Kasus Mutilasi Dan Pengecoran Mayat di Tembalang Semarang Studi Putusan Nomor (528/pid.B/2023/PN smg)

Authors

  • Muhammad Rifai Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
  • M Harun Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
  • Riza Febriani Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/juinhum.6.1.12864.162-172

Keywords:

mutilation, murder, criminal liability

Abstract

This study discusses criminal liability for perpetrators of murder accompanied by mutilation and corpse encasement, focusing on Decision Number 528/Pid.B/2023/PN Smg. The main issue in this research is the absence of explicit regulation on mutilation in the Indonesian Penal Code (KUHP), causing such acts to be classified under murder provisions, particularly Articles 338, 339, or 340 of the KUHP. The objective of this study is to analyze how Indonesian criminal law constructs criminal responsibility in complex murder cases involving post-crime acts such as mutilation and concealment. This research uses a normative legal method with a qualitative approach through literature review. The findings show that in this case, the judge did not regard mutilation as a standalone crime but as part of a murder preceded or accompanied by another criminal act under Article 339 of the KUHP. Although the defendant mutilated and encased the victim’s body to cover up the crime, the element of premeditation required by Article 340 was considered absent due to the lack of a calm and calculated plan. Consequently, the defendant was sentenced to 20 years in prison. This research highlights the need for reform in Indonesia’s penal law to adequately respond to the complexity of modern criminal behavior.

References

Cristal, C., & Putra, D. W. I. (2024). Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Kasus Putusan 62/Pid.B/ 2023/PN Smg ) Tesis Program Magister (S2) Ilmu Hukum Program Pascasarjana.

Darmawan, A., Fauziah, B. P., & Putri, N. D. (2021). Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Dengan Mutilasi Akibat Gangguan Jiwa. Varia Hukum, 3(2), 1–11. https://doi.org/10.15575/vh.v3i2.12615

Darto, A., Alam, A. S., & Purwaningtyas, F. D. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Pengidap Gangguan Kejiwaan Dalam Prespektif Hukum Pidana. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1(2), 257–264. https://doi.org/10.38156/jihwp.v1i2.128

Efrillia, T., Krisnalita, L. Y., & Sulasih, R. E. S. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Anak dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana: Analisis Yuridis Putusan Nomor. Jurnal Krisna Law, 7(3), 1–14. https://doi.org/10.37893/krisnalaw.v7i1.1035

Giawa, P. R., Lafau, D. J., Zulkarnain, N., & Silaban, R. (2024). Tinjauan Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pembunuhan Berencana (Studi Kasus Putusan Nomor: 1250/Pid/2020/PT MDN). JURNAL DIKTUM, 3(3), 88 – 97.

Harmuzan, Muhlizar, & Anggriawan, R. (2022). Analisa Konsekwensi Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Yang Tidak Mempunyai Motif. Neraca Keadilan, 37–46.

Hartono, B., Aprinisa, & Akbarsyah, A. (2021). Implementasi Sanksi Pidana Pelaku Tindak Pidana Kejahatan terhadap Nyawa Orang Lain yang direncanakan (Pembunuhan Berencana). Jurnal Penelitian & Pengkajian Ilmiah Mahasiswa (JPPIM), 2(4), 31–44. Retrieved from http://www.wisnuwardhana.ac.id/jppim/index.php/jppim/article/view/56

Marentek, J. I. (2019). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Ditinjau Dari Pasal 340 Kuhp. Lex Crimen, 8(11), 88–95.

Meilinda, R. P., Fardiansyah, A. I., & Tamza, F. B. (2024). Analisis Pertanggungjawaban Pidana Atas Percobaan Pembunuhan Berencana Dalam Konteks Keluarga. 4, 3122–3132. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.14930

Musahib, A. R. (2019). Pertanggung Jawaban Pidana Terhadap Hilangnya Nyawa Orang Yang Dilakukan Secara Bersama-sama. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 9–25. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/469995/pertanggung-jawaban-pidana-terhadap-hilangnya-nyawa-orang-yang-dilakukan-secara

Nofrela, D. P. (2016). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Karena Membela Diri Yang Melampaui Batas (Noodweer Excess). JOM Fakultas Hukum, 3(2), 1–12. Retrieved from http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Nursyarifa Mahyudin, Michael Barama, H. T. (2023). Pertanggung Jawaban Pidana Masing-Masing Peserta Dalam Pembunuhan Berencana Karena Perintah Jabatan. Lex Privatum, 12(3), 5. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/52411

Pohan, D. P., Marlina, & Ikhsan, E. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 3(3), 151–160. https://doi.org/https://doi.org/10.56128/jkih.v3i3.296

Rivaldo, F. (2019). Pertanggungjawaban Pidana Oleh Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dipengaruhi Minuman Keras1. Lex Crimen, 8(9), 77–85. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/27020/26614

Saputra, D., Agus, A., & Suhaimi, E. (2022). Analisis Pertanggung Jawaban Pidana Pembunuhan Anak di Bawah Umur Dengan Penyertaan Berdasarkan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Law Dewantara, 2(1), 23–33.

Saruan, Y., Wongkar, V. A., & Tooy, C. S. (2022). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Kasus Pemerkosaan. E-Journal UNSRAT, 14(1).

Semarang, P. N. (2019). Putusan Nomor 528/Pid.B/2023/PN Smg. (25), 1–61.

Shadiq, A., & Zulfiko, R. (2023). Studi Perbandingan bentuk Pertanggung Jawaban Pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan yang Mengalami Gangguan Jiwa Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Unes Law Review, 6(1), 297–305. Retrieved from https://review-unes.com/https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Soesilo, R. (1991). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bogor: Politeia.

Sukedi, M., & Effendi, I. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Disertai Mutilasi. Journal of Law and Nation (JOLN), 3(2), 435–446.

Umar, M. N., & Zias, Z. (2017). Studi Hukum Pidana Islam dan Hukum Pidana Positif Tentang Sanksi Pidana Bagi Pelaku Pembantu Tindak Pidana Pembunuhan. Konflik Dan Stres Dalam Organisasi Lembaga Pendidikan Islam Pada Masa Pandemi Covid-19 Dan Penyelesaiannya, 6(1), 128–155. Retrieved from http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jmpi/index

W., I. N. A. M. D., Hia, I. I. P., Alifia, J., Pratiwi, H., & Taradhanti, S. K. (2024). ANALISIS FAKTOR KEJAHATAN MENURUT PANDANGAN KRIMINOLOGI (STUDI KASUS MUTILASI DI KALIBATA CITY). Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 4(12), 1–23. https://doi.org/doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Yudhiati, E. S. (2016). Tinjauan Yuridis Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Bagi Seorang Psikopat Dalam Tindak Pidana Pembunuhan. JOM Fakultas Hukum, 3(1), 1–15. Retrieved from http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Published

2025-09-11