PENERAPAN KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE ACCOUNTING DI DESA WISATA PELAGA (STUDI KASUS PADA KELOMPOK USAHA TANI ASPARAGUS)

  • I Gusti Bagus Ngurah Panji Putra Fakultas Ekonomi, Universitas Warmadewa
  • Gde Deny Larasdiputra Universitas Warmadewa

Abstract

Abstract The purpose of this research is to examine the application of the TBLA concept in Pelaga Tourism Village, with the asparagus farming group as the research subject. This study uses a survey method and all asparagus farmer groups are used as research respondents. The data collection techniques used are interview techniques and non-participant observation. The data obtained will be analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of this study are expected to be able to contribute ideas to related parties in this case is the asparagus farming group in Pelaga Tourism Village and Mertanadi Farmers Cooperative regarding the implementation of the TBLA concept in their business activities. The translation of the three pillars of the Triple Bottom Line Accounting concept of planets, people, and profits has been translated into statement points on the questionnaire instrument. Based on the discussion of the results that have been described above both quantitatively and qualitatively, it can be concluded that the application of the triple bottom line accounting concept in Pelaga Tourism Village (case study in the asparagus farming group) in general can be concluded to have gone well. Keywords: Triple Bottom Line Accounting, Asparagus Farmers Group Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji penerapan konsep TBLA di Desa Wisata Pelaga, dengan kelompok usaha tani asparagus sebagai subjek penelitiannya. Penelitian ini menggunakan metode survey dan seluruh kelompok tani asparagus digunakan sebagai responden penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi non partisipan. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran kepada pihak terkait dalam hal ini adalah kelompok usaha tani asparagus di Desa Wisata Pelaga serta Koperasi Tani Mertanadi terkait implementasi konsep TBLA dalam aktivitas bisnis mereka. Penjabaran ketiga pilar dari konsep Triple Bottom Line Accounting yakni planet, people, dan profit telah dijabarkan menjadi poin-poin pernyataan pada instrumen kuesioner. berdasarkan pembahasan hasil yang telah dipaparkan diatas baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep triple bottom line accounting di desa wisata pelaga (studi kasus pada kelompok usaha tani asparagus) secara umum dapat disimpulkan telah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Triple Bottom Line Accounting, Kelompok Usaha Tani Asparagus

References

Elkington, J. (1998). ACCOUNTING FOR THE TRIPLE BOTTOM LINE. Measuring Business Excellence, 2(3), 18–22. Retrieved from https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/eb025539/full/html

Foran, B., Lenzen, M., Dey, C., & Bilek, M. (2005). Integrating sustainable chain management with triple bottom line accounting. Ecological Economics, 52(2), 143–157. Retrieved from https://ideas.repec.org/a/eee/ecolec/v52y2005i2p143-157.html

Hijauku. (2019). Ekonomi Hijau, Ekonomi Berkeadilan Sosial. Retrieved from http://www.hijauku.com/2012/01/01/ekonomi-hijau-ekonomi-berkeadilan-sosial

Ilma, A. F. N. (2014). Blue Economy : Kesimbangan Perspektif Ekonomi dan Lingkungan. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 14(1). Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/jiep/article/view/2112

Lako, A. (2015). Green Economy: Menghijaukan Ekonomi, Bisnis, & Akuntansi. Jakarta: Erlangga.

Nasional kompas. (2017). alasan para petani kendeng rela mencor kaki di depan istana negara. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2017/03/19/20014381/alasan.para.petani.kendeng.rela.mencor.kaki.di.depan.istana.negara

Pratiwi, K. R. I., Pascarani, N. N. D., & Winaya, I. K. (2016). Evaluasi Pelaksanaan Program One Village One Product (OVOP) dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Citizen Charter, 1(1), 1–9. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/citizen/article/view/23401

S, M. J., & Arifah, D. A. (2006). Pengaruh Dorongan Manajemen Lingkungan, Manajemen Lingkungan Proaktif Dan Kinerja Lingkungan Terhadap Public Environmental Reporting. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang. Retrieved from https://smartaccounting.files.wordpress.com/2011/03/k-akpm27.pdf

Sembiring, E. R. (2005). Karakteristik Perusahaan Dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial: Study Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta. SNA VIII Solo. Retrieved from http://mahasiswa.dinus.ac.id/docs/skripsi/jurnal/12943.pdf

Swa.co.id. (2019). Triple Bottom Line Lebih Dari Sekadar Profit. Retrieved from https://swa.co.id/swa/my-article/triple-bottom-line-lebih-dari-sekadar-profit

Wahyudin, D. (2016). Strategi Konsep Ekonomi Hijausebagaisuistainable Development Goalsdi Indonesia. Prosiding Seminar STIAMI, 3(1), 34–45. Retrieved from https://docplayer.info/31258464-Strategi-konsep-ekonomi-hijau-sebagai-suistainable-development-goals-di-indonesia.html

Wilson, J. P. (2015). The triple bottom line : Undertaking an economic, social, and environmental retail sustainability strategy. International Journal of Retail & Distribution Management, 43(4), 432–447. Retrieved from https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/IJRDM-11-2013-0210/full/html?fullSc=1

Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung.

Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Published
2020-01-02
How to Cite
Putra, I. G. B. N. P., & Larasdiputra, G. D. (2020). PENERAPAN KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE ACCOUNTING DI DESA WISATA PELAGA (STUDI KASUS PADA KELOMPOK USAHA TANI ASPARAGUS). KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 11(2), 129-136. https://doi.org/10.22225/kr.11.2.1419.129-136
Abstract viewed = 174 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 150 times