Regulasi Penyelenggaraan Polis Digital dalam Kerangka Perlindungan Hukum Bagi Perusahaan Asuransi dan Nasabah

Authors

  • Kadek Ary Purnama Dewi Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/jph.6.2.2025.245-254

Keywords:

customer, digital policy, insurance company

Abstract

Law Number 40 of 2014 concerning Insurance does not provide a definition of an insurance policy nor regulate the use of electronic or digital policies. In this context, the Financial Services Authority (OJK) holds the authority to establish a sound financial industry and to protect individuals who utilize insurance services. This study aims to identify and analyze the legal obligations of insurance companies in implementing digital policies and in providing protection for insurance customers under such policies. The research employs a normative legal method, focusing on the study of laws and regulations relevant to the issue. The findings indicate that the legal obligations of insurance companies in implementing digital policies are stipulated in the Regulation of the Financial Services Authority of the Republic of Indonesia Number 8 of 2024, which mandates that Insurance Companies or Sharia Insurance Companies must provide access for Policyholders, Insured Parties, or Participants to obtain and/or print copies of their Insurance Policies. Furthermore, when the Insurance Policy is issued and delivered in electronic form, the company is prohibited from requiring a printed version of the policy as part of the claim submission documents. Regarding the legal protection of insurance customers in digital policies, OJK is authorized to provide such protection by implementing preventive measures to avoid consumer losses, including safeguarding customers who use electronic or digital policies. Under the Consumer Protection Law, customers are entitled to advocacy, protection, and dispute resolution mechanisms in cases of conflicts related to electronic policies between policyholders and insurance companies.

References

Abdul Kadir Muhammad. (1986). Hukum Asuransi Indonesia. Jakarta: Citra Aditya.

Direktorat Pengembangan IKNB dan Inovasi Keuangan Digital, Departemen Pengaturan dan Pengembangan IKNB, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Roadmap Perasuransian Indonesia 2023-2027, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan, 2023, hal 3.

M. Suparman Sastrawidjaja dan Endang. (2004). Hukum Asuransi. Bandung: Alumni.

Philipus M. Hadjon. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Satjipto Raharjo. (1993). Ilmu Hukum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Adji Assyafei Solaiman. (2018). Perlindungan Hukum Pembeli Polis Asuransi Online. Hukum Bisnis: Universitas Narotama Surabaya, 2 (2): 61-62

Devi Anggraeni dan Wisnu Budhi Pratomo. (2023). Dampak Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) Terhadap Kelangsungan Sektor Jasa Keuangan Khususnya Sektor Lembaga Pembiayaan. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 5(12): 2622

Evania Larisa, Yoan Nursari Simanjuntak, Yusrambono. (2023). Perlindungan Hukum Nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna Atas Gagal Bayar Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 21 (1): 15.

Icha Tri Utami, Tia Utami Sucianti Mawarti, Fatih Hening Octavian Haq. (2024). Peran Otoritas Jasa Keuangan Dalam Menyelesaikan Masalah Penolakan Klaim Polis Asuransi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1 (6): 104

Jatrijani, Rinitami dan Anna Mulia Ludy. (2016). Kedudukan Hukum dan Tanggung Jawab Penilai Kerugian Asuransi Dalam Industri Asuransi Indonesia. Dipenoegoro Law Journal, 5(3):1-18. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/12220/11871

Muhammad Idrus. (2023). Fraud Pada Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia. Amkop Management Accounting Review (AMAR), 3 (1):24 - 29

Neneng Sri Setiawati. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Polis Asuransi Dalam Menyelesaikan Sengketa Klaim Asuransi. Jurnal Spektrum Hukum, 15 (1):167

Ningsih, E. N. I. (2021). Analisis Faktor – Faktor Complain Nasabah Dalam Klaim Asuransi Takaful Keluarga Cabang Setia Budi Medan. Journal of Chemical Information and Modeling, 13 (4): 53

Timothy Immanuel Hutapea dan Anadyas Ratna Nurina. (2023). Perluasan Kewenangan Lembaga Penjamin Simpanan Sehubungan dengan Penetapan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Regulation Review – for Internal MPM Group, hal 4

Vianda Karina Ika Putri, Bambang Winarno, A. Rachmad Budiono. (2017). Tinjauan Yuridis Terhadap Polis Elektronik Dalam Perjanjian Asuransi. Jurnal Syariah: Jurnal Ilmu Hukum dan Pemikiran, 17 (1): 115-132

Wetria Fauzi. (2023). Pengaturan Penjaminan Polis sebagai Upaya Perlindungan Dana Masyarakat dalam Praktik Perasuransian. Nagari Law Review, 7 (2): 354–36

Yikwa, Irius. (2015). Aspek Hukum Pelaksanaan Perjanjian Asuransi. Unsrat e-Journal, 3(1): 134-141. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/viewFile/7033/6544

Yohanes P. R. Emba, Pius Bumi Kellen, Fransina W. Ballo. (2024). Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Komplain Nasabah Terhadap Klaim Asuransi Jasindo Kantor Cabang Kupang. Jurnal Maneksi, 13(4): 863

Mengenal Asuransi Digital & Asuransi Online Secara Lebih Dekat. (2024). Diakses dari https://brilife.co.id/-/mengenal-asuransi-digital-asuransi-online-secara-lebih-dekat pada tangggal 27 Desember 2024, pukul 11.00 Wita.

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Dewi, K. A. P. (2025). Regulasi Penyelenggaraan Polis Digital dalam Kerangka Perlindungan Hukum Bagi Perusahaan Asuransi dan Nasabah. Jurnal Preferensi Hukum, 6(2), 245–254. https://doi.org/10.22225/jph.6.2.2025.245-254