramudiana, I.D., Roekminiati, S., Widyawati. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Pada Wisata Sontoh Laut Asemrowo Kota Surabaya. Jurnal Inovasi Sektor Publik Volume 4, Nomor 2, 2024. Hal. 85-101.

Natalia, N., Mardhalena, A. Ningtias, K. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Desa Bidang Pendidikan di Desa Begori Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Publika, Jurnal Ilmu Administrasi Publik. Vol. 1, No. 1 Juni 2023. Hal. 1-19.

Wahyuni, D. (2018). Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 9(1), 83- 100

Published

2025-12-01

Issue

Section

Articles