Tinjauan Yuridis SEMA Nomor 2 Tahun 2023 Mengenai Larangan Perkawinan dari Agama yang Berbeda di Indonesia dan Dampak Hukumnya

Authors

  • R. Rizki Universitas Prima Indonesia
  • Ongko Surya Universitas Prima Indonesia
  • Kenny Cendana Universitas Prima Indonesia
  • Felix Salim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22225/juinhum.6.1.11499.19-30

Keywords:

interfaith marriage, legal certainty, supreme court circular letter number 2 of 2023

Abstract

Interfaith marriage has become a controversial issue that causes legal emptiness and uncertainty within the Indonesian legal system. This is due to the legal conflict between the Marriage Law, which prohibits interfaith marriages, and the Population Administration Law, which allows interfaith marriages under the condition of a court decision. To resolve this issue, the Supreme Court issued Circular Letter Number 2 of 2023 on July 17, 2023. However, in practice, applications for the registration of interfaith marriages are still granted, as evidenced by the North Jakarta District Court Decision No. 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr on August 8, 2023. This study employs a normative juridical method with a qualitative, descriptive analytic approach, relying on secondary data sources including primary and secondary legal materials. Since SEMA holds a lower position in the hierarchy of regulations, beneath the Law, it is subject to the principle of "lex superior derogat legi inferior" applies, meaning that higher regulations will override lower ones. There is also a loophole for conducting interfaith marriages, such as marrying in a country that permits such marriages and then registering and recording the marriage certificate in Indonesia. However, its implementation still does not provide legal certainty, and therefore, a specific regulation at the level of the law is needed to govern interfaith marriages.

Author Biography

R. Rizki, Universitas Prima Indonesia

Mohon kepada Bapak/Ibu untuk memberikan Surat Pernyataan sebagai First Author

Terima kasih

References

Aisyah, Siburian, S. M. P., & Sunarto, A. (2021). Status Waris Anak Dari Perkawinan yang Putus Karena Pembatalan Perkawinan Menurut UU No 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Mutiara Hukum, 4(1), 9–21. Retrieved from http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMH/article/view/2604

Alfikri, A. F. S. (2023). Determinasi SEMA No. 2 tahun 2023 dalam Hukum Perkawinan beda Agama di Indonesia perspektif asas kepastian Hukum. Etheses of Maulana Malik Ibrahim State Islamic University. Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/58771

Ali, Z. (2008). Pelaksanaan Hukum Waris Di Indonesia (Cetakan 1). Jakarta: Sinar Grafika.

Aritonang, R. S., Aritonang, Z. R., Tarigan, A. C., & Aritonang, L. M. (2023). Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Waris Anak Luar Kawin Dengan Ayah Biologisnya Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010. Dalihan Na Tolu: Jurnal Hukum, Politik Dan Komunikasi Indonesia, 1(02), 36–41. Retrieved from https://jurnal.seaninstitute.or.id/index.php/Jhui/article/view/103

Asshiddiqie, J. (2020). Perihal Undang-Undang (Cetakan 5). Jakarta: Rajawali Pers.

Berutu, S. P., Nadeak, U. M. A., Sidebang, C. E., Tinambunan, E., & Nainggolan, S. D. P. (2024). Tinjauan Yuridis Terhadap Pemalsuan Identitas dalam Perkawinan. UNES LAW REVIEW, 6(3), 8484–8489. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1742

Brahmana, H., Harahap, M. A. R., & Alendra. (2024). Peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia dalam Perebutan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 9580–9599. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8796

Cantonia, S., & Majid, I. A. (2021). Tinjauan Yuridis terhadap Perkawinan Beda Agama di Indonesia dalam Perspektif Undang-Undang Perkawinan dan Hak Asasi Manusia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(6), 510–527. https://doi.org/10.56370/jhlg.v2i6.122

Dahwal, S. (2017). Perbandingan Hukum Perkawinan (Cetakan 1). Bandung: Mandar Maju.

Darmabrata, W. (2008). Tinjauan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Beserta Undang-Undang dan Peraturan Pelaksanaannya (Cetakan 3). Jakarta: Rizkita.

Daus, C. R., & Marzuki, I. (2023). Perkawinan Beda Agama di Indonesia; Perspektif Yuridis, Agama-agama dan Hak Asasi Manusia. Al-Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 8(1), 40–64. https://doi.org/10.31538/adlh.v8i1.3328

Dunggio, A. H., Suleman, Z., & Sumanto, D. (2021). Status Hukum Anak Diluar Nikah Dalam Perspektif Fikih Islam Dan Hukum Positif Indonesia. As-Syams: Journal Hukum Islam, 2(1), 12–24. Retrieved from https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/AS-SYAMS/article/view/193

Fauzi, R. (2018). Dampak Perkawinan Campuran Terhadap Status Kewarganegaraan Anak Menurut Hukum Positif Indonesia. SOUMATERA LAW REVIEW, 1(1), 153–175. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i1.3395

Irfani, N. (2020). Asas Lex Superior, Lex Specialis, dan Lex Posterior: Pemaknaan, Problematika, dan Penggunaannya Dalam Penalaran dan Argumentasi Hukum. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(3), 305–325. https://doi.org/10.54629/jli.v17i3.711

Lewerissa, J. M., Latupono, B., & Balik, A. (2023). Kedudukan dan Hak Ahli Waris Terhadap Harta Warisan Menurut Kitab Undang – Undang Hukum Perdata. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 2(12), 1193–1208. https://doi.org/10.47268/tatohi.v2i12.1458

Makalew, J. M. (2013). Akibat Hukum dari Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Lex Privatum, 1(2), 131–144. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/1710

Manan, B. (2004). Hukum Positif Indonesia (Satu Kajian Teoritik) (Cetakan 1). Yogyakarta: FH UII Press.

Manan, B., & Magnar, K. (1997). Beberapa Masalah Hukum Tata Negara Indonesia (Cetakan 2). Bandung: Alumni.

Manangin, M. S. A., Nurmala, L. D., & Martam, N. K. (2020). Pengalihan Atas Harta Warisan di Indonesia. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 16(2), 177–189. https://doi.org/10.30996/dih.v16i2.3345

Nugroho, A. S., Wijayanto, D. C. W., & Purnomosidi, A. (2024). Menguji Asas Ius Curia Novit, Ruang Lingkup dan Batasan. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(6), 2125–2134. Retrieved from https://www.bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/7451

Nursamsi, D. (2014). Kerangka Cita Hukum (Recht Idee) Bangsa Sebagai Dasar Kewenangan Mahkamah Konstitusi Menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu). JURNAL CITA HUKUM, 2(1), 89–100. https://doi.org/10.15408/jch.v1i1.1452

Prasetya, V. D., Indra, M., & Edorita, W. (2020). Kedudukan Surat Edaran Mahkamah Agung Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Fakultas Hukum Universitas Riau, 7(1), 1–15. Retrieved from https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFHUKUM/article/view/27259/26262

Prawirohamidjojo, R. S., & Pohan, M. (2008). Hukum Orang Dan Keluarga (Personen En Familie-Recht) (Cetakan 4). Surabaya: Airlangga University Press.

Ramadhana, W., & Lumbantoruan, S. S. O. . (2022). Harta Waris Pada Pasangan yang Tidak Memiliki Keturunan Menurut Hukum Adat Batak Toba. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 52–56. https://doi.org/10.32503/mizan.v11i1.2530

Retnaningsih, S., Nasution, D. L. S., Velentina, R. A., & Manthovani, K. (2020). Pelaksanaan E-Court Menurut Perma Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik dan E-Litigation Menurut Perma Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(1), 124–144. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no1.2486

Rizki. (2017). Kedudukan Istri Non Muslim Terhadap Harta Bersama dan Harta Peninggalan Suami Dalam Perkawinan Beda Agama (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 16k/Ag/2010). Premise Law Jurnal, 22. Retrieved from https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1422704

Rizki, Ananda, B., & Bangun, D. (2022). Analisis Putusan Nomor 959/Pdt.P/2020/Pn. Bdg. Tentang Perkawinan Beda Agama. Unes Law Review, 4(2), 459–468. https://doi.org/10.31933/unesrev.v4i4.269

Rizki, Silalahi, A. C., Laia, S., & Indara, R. (2023). Tinjauan Yuridis Putusan Tentang Keadaan Tidak Hadir (Afwezigheid) Pembagian Waris (Nomor 78/Pdt.P/2018/Pn.Mad). Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 5(1), 263–283. http://dx.doi.org/10.46930/jurnalrectum.v5i1.3439

Rizky, Tobing, E. C. L., Purba, J. B. Y., & Hutabarat, Y. M. K. (2022). Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 738/Pdt.P/2019/Pn.Ptk Tentang Penetapan Anak Luar Kawin. Supremasi Jurnal Hukum, 5(1), 14–27. https://doi.org/10.36441/supremasi.v5i1.1146

Rovanno, D. K., Munandar, A., & Wagian, D. (2023). Analisis Yuridis Pengesahan Perkawinan Beda Agama Dalam Putusan Nomor 916/PDT.P/2022/PN.SBY. Jurnal Private Law Fakultas Hukum Universitas Mataram, 3(2), 387–394. https://doi.org/10.29303/prlw.v3i2.2598

Ruslan, R. F., Latupono, B., & Lakburlawal, M. A. (2023). Perceraian Yang Dilakukan Oleh Pasangan Yang Melakukan Perkawinan Beda Agama. PATTIMURA Law Study Review, 1(1), 111–124. https://doi.org/10. 47268/palasrev.v1i1.10836

Satrio, J. (1991). Hukum Harta Perkawinan (Cetakan 1). Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sibuea, H. P. (2010). Asas Negara Hukum, Peraturan Kebijakan, dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (Edisi 1). Jakarta: Erlangga.

Soeprapto, M. F. I. (1998). Ilmu Perundang-undangan Dasar-Dasar dan Pembentukannya (Cetakan 11). Yogyakarta: Kanisius.

Soimin, S. (2010). Hukum Orang dan Keluarga Perspektif Hukum Perdata Barat/BW, Hukum Islam, dan Hukum Adat (Cetakan Ke). Jakarta: Sinar Grafika.

Suartiningsih, N. K. E., Kalalo, M. E., & Antow, D. T. (2023). Penghapusan Larangan Suami-Istri yang Bekerja Pada Perusahaan yang Sama Sesuai Dengan Putusan MK No 13/PUU-XV/2017. Lex Crimen, 12(2). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/47835

Subekti. (2008). Pokok-Pokok Hukum Perdata (Cetakan 33). Jakarta: PT Intermasa.

Susilo, H., Junaidi, M., RS, D. S., & Arifin, Z. (2021). Hak Waris Anak yang Berbeda Agama Dengan Orang Tua Berdasarkan Hukum Islam. Jurnal USM Law Review, 4(1), 175–189. https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3409

Syaifuddin, M., Turatmiyah, S., & Yahanan, A. (2019). Hukum Perceraian (Cetakan 4). Jakarta: Sinar Grafika.

Zulkifli, S. (2018). Implementasi dan Akibat Hukum Perjanjian Perkawinan Setelah Keluarnya Putusan MK NO.69/PUU-XIIX/2015. Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat, 17(3), 211–217. https://doi.org/10.30743/jhk.v17i3.593

Downloads

Published

2025-05-22