ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PADA SENDERAN PURA BANGKAK, DESA SIBETAN, KARANGASEM

Authors

  • I Putu Deny Surastika Aditama Universitas Warmadewa
  • IMA Bhaskara Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.22225/jad.5.2.2025.29-39

Keywords:

dinding penahan tanah, geoteknik, Pura Bangkak, Dinding Penahan Tanah

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pura Bangkak, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai upaya mengatasi permasalahan ketidakstabilan dinding tanah pada area parkir pura yang memiliki ketinggian ±3 meter dan panjang ±50 meter tanpa struktur penahan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan dan keberlanjutan fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pengukuran geometri, pengujian tanah (SPT, kadar air, dan permeabilitas), serta pemetaan topografi menggunakan drone untuk memperoleh data kontur secara akurat. Berdasarkan hasil analisis, disusun desain teknis dinding penahan tanah berbahan beton bertulang dengan sistem drainase yang sesuai dengan karakteristik geoteknik setempat. Kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta deteksi dini kerusakan dinding penahan tanah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menjaga infrastruktur sederhana, terciptanya desain teknis yang aplikatif, serta penguatan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.

References

[1] Putra, I. D. G., Dewi, N. P. S., & Sugiarta, I. M. (2021). Kajian stabilitas lereng pada daerah berbukit di Karangasem, Bali. Jurnal Teknik Sipil Nusantara, 10(1), 55–63.

[2] Wardana, I. M., & Sudiarta, I. W. (2021). Pemetaan potensi gerakan tanah di wilayah Bali bagian timur menggunakan metode overlay SIG. Jurnal Geografi Indonesia, 3(1), 27–36.

[3] Muntohar, D. (2020). Studi pengaruh tekanan air pori terhadap stabilitas lereng tanah lempung. Jurnal Mekanika Tanah Indonesia, 22(2), 89–98.

[4] Rahardjo, H., et al. (2020). Effects of rainfall infiltration on slope stability in tropical regions. Geotechnical Engineering Journal, 51(4), 223–234.

[5] Rahardjo, H., Santoso, A., & Tohari, A. (2020). Peran vegetasi dalam peningkatan stabilitas lereng di daerah tropis. Geotechnical Engineering Journal, 51(4), 223–234.

[6] Suryana, I. K., & Antara, I. G. (2022). Evaluasi sistem vegetatif terhadap kestabilan lereng di Kabupaten Gianyar dan Karangasem. Jurnal Keteknikan Sipil, 13(2), 99–108.

[7] Sukrawan, I. M., & Sudira, I. W. (2019). Analisis pengaruh akar pohon terhadap tekanan lateral tanah di daerah perbukitan Bali. Jurnal Rekayasa Sipil, 8(3), 145–154.

[8] Sutapa, I. M., & Mardiasa, I. W. (2023). Kajian geoteknik pada area pura di daerah lereng Bali: Studi kasus Pura Bukit Cemenggon. Jurnal Infrastruktur dan Kebencanaan, 4(1), 33–44.

[9] Pradnyana, I. G. N., et al. (2022). Analisis potensi dan kerentanan longsor di wilayah Kintamani, Bali. Jurnal Geomatika dan Lingkungan, 5(2), 87–96.

[10] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Peta risiko bencana longsor nasional tahun 2023. Jakarta: BNPB.

[11] Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2023). Data curah hujan ekstrem wilayah Bali tahun 2018–2023. Jakarta: BMKG.

[12] Utama, I. W., & Nugroho, S. (2020). Desain dan analisis dinding penahan tanah untuk mitigasi longsor di daerah pegunungan. Jurnal Mekanika Tanah dan Struktur, 7(2), 112–121.

[13] Bowles, J. E. (2001). Foundation analysis and design (6th ed.). New York: McGraw-Hill.

Published

2025-12-31