UJARAN KEBENCIAN TERHADAP SELEBGRAM AZIZAH SALSHA DI MEDIA SOSIAL TIKTOK: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK
DOI:
https://doi.org/10.22225/kulturistik.9.2.12631Keywords:
defamation, insults, provocation, semanticsAbstract
Hate speech on social media has become an increasingly troubling phenomenon in community life. The rapid development of information and communication technology has led to the faster and wider dissemination of hate speech, with significant impacts on both individuals and groups targeted. This study aims to analyze the forms and patterns of hate speech using forensic linguistic approaches, particularly through lexical and grammatical semantic analysis. The method used is documentation, employing techniques such as reading, note-taking, and classifying tweets considered to contain elements of hate speech on social media, especially TikTok, within the categories of defamation, libel, and provocation. The results show that the most prevalent form of hate speech is insult, followed by libel and provocation. The language used in hate speech often undergoes semantic modification to demean the dignity of individuals, with emphasis on affixation, reduplication, and compositional structures within grammatical frameworks. This research provides important contributions to the development of legal protection policies for victims of hate speech on social media.
References
Afal, W. (2022). Ujaran Kebencian Terhadap Aktor Arya Saloka di Media Sosial Twitter: Kajian Linguistik Forensik. Jurnal Sinestesia, 12(2), 435–444.
Akbar, D. B. R. (2022). Ujaran Kebencian (Hate Speech) Komentar dan Postingan dalam Twitter Ruhut Sitompul: Kajian Linguistik Forensik.
Arimi, S., & Adelawati, M. (2024). Kasus hukum Ahmad Dhani: Kajian linguistik forensik atas pencemaran nama baik. Suar Betang, 19(1), 127–139.
Azizah, N., Chandra, D. P., & Wahyuni, I. (2024). Ujaran Kebencian Pada Komentar Tiktok@ Officialrcti Terhadap Marisa Peserta X Factor Indonesia. Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 7(2).
Azis, S. A. (2014). Metafor dalam Surat Cinta Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP), 1(1), 31.
Azhar, A. F., dan Soponyono, E. (2020). Kebijakan Hukum Pidana dalam Pengaturan dan Penanggulangan Ujaran Kebencian. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Vol 2 No. 2 hlm. 275-290.
Ash-Shidiq, M. A. (2020). Ujaran Kebencian di Kalangan Pengguna Media Sosial di Indonesia: Agama dan Pandangan Politik. Automata, 1(2).
Bernadevi, R. (2011). Kata dan Gaya Bahasa pada Kolom “Pendidikan”: Studi Kasus pada Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Bulan Januari – Maret 2011. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
Christha Auli S, Renatha. (2023). Pasal 28 ayat (2) UU ITE 2024 yang Menjerat Penyebar Kebencian SARA. (diakses pada 16 Oktober 2024 pada alamat https://www.hukumonline.com/klinik/a/pasal-28-ayat-(2)-uu-ite-2024-yang-menjerat-penyebar-kebencian-sara-lt65a6950b71ccc/)
Djajasudarma, T. F. (1993). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco.
Furqan, D., Munirah, M., & Rosdiana, R. (2022). Analisis Bentuk Tuturan Kejahatan Berbahasa (Defamasi) dalam Sosial Media Youtube:(Kajian Linguistik Forensik). Jurnal Konsepsi, 11(2), 272–281.
Handayani, Nur., Johar Amir, dan Juanda. (2021). Kasus Hoaks Pandemi Covid-19: Suatu Tinjauan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 17 No. 2, hlm. 169 - 177.
Halid, R. (2022). Tindak tutur pelaku pecemaran nama baik di media sosial kajian linguistik forensik. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 441–458.
Halisa, N., Saleh, M., & Maman, M. (2024). Kejahatan Berbahasa dalam Media Sosial asa Pemilihan Presiden RI Tahun 2024 Berdasarkan Linguistik Forensik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 2543–2554.
Khasanah, U. (2025). Analisis Ujaran Kebencian Terhadap Prabowo pada Akun Kaskus@ fufufafa: Kajian Linguistik Forensik. Universitas Jambi.
Kuntarto, N. M. (2021). Selisik Linguistik Forensik penanganan konflik komunikasi. Elex Media Komputindo.
Kusno, A., Arifin, M. B., & Mulawarman, W. G. (2022). Pengungkapan Muatan Ujaran Kebencian Berdasarkan Kesukuan Pada Bahasa Sebagai Alat Bukti Hukum: Analisis Linguistik Forensik (Disclosure of Hate Speaking Based on Ethnicity on Language As Legal Evidence: Forensic Linguistic Analysis). Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 12(2), 235–251.
Leech, G. (1981). Semantics: The Study of Meaning (2nd ed.). Penguin Books.
Lestari, D., Firmansyah, D., & Solihat, I. (2023). Ujaran Kebencian Netizen pada Kolom Komentar di Instagram Bem Kbm Untirta Tahun 2022 (Kajian Linguistik Forensik). NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 4(3), 766–773.
Pastika, dkk. (2021). Linguistik Forensik Studi Kasus Teks Lintas Bahasa. Denpasar: Pustaka Larasan 2021.
Paramitha, J. C. (2022). Kajian Linguistik Forensik tentang Ujaran Kebencian Warganet dalam Bahasa Jawa terhadap Larangan Tradisi Mudik Lebaran di Media Sosial Instagram dari Sisi Pragmasemantik.
Putri, D. A., & Auliyah, I. (2024). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian Terhadap Ameena Hanna Nur Atta Di Media Sosial. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(1), 76–81.
Ramadani, F. (2021). Ujaran kebencian netizen Indonesia dalam kolom komentar Instagram selebgram Indonesia: Sebuah kajian linguistik forensik. Aksara, 22(1), 1–19.
Stepani, D., Sihombing, D. N., & Nadira, J. A. (2023). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian Terhadap Artis Tiara Andini Di Media Sosial Tiktok. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 2337–2344.
Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2022). Perundungan siber (cyberbullying) bermuatan penistaan agama di media sosial yang berdampak hukum: Kajian linguistik forensik. Semantik, 11(1), 17–32.
Wijidyatmika, I. P. L., Suandi, I. N., & Martha, I. N. (2023). Kejahatan dalam Berbahasa pada Akun Twitter@ CB: Kajian Linguistik Forensik. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra Dan Pendidikan, 8(1), 1–19.
Afal, W. (2022). Ujaran Kebencian Terhadap Aktor Arya Saloka di Media Sosial Twitter: Kajian Linguistik Forensik. Jurnal Sinestesia, 12(2), 435–444.
Akbar, D. B. R. (2022). Ujaran Kebencian (Hate Speech) Komentar dan Postingan dalam Twitter Ruhut Sitompul: Kajian Linguistik Forensik.
Arimi, S., & Adelawati, M. (2024). Kasus hukum Ahmad Dhani: Kajian linguistik forensik atas pencemaran nama baik. Suar Betang, 19(1), 127–139.
Azizah, N., Chandra, D. P., & Wahyuni, I. (2024). Ujaran Kebencian Pada Komentar Tiktok@ Officialrcti Terhadap Marisa Peserta X Factor Indonesia. Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 7(2).
Azis, S. A. (2014). Metafor dalam Surat Cinta Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP), 1(1), 31.
Azhar, A. F., dan Soponyono, E. (2020). Kebijakan Hukum Pidana dalam Pengaturan dan Penanggulangan Ujaran Kebencian. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Vol 2 No. 2 hlm. 275-290.
Ash-Shidiq, M. A. (2020). Ujaran Kebencian di Kalangan Pengguna Media Sosial di Indonesia: Agama dan Pandangan Politik. Automata, 1(2).
Bernadevi, R. (2011). Kata dan Gaya Bahasa pada Kolom “Pendidikan”: Studi Kasus pada Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Bulan Januari – Maret 2011. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
Christha Auli S, Renatha. (2023). Pasal 28 ayat (2) UU ITE 2024 yang Menjerat Penyebar Kebencian SARA. (diakses pada 16 Oktober 2024 pada alamat https://www.hukumonline.com/klinik/a/pasal-28-ayat-(2)-uu-ite-2024-yang-menjerat-penyebar-kebencian-sara-lt65a6950b71ccc/)
Djajasudarma, T. F. (1993). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco.
Furqan, D., Munirah, M., & Rosdiana, R. (2022). Analisis Bentuk Tuturan Kejahatan Berbahasa (Defamasi) dalam Sosial Media Youtube:(Kajian Linguistik Forensik). Jurnal Konsepsi, 11(2), 272–281.
Handayani, Nur., Johar Amir, dan Juanda. (2021). Kasus Hoaks Pandemi Covid-19: Suatu Tinjauan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 17 No. 2, hlm. 169 - 177.
Halid, R. (2022). Tindak tutur pelaku pecemaran nama baik di media sosial kajian linguistik forensik. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 441–458.
Halisa, N., Saleh, M., & Maman, M. (2024). Kejahatan Berbahasa dalam Media Sosial asa Pemilihan Presiden RI Tahun 2024 Berdasarkan Linguistik Forensik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 2543–2554.
Khasanah, U. (2025). Analisis Ujaran Kebencian Terhadap Prabowo pada Akun Kaskus@ fufufafa: Kajian Linguistik Forensik. Universitas Jambi.
Kuntarto, N. M. (2021). Selisik Linguistik Forensik penanganan konflik komunikasi. Elex Media Komputindo.
Kusno, A., Arifin, M. B., & Mulawarman, W. G. (2022). Pengungkapan Muatan Ujaran Kebencian Berdasarkan Kesukuan Pada Bahasa Sebagai Alat Bukti Hukum: Analisis Linguistik Forensik (Disclosure of Hate Speaking Based on Ethnicity on Language As Legal Evidence: Forensic Linguistic Analysis). Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 12(2), 235–251.
Leech, G. (1981). Semantics: The Study of Meaning (2nd ed.). Penguin Books.
Lestari, D., Firmansyah, D., & Solihat, I. (2023). Ujaran Kebencian Netizen pada Kolom Komentar di Instagram Bem Kbm Untirta Tahun 2022 (Kajian Linguistik Forensik). NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 4(3), 766–773.
Pastika, dkk. (2021). Linguistik Forensik Studi Kasus Teks Lintas Bahasa. Denpasar: Pustaka Larasan 2021.
Paramitha, J. C. (2022). Kajian Linguistik Forensik tentang Ujaran Kebencian Warganet dalam Bahasa Jawa terhadap Larangan Tradisi Mudik Lebaran di Media Sosial Instagram dari Sisi Pragmasemantik.
Putri, D. A., & Auliyah, I. (2024). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian Terhadap Ameena Hanna Nur Atta Di Media Sosial. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(1), 76–81.
Ramadani, F. (2021). Ujaran kebencian netizen Indonesia dalam kolom komentar Instagram selebgram Indonesia: Sebuah kajian linguistik forensik. Aksara, 22(1), 1–19.
Stepani, D., Sihombing, D. N., & Nadira, J. A. (2023). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian Terhadap Artis Tiara Andini Di Media Sosial Tiktok. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 2337–2344.
Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2022). Perundungan siber (cyberbullying) bermuatan penistaan agama di media sosial yang berdampak hukum: Kajian linguistik forensik. Semantik, 11(1), 17–32.
Wijidyatmika, I. P. L., Suandi, I. N., & Martha, I. N. (2023). Kejahatan dalam Berbahasa pada Akun Twitter@ CB: Kajian Linguistik Forensik. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra Dan Pendidikan, 8(1), 1–19.
Wulandari, N. (2023). Ujaran Kebencian Terhadap Selebgram Trisha Eungelica Sambo Di Media Sosial Instagram (Kajian Linguistik Forensik).









