SOSIALISASI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI MATERPLAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DI DESA LEBIH, GIANYAR, BALI

Authors

  • I Kadek Merta Wijaya Warmadewa University
  • Dewa Ayu Nyoman Sriastuti Warmadewa University
  • Lilik Antarini Warmadewa University

DOI:

https://doi.org/10.22225/jad.5.2.2025.40-52

Keywords:

Desa Lebih, Ekowisata, Fasilitas Wisata, Masterplan, Sosialisasi

Abstract

Desa Lebih, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis alam dan budaya lokal. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam hal perencanaan fasilitas penunjang dan keterlibatan masyarakat serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ekowisata yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi pengembangan ekowisata melalui penyusunan masterplan fasilitas penunjang wisata bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya pengembangan fasilitas penunjang ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dan diskusi kelompok terarah/ focus group discussio (FGD), serta penyusunan masterplan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal serta masyarakat. Materi sosialisasi mencakup konsep dasar ekowisata, identifikasi potensi lokal, peran serta masyarakat, serta desain fasilitas yang sesuai dengan prinsip ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat, serta munculnya beberapa usulan konkret terkait pengembangan fasilitas seperti jogging track, lapangan mini soccer, tempat meditasi dan yoga, tempat even gathering,wedding, restoran, glamping, kolam renang dan pemandian air panas,water tubbing, information centre dan stand UMKM berbahan lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara warga, aparat desa, dan pelaku wisata dalam merancang rencana pengembangan fasilitas penunjang ekowisata berbasis potensi lokal untuk mendukung implementasi masterplan.Diharapkan melalui kegiatan ini, Desa Lebih dapat menjadi contoh desa wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, serta pendampingan berkelanjutan dalam proses perencanaan dan implementasi pengembangan ekowisata.

 

References

[1] Yoeti, O. A. (1962). Pengantar ilmu pariwisata. Bandung: Angkasa.

[2] Hasibuan, B., Ratnasari, L., & Gusdini, N. (2022). Perancangan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Jurnal Manajemen Dayasaing, 23(2), 81–89. https://doi.org/10.23917/dayasaing.v23i2.16096

[3] Nainggolan, D. M., & Kampana, I. M. A. (2015). Strategi pengembangan Pantai Sawangan sebagai daya tarik wisata Nusa Dua. Jurnal Destinasi Pariwisata, 3(2), 45–50.

[4] Vitasurya, V. R., Hardiman, G., & Sari, S. R. (2019). Adaptive space of Javanese traditional house in Brayut Tourism Village, Yogyakarta. Tataloka, 21(1), 170–179. https://doi.org/10.14710/tataloka.21.1.170-179

[5] Asmin, F. (2014). Ekowisata dan pembangunan berkelanjutan: Dimulai dari konsep sederhana. Padang: ASMIN Publishing.

[6] Wijaya, I. K. M., Mustika, N. W. M., Jawat, I. W., & Sriastuti, D. A. N. (2025). Pengembangan ekowisata berbasis hutan Desa Lebih dengan konsep Tri Hita Karana untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Abdi Daya, 5(1).

[7] Wijaya, I. K. M., & Nurwarsih, N. W. (2019). Sustainable tourism concept in redesigning zone-arrangement on Banyuwedang Hot Springs architecture. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 3(1). https://doi.org/10.31940/ijaste.v3i1.954

[8] Wijaya, I. K. M. (2020). Implementation of community-based ecotourism concept in Paksebali Tourism Village, Bali, Indonesia. Solid State Technology, 63(5). http://solidstatetechnology.us/index.php/JSST/article/view/5500

[9] Wijaya, I. K. M. (2021). Local and sustainable potential approaches in the design of a master plan architecture: Case study of Paksebali Tourism Village development, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosites, 36(2), 571–579. https://doi.org/10.30892/GTG.362SPL03-685

[10] Muhadjir, N. (2002). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi IV). Yogyakarta: Rake Sarasin.

[11] Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). California: Sage Publications.

[12] Jackson, L. A. (2023). Community-based tourism: A catalyst for achieving the United Nations Sustainable Development Goals One and Eight. Tourism and Hospitality, 6(1), 29. https://doi.org/10.3390/tourhosp6010029

[13] Scheyvens, R., Carr, A., Movono, A., Hughes, E., Higgins-Desbiolles, F., & Mika, J. P. (2021). Indigenous tourism and the Sustainable Development Goals. Annals of Tourism Research, 90, 103260. https://doi.org/10.1016/j.annals.2021.103260

[14] Pasanchay, K., & Schott, C. (2021). Community-based tourism homestays’ capacity to advance the Sustainable Development Goals: A holistic sustainable livelihood perspective. Tourism Management Perspectives, 37, 100784. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2020.100784

[15] Guerrero-Moreno, M. A., & Oliveira-Junior, J. M. (2024). Approaches, trends, and gaps in community-based ecotourism research: A bibliometric analysis of publications between 2002 and 2022. Sustainability, 16(7), 2639. https://doi.org/10.3390/su16072639

[16] Cossengue, P. R., Brea, J. F., & Tavares, F. O. (2024). The transformative power of ecotourism: A comprehensive review of its economic, social, and environmental impacts. Land, 14(8), 1531. https://doi.org/10.3390/land14081531

[17] Adebayo, A., Robinson, P., & Oriade, A. (2020). Community-based tourism. In Community-Based Tourism in the Developing World (pp. 98–112). Abingdon, UK: Routledge.

[18] Chan, J. K. L., Marzuki, K. M., & Mohtar, T. M. (2021). Local community participation and responsible tourism practices in ecotourism destination: A case of Lower Kinabatangan, Sabah. Sustainability, 13(23), 13302. https://doi.org/10.3390/su132313302

[19] Cobbinah, P. B. (2015). Contextualising the meaning of ecotourism. Tourism Management Perspectives, 16, 179–189. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2015.07.015

Published

2025-12-31