Respon Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Terhadap Jarak Tanam Dan Jenis Pupuk Organik
DOI:
https://doi.org/10.22225/ga.27.2.5675.127-132Kata Kunci:
planting distance, types of organic fertilizers, shallotsAbstrak
Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai campuran bumbu masak. Bawang merah juga sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Dalam dunia pertanian salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan bawang merah adalah dengan pemupukan, pemupukan bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, serta dapat mempengaruhi sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilaksanakan dari bulan Maret 2022 sampai bulan Juni 2022 di Subak Rapuan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar dengan ketinggian tempat 400 mdpl. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Dasar yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dicoba terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama adalah jarak tanam (J) yang terdiri dari J1 (20 cm x 10 cm), J2 (20 cm x 15 cm) dan J3 (20 cm x 20 cm). Sedangkan faktor kedua adalah jenis pupuk organik (P) yang terdiri dari pupuk kandang kelinci 30 ton ha-1, pupuk kandang ayam 30 ton ha-1 dan pupuk kandang sapi 30 ton ha-1.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dan perlakuan jarak tanam berpengaruh tidak nyata pada seluruh variabel yang diamati. Perlakuan jenis pupuk organik berpengaruh nyata hingga sangat nyata pada perlakuan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering oven umbi per rumpun, sedangkan berat segar berangkasan per rumpun, berat kering oven berangkasan per rumpun dan indeks panen berpengaruh tidak nyata. Berat segar maupun berat kering umbi per rumpun tertinggi diperoleh pada jarak tanam 20 cm x 20 cm yaitu 91,11 g dan 20 cm x 15 cm yaitu 20,42 g bila dibandingkan dengan hasil terendah pada perlakuan jarak tanam 20 cm x 10 cm mengalami peningkatan 21,51 % dan 28,26 %. Berat segar umbi maupun berat kering oven umbi per rumpun tertinggi cenderung diperoleh pada perlakuan pupuk kandang kelinci 30 ton ha-1 yaitu seberat 94,74 g dan 23,00 g, bila dibandingkan dengan hasil terendah pada perlakuan pupuk kandang ayam 30 ton ha-1 yaitu seberat 67,51 g dan 12,57 g mengalami peningkatan 40,33 % dan 82,97 %.
Referensi
Astari, A. A. Y., Wirajaya, A. A. N. M., & Kartini, L. (2019). Respon Beberapa Varietas Tanaman Kacang Panjang (vigna sinenis L) Pada pemberian Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kelinci. GEMA AGRO, 24(1),29-36.
Dinas pertanian provinsi bali, (2019). Http://bali.bps.go.id/indicator/55/332/1/produksi-bawang-merah-provinsi-bali-menurut-kabupaten-kota.html 4-ID-potensi-pemanfaatan-biochar-untuk-rehabi.pdf
Idris, Muhamad basir, Imam wahyudi, 2013, Pengaruh pemberian berbagai komposisi bahan organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Juwanda, M. 2011. Pertumbuhan, hasil dan efisiensi pemupukan nitrogen tanaman bawang merah pada pemberian dosis pupuk nitrogen serta pupuk kandang sapi. Tesis. Fakultas Pertanian, UNSOED.
Leku, P. M. N., Duaja, W., & Bako,P. O. 2019 Pengaruh Dosis Kombinasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam Dan Pupuk Majemuk NPK Phonska Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Hasil Cabai Rawit. Pada Alfisol Effect of Combination Dosage Of Chiken Fertilizer and NPK Phonska Fertilizer On Some Of The Soil Chemical Properties And Results Of Cayenne Pepper
Mayun, I. A. 2007. Efek Mulsa Jerami dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah Di Daerah Pesisir. Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Udayana.
Muhsin, 2003. Pemberian Takaran Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumi sativus, L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Taman Siswa. Padang
Novizan, I. (2005) Petunjuk pemupukan yang efektif (5th ed.). jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
Salikin. 2003. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta.
Sumarni. N, Rosliani. R dan Suwandi. 2012. Optimasi jarak tanam dan dosis pupuk NPK untuk produksi bawang merah dari benih umbi mini di dataran tinggi. J. Hort., 22 (2): 148 – 55.
Suradi, K. 2005. Potensi dan Peluang Teknologi Pengolahan Produksi Kelinci. Makalah dalam Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Agribisnis Kelinci. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor.
Suriani, N. 2011. Bawang Bawa Untung Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih. Cahaya Atma Pustaka. Yogyakarta.
Sutejo (2010). Pupuk dan cara pemupukan. PT Rineka Cipta, Jakarta kompleks perkotaan Mitra Mataram Blok B No. 1-2.
Winarto, F. E. R. R. Y. (2017). Penambahan Tepung Darah Dalam Pembuatan Pupuk Organik Padat Limbah Biogas Dari Fase Sapi dan Sampah Organik Terhadap Kandungan N,P dan K. Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)
The author can hold the copyright without any restriction under Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)
This Journal is Published by: