Legal Politics of Spatial Utilization for Residential Areas in the Regional Spatial Plan Regulation of Bima City (2021-2024)
DOI:
https://doi.org/10.22225/jhp.13.1.2026.17-27Keywords:
law enforcement, legal politics, residential areas, regional spatial plan, spatial utilizationAbstract
This study aims to examine the extent to which the regulation of residential areas and the enforcement of spatial utilization laws are implemented under the Bima City Regional Spatial Plan (RTRW) for the period 2021–2024, to identify obstacles in its implementation, and to formulate more effective spatial planning policy recommendations. The main issue addressed in this research concerns the inconsistency between actual land use and the spatial designation stipulated in the RTRW, as well as the weak enforcement of spatial planning regulations in residential areas. This study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data sources consist of primary legal materials in the form of regional regulations governing the Bima City RTRW and other related legislation, as well as secondary legal materials derived from scholarly literature and relevant policy documents. Data were analyzed using qualitative methods through normative interpretation of legal provisions and their implementation in practice. Although regulatory frameworks exist, enforcement of residential spatial utilization remains ineffective. The main obstacles identified include weak supervisory mechanisms, limited institutional capacity, low public awareness and understanding of spatial planning regulations, and the influence of political factors in the law enforcement process. This study recommends enhancing public dissemination of the RTRW, strengthening the capacity and coordination of law enforcement authorities, and applying firm and consistent sanctions for spatial planning violations. It underscores the importance of strengthening spatial planning legal politics to balance residential development and sustainable urban management in Bima City.
References
Arba, H. M. (2019). Hukum tata ruang dan tata guna tanah: Prinsip-prinsip hukum perencanaan penataan ruang dan penatagunaan tanah. Sinar Grafika.
Ariaoktafiani, P. (2024). Strategi berkelanjutan untuk transformasi permukiman kumuh di kawasan pesisir Tanjungmas Semarang. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 9(5), 456–467.
Darmawati, Saleh, C., & Hanafi, I. (2015). Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 4(2), 378–384. https://doi.org/10.33366/jisip.v4i2.118
Despica, R. (2014). Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Tata Ruang Daerah untuk Pembangunan Wilayah Kota Padang. Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi, dan Pendidikan Geografi, 2(2). https://doi.org/10.22202/js.v1i2.1577
Febriansyah, R., Priyanta, M., & Zulkarnain, I. (2025). Tinjauan hukum penetapan peraturan kepala daerah tentang RDTR. Jurnal Bedah Hukum, 9(1), 19–40.
Ginting, E. F. (2021). Perubahan hukum penataan ruang dalam UU Cipta Kerja. Jurnal Rechtsvinding, 10(1), 1-18. Jurnal Rechtsvinding, 10(1), 1–18.
Hakim, D. A., Priyanta, M., & Zulkarnain, I. (2021). Problematika penataan ruang kawasan pesisir. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(3), 743–765. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3130
Hasni. (2008). Hukum penataan ruang dan penatagunaan tanah dalam konteks UUPA-UUPR-UUPLH. Rajawali Press.
Hastri, E. D., Rachman, A. M. I., & Shafarinda, R.Perkotaan, R. W. (2022). Sanksi hukum dalam pengendalian pemanfaatan ruang daerah permukiman melalui perizinan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah perkotaan. Jurnal Jendela Hukum, 9(1), 64-80.
Jazuli, A. (2017). Penegakan Hukum Penataan Ruang dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 6(2), 263–282. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/156
Junef, M. (2017). Penegakan Hukum dalam Rangka Penataan Ruang Guna Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(4), 373–390. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.373-390
Krisandriyana, M., Astuti, W., & Fitriani, E. (2019). Faktor yang mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh di Surakarta. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, 1(1), 24–33.
Kristiyanto, E. N. (2020). Kedudukan kearifan lokal dan peranan masyarakat dalam penataan ruang di daerah. Jurnal Rechtsvinding, 9(2), 159–176.
Kultsum, U. (2023). Pengendalian pemanfaatan ruang dalam perspektif hukum tata ruang. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, Dan Agraria, 3(1), 45–62.
Kurnia Lestari, S., & Ahmad, S. (2024). Investment climate and ease of doing business in Indonesia after the issuance of the Job Creation Law (Juridical analysis on the implementing regulations on the use of space). Journal of Law, Politic and Humanities, 4(6), 2055–2066. https://doi.org/10.38035/jlph.v4i6.608
Kurniati, N. (2014). Pemenuhan Hak atas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang Layak dan Penerapannya Menurut Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Indonesia. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 1(1), 79–97. https://doi.org/10.22304/pjih.v1n1.a5
Mahfud MD, M. (2020). Politik hukum di Indonesia. Rajawali Pers.
Mardiansjah, F. H., & Rahayu, P. (2021). Urban land use change and its implication in urban flooding in greater Semarang metropolitan area. Environment and Urbanization ASIA, 12(1), 125–142. https://doi.org/10.1177/0975425321990617
Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.
Muchtasar, R., Ilham, & Yusuf, H. (2023). Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam penyelenggaraan perumahan di Kelurahan Anduonohu Kota Kendari. Halu Oleo Law Review, 7(2), 167–178.
Nasution, B. J. (2008). Metode penelitian ilmu hukum. Mandar Maju.
Nugroho, S. (2022). Tantangan implementasi kebijakan tata ruang di Kota Surakarta. Jurnal Studi Kebijakan, 14(2), 88–100.
Oktiana, U. N., Waluyo, W., & Nugroho, A. (2020). Pelaksanaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Jurnal Discretie?: Pangan Pertanian Berkelanjutan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan. 1(1), 16–24.
Pambudhi, H. D., & Ramadayanti, E. (2020). Menilai Kembali Politik Hukum Perlindungan Lingkungan d alam U ndang- U ndang Cipta Kerja u ntuk Mendukung Keberlanjutan Ekologis. 297–322.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6633).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6624).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2019 tentang Tata Cara Peran Masyarakat dalam Perencanaan Tata Ruang di Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 213).
Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bima Tahun 2024-2044.
Priyanta, M., & Zulkarnain, I. (2024). Politik hukum penataan ruang pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(1), 1–24.
Rahman et al. (2022). Implementasi Hukum Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahar Perumahan Di Kabupaten Jeneponto. Indonesian Journal of Criminal Law, 4(1), 94-111. 4(1), 94–111.
Rahmawati, D. F. N. (2024). Konsep hukum tata ruang dalam pemikiran hukum positif Indonesia. SYARIAH: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 342–350.
Ridwan, J., & Sodik, A. (2021). Hukum tata ruang dalam konsep kebijakan otonomi daerah. Nuansa Cendekia.
Rosana, M., & Pasundan, U. (2018). BERWAWASAN LINGKUNGAN DI INDONESIA. 1(1), 148–163.
Sari, D. A. A. (2019). Integrasi Tata Kelola Kebijakan Pembangunan Kelautan Berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(2), 147–162. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/320
Sinaga, E. J. (2020). Formulasi insentif dan disinsentif dalam penataan ruang. Pandecta: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 15(2), 189–203.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Solihah et al. (2018). Partisipasi publik dalam penataan ruang kawasan perkotaan di idonesia. 04(02), 145–159. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v2i2.xxxxx
Subekti, D. P. E., & Rohmadiani, L. D. (2020). Dampak keberadaan zona industri terhadap permukiman. Jurnal Planoearth, 5(2), 124–128.
Sudarwanto, A. S., & Kharisma, D. B. (2020). Omnibus Law dan Izin Lingkungan dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(1), 109–121. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v9i1.411
Sumarja et al. (2021). Problematika perlindungan lahan pertanian berkelanjutan pasca undang-undang cipta kerja. Sasi, 27(4), 493-503. 27(28), 493–503. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i4.562
Susilo, K., & al., et. (2022). Analisis kesesuaian penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Cimahi Selatan sebagai rekomendasi arahan pola ruang permukiman. CR Journal, 8(2), 145–160.
Sutaryono, Setiadji, & Ciptaningrum, Y. I. R. (2021). Pengendalian pemanfaatan ruang dalam pembangunan berkelanjutan. Yogyakarta: STPN Press.
Tarigan, B. M. H., Putri, R. M., & Budhiartie, A. (2021). Permasalahan Penataan Ruang di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Tata Ruang. Mendapo: Journal of Administrative Law, 2(1), 11–21. https://doi.org/10.22437/mendapo.v2i1.11448
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5188).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856).
Vikriandi, I. (2020). Perubahan Fungsi Lahan Pertanian menjadi Perumahan dan Dampaknya terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat. 11, 52–57.
Wahid, A. M. Y. (2016). Pengantar Hukum Tata Ruang. Prenadamedia Group. https://books.google.com/books/about/Pengantar_Hukum_Tata_Ruang.html?id=8KdADwAAQBAJ
Wahyudi, I., & al., et. (2023). Kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap pola ruang pada Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. COMPACT: Spatial Development Journal, 2(2), 94–99. https://doi.org/10.35718/compact.v2i2.914
Waskito, & Arnowo, H. (2017). Pertanahan, Agraria, dan Tata Ruang. Kencana (Prenadamedia Group). https://books.google.com/books/about/Pertanahan_Agraria_dan_Tata_Ruang.html?id=Mje2DwAAQBAJ
Waskito, & Arnowo, H. (2019). Penyelenggaraan pendaftaran tanah di Indonesia. Prenadamedia Group.
Widiasih. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Rencana Penataan Ruang Kawasan Industri Nambo. Jurnal Hukum Positum, 7(2), 294-313. 7(2), 294–313.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Mustamin, Taufik Firmanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






