Legal Protection for the Security and Safety of Tourists Visiting Tourist Destinations in Raja Ampat Regency
DOI:
https://doi.org/10.22225/jhp.13.2.2026.178-186Keywords:
legal protection, tourist security and safety, tourism law, tourism destinationsAbstract
Raja Ampat Regency is one of Indonesia’s leading marine tourism destinations, attracting both domestic and international tourists. The high level of tourism activities in this region has created a need for legal protection concerning the security and safety of tourists. This study aims to analyze the legal framework governing the protection of tourist security and safety in tourism destinations in Raja Ampat Regency, as well as the responsibilities of local government and tourism business operators in ensuring tourist security and safety. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The analysis is conducted through a qualitative normative examination of laws and legal concepts related to tourist protection. The findings indicate that legal protection for tourists is regulated under Law Number 10 of 2009 concerning Tourism, Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, and Raja Ampat Regency Regional Regulation Number 6 of 2021 concerning the Regional Tourism Development Master Plan. The local government is responsible for regulating, supervising, and fostering tourism activities, while tourism business operators are obligated to implement safety standards and provide protection for tourists. However, the implementation of these regulations still faces challenges, particularly due to inadequate supervision and the suboptimal application of safety standards. Therefore, strengthening regulations and supervisory mechanisms is necessary to ensure effective legal protection for tourists.
References
Adipatni, S. A. D. (2018). Perlindungan hukum terhadap wisatawan yang mendapat perlakuan diskriminatif [Tesis magister, Universitas Udayana].
Ariyanto, I., Dwisvimiar, D., & Arifinal. (2022). Kepastian hukum terhadap lelang eksekusi hak tanggungan terkait gugatan perbuatan melawan hukum dari debitur pemberi hak. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 9(2), 469.
Asmaradana, I. M. P., Sugiartha, I. N., & Suryani, L. P. (2025). Perlindungan hukum dan keamanan wisatawan pada destinasi pariwisata di Pantai Kuta Badung. Jurnal Analogi Hukum, 7(1), 48–53.
Atong, P. (2025). Raja Ampat dalam persimpangan: Dilema pembangunan berbasis tambang dan pariwisata berkelanjutan. FOKUS: Publikasi Ilmiah Universitas Kapuas Sintang, 23(2), 365.
Batam Tourism Polytechnic. (2025). National Geographic memilih Raja Ampat sebagai “best places in the world to travel 2025”. https://btp.ac.id/natgeomemilih-raja-ampat-sebagai-bestplaces-in-the-world-to-travel2025-pesona-surga-tersembunyiindonesia/
Benuf, K., & Azhar, M. (2020). Metodologi penelitian hukum sebagai instrumen mengurai permasalahan hukum kontemporer. Jurnal Gema Keadilan, 7(1), 25.
Brata, I. M. A., Dewi, C. I. D. L., & Ahmad, K. (2023). Legal regulation in tourism development without discrimination. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 4(11), 2068–2075. https://doi.org/10.59141/jist.v4i11.789
Budiharto, H., Pramono, N., & Nurhayati, I. (2008). Perlindungan hukum bagi pengunjung objek wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada].
Gani, Z. B., Arisandi, D. A. D. N., & Apriani, A. (2024). Implementasi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan sebagai dasar pedoman dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Journal of Law and Nation (JOLN), 3(3), 575.
Hadi, A. S. (2020). Analisis faktor kenyamanan dan ketergantungan mahasiswa pada smartphone yang mengakibatkan stres. Jurnal Bisnis Darmajaya, 6(2), 40.
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Bina Ilmu.
Hilmanudin, S. P. (2022). Perlindungan hukum terhadap wisatawan pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut [Tesis magister, UIN Sunan Gunung Djati Bandung].
Julyano, M., & Sulistyawan, A. Y. (2019). Pemahaman terhadap asas kepastian hukum melalui konstruksi penalaran positivisme hukum. Crepido, 1(1), 13.
Kaltsum, U., et al. (2025). Peran hukum dalam menjaga keadilan dan ketertiban di masyarakat. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(5), 7571.
Kemenparekraf RI. (2021). Pariwisata berkelanjutan sebagai upaya penguatan destinasi wisata pasca pandemi di Desa Ekowisata Pancoh Sleman Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 33.
Kusnadi, N. (2011). Analisis penerapan teori perlindungan hukum dalam sengketa tata usaha negara. Jurnal Hukum Academia, 7, 30.
Lie, T. M., Rusmini, & Lestariningsih, T. (2024). Jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung pada destinasi wisata. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(1), 87–99.
Manuhutu, F., Rediyasa, I. W., & Pricilia, J. (2024). Analisis peraturan Undang-Undang Kepariwisataan Republik Indonesia. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4), 14174.
Mustika, Y., & Andre, A. (2022). Pertanggungjawaban atas kecelakaan wisatawan di destinasi wisata dari segi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 [Tesis magister, Universitas Pelita Harapan].
Paulson, B. L., & Paulson, S. L. (2006). Statutory lawlessness and supra-statutory law. Oxford Journal of Legal Studies, 26(1).
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. (2023). Letak dan kondisi geografis Kabupaten Raja Ampat. https://rajaampatkab.go.id
Permadi, R. W. A., et al. (2020). Konseptualisasi destinasi wisata pintar. Tornare: Journal of Sustainable Tourism Research, 2(1), 7.
Primantara, P. I. (2015). Perlindungan hukum terhadap wisatawan dalam pasokan jasa pariwisata oleh biro perjalanan wisata [Tesis magister, Universitas Udayana].
Putri, S. K. (2023). Perlindungan hukum terhadap wisatawan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jurnal HAK, 1(1), 23–24.
Rajasa, A., & Suhartono, S. (2023). Kepastian hukum pendaftaran tanah secara sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Madiun. Yustisia Merdeka, 9(1), 40.
Sanjaya, I. P. A., Dewi, A. A. S. L., & Suryani, L. P. (2022). Perlindungan hukum wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata berisiko tinggi di Bali. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(2), 371–376.
Saptadi, J. D., Arianto, M. E., & Rifai, M. (2022). Studi sarana prasarana keselamatan dan keamanan wisatawan pada destinasi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Baron tahun 2021. Jurnal Formil KesMas Respati, 7(2), 132–147.
Setiawaty, D. F. (2023). Perlindungan hukum terhadap keselamatan wisatawan jika terjadi kecelakaan di Kabupaten Pandeglang. SENASKAH, 1, 69–78.
Suharto. (2016). Studi tentang keamanan dan keselamatan pengunjung hubungannya dengan citra destinasi (studi kasus Gembira Loka Zoo). Media Wisata, 14(1), 287–304.
Tim Detik Sulsel. (2024, March 2). 4 hal diketahui soal kebakaran kapal pesiar di Raja Ampat. https://news.detik.com/berita/d-7221458/4-hal-diketahui-soal-kebakaran-kapal-pesiar-di-raja-ampat
Untari, N. P. A. S. M. (2025). Kepastian hukum bagi wisatawan terkait standar pelayanan pariwisata berdasarkan hukum pariwisata di Indonesia. Jurnal ISO, 5(1), 45–58.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Johannes Ibrahim Kosasih, Ni Komang Arini Styawati, Majid Majid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






