Edukasi Mitigasi Bencana Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat di Desa Jimbaran

Authors

  • Ariyana Basoka Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.22225/jad.5.1.2025.9-18

Keywords:

Jimbaran, Mitigasi, Gempa bumi

Abstract

Desa Jimbaran, yang terletak di bagian selatan Pulau Bali dan berbatasan langsung dengan Selat Bali serta Samudra Hindia, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Wilayah ini tidak hanya berpotensi terdampak tsunami, tetapi juga rawan gempa bumi akibat kedekatannya dengan zona pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia (megathrust). Kondisi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jimbaran mengenai potensi bencana dan langkah evakuasi yang tepat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung. Materi yang disampaikan meliputi potensi bencana di wilayah Bali selatan, prosedur mitigasi, serta strategi evakuasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pemberian kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Jimbaran mengenai kebencanaan sebesar 26.32%. Temuan ini menegaskan bahwa sosialisasi kebencanaan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah pesisir.

References

Pemerintah Provinsi Bali, “Kebijakan Pengelolaan Pariwisata Berbasis Budaya di Bali,” Bali, 2022.

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, “Laporan Perkembangan Pariwisata Kabupaten Badung Tahun 2023,” Badung, 2023.

Pemerintah Kabupaten Badung, “Profil Desa Jimbaran,” Badung, 2022.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung, “Jumlah Penduduk Kabupaten Badung Tahun 2016,” Badung, 2016.

N. N. Faiza, R. Fatimah, and Y. D. Haryanto, “Tsunami Wave Height Modelling Using Comcot Software Based On Maximum Earthquake Scenario In Bali Island,” Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika, vol. 9, no. 2, pp. 1–9, Aug. 2025.

F. I. Aksa, M. Ashar, and H. W. Siswanto, “Knowledge, attitude, and practices of tsunami-prone communities, Nias, Indonesia,” Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, vol. 16, no. 1, Sep. 2024, doi: 10.4102/jamba.v16i1.1639.

F. Halawa, M. A. Lasaiba, and J. Riry, “Manajemen Risiko Bencana Tsunami Berbasis Masyarakat di Kota Ambon,” Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti, vol. 1, no. 2, pp. 147–156, Aug. 2022, doi: 10.30598/jpguvol1iss2pp147-156.

I. A. Rizki, H. Bintoro, K. Nisa’, P. Rahman, A. Realita, and U. A. Deta, “Profile of Community Understanding and Literacy About Disaster Risk Mitigation: The Responses of Java South Coast Community Against Megathrust Earthquake and Tsunami Prediction,” GeoEco, vol. 8, no. 1, p. 62, Dec. 2021, doi: 10.20961/ge.v8i1.52902.

S. Wegscheider et al., “Generating tsunami risk knowledge at community level as a base for planning and implementation of risk reduction strategies,” Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 11, no. 2, pp. 249–258, Feb. 2011, doi: 10.5194/nhess-11-249-2011.

S. I. Widianingtyas, M. G. Lontoh, and Y. Kurniawaty, “Hubungan Perilaku Kesehatan (Pengetahuan) dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami,” Januari 2024 Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) |, vol. 4, no. 1, pp. 2024–2039, doi: 0.26740/ijok.v4n1.p15-22.

Published

2025-10-30