Pengaruh Pemberian Tepung Jerami Bawang Merah (Allium ascalonicum L ) Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Recahan Karkas Ayam Kampung Super Umur 10 Minggu

Authors

  • Noviana Pedi Bili Program studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains & Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
  • Ni Ketut Etty Suwitari Program studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains & Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia
  • Ni Made Yudiastari Program studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains & Teknologi, Universitas Warmadewa, Indonesia

Keywords:

Keywords: Super Village Chicken, Carcass Breakdown, Fermented Shallot Straw Meal

Abstract

          Empowerment of local chickens in Indonesia continues to be developed by various parties, both government and private, considering the high demand for meat and eggs, animal protein needs can be met through super native chickens. The purpose of this study is to determine the effect of providing fermented shallot straw flour in rations on carcass fragments of 10-week-old super native chickens and to find out what percentage level of fermented shallot straw flour in rations is able to provide the best results on carcass fragments of 10-week-old super native chickens. The current reality is that the price of commercial feed on the market is felt by farmers to be very expensive, while feed is the largest component in the poultry farming business, where feed costs can reach 60-70% of total production costs, so it is very important to find other alternative feeds in the availability of ration feed ingredients to reduce production costs as small as possible without reducing optimum production. Utilizing feed ingredients that are easily available and reduce the cost of purchasing feed ingredients, without affecting the productivity of super native chickens. Therefore, the method that can be done is to utilize alternative feed ingredients, namely shallot straw which is widely available and easily obtained. Research Design: The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. P0 = Control ration without the addition of fermented shallot straw meal. P1 = Ration containing 3% fermented shallot straw. P2 = Ration containing 6% fermented shallot straw. P3 = Ration containing 9% fermented shallot straw. P4 = Ration containing 12% fermented shallot straw. Based on the results of the study, the administration of fermented shallot straw meal in the super kampung chicken ration had no significant effect (P>0.05) on all observed variables (breast weight, thigh weight, back weight, and wing weight). The administration of fermented shallot straw meal at a level of 3% in the ration showed the best results for carcass breakdown of super kampung chicken.

 

Keywords: Super Village Chicken, Carcass Breakdown, Fermented Shallot Straw Meal

References

Referensi

Abadi, S., Noviadi, R., & Zairiful. (2022). Produktivitas ayam Joper (Jawa Super) fase finisher yang diberikan fermentasi kulit nanas (Ananas

comosus (L.) Merr). Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Afiyah, D. (2021). Pengaruh penambahan jerami bawang merah dalam ransum terhadap kualitas karkas dan karakteristik fisik daging ayam.

Afiyah, D. N., & Sarbini, R. N. (2020). Pelatihan Pengolahan Jerami Bawang Merah Sebagai Bahan Pakan Sumber Serat Di Kelompok Tani Desa Campur Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. In Prosidin Conference On Research And Community Services (Vol. 2, No. 1, Pp. 987-994).

Agustina, L. (2017). Teknologi pemotongan dan pengolahan daging ayam kampung super. Yogyakarta: CV Graha Ilmu.

Alhuda, S. (2021). Strategi pemasaran ayam kampung di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Skripsi, Universitas Jambi, Jambi.

Amungkas, B. (2013). Teknologi pemotongan dan pengolahan karkas unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Anggraeni, S. (1999). Pertumbuhan dan distribusi bagian tubuh ternak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Statistik Produksi Bawang Merah Indonesia Tahun 2014. Jakarta: BPS RI.

Badan Pusat Statistik. (2020). Distribusi perdagangan komoditas bawang merah Indonesia 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2005. SNI 01-2891-2005: Cara Uji Makanan dan Minuman. Jakarta: BSN.

Conn, C. N.2002. Digestion and Metabolism. In: Bell, D. D. & W. D. Weaver. Jr., (Ed). Commercial Chicken Meat and Egg Production. 5 th ed. Kluwer Academic Publishers, Norwell.

Daud, M. (2016). Persentase dan kualitas karkas ayam pedaging yang diberi probiotik dan prebiotik dalam ransum. Jurnal Ilmu Ternak, 6(2), 126–131.

(https://jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak/article/view/2280)

Fitasari, E., Reo, K., & Niswi, N. (2016). Penggunaan kadar protein berbeda pada ayam kampung terhadap penampilan produksi dan kecernaan protein. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(2), 73–83.

Fitrawaty, F., Sipahutar, H., Siregar, A. M., Harahap, M. H., Panggabean, D. D., & Syah, D. H. (2023). Peningkatan kualitas pakan ternak dengan teknik fermentasi pada kelompok usaha ternak kambing di Desa Patumbak I Deli Serdang. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 223–235.

Ghofoer, A. (2013). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak unggas. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Hamid, A., Nugroho, R., & Sari, P. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pakan pada ternak unggas. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan, 8(1), 45–52.

Hartatik, T. (2014). Karakteristik daging ayam kampung super sebagai alternatif sumber protein hewani. Bogor: Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Indarto, B., Wibowo, A., & Santoso, P. (2011). Manajemen ransum dan nutrisi pada unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Iqbal, Z., Usman, Y., & Wajizah, S. (2016). Evaluasi kualitas jerami padi fermentasi dengan tingkat penggunaan EM-4 yang berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1(1), 655–664.

Irham, M. (2012). Teknologi pemotongan dan pengolahan karkas unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

iskandar, S. (2006). Ayam kampung super sebagai sumber protein hewani potensial di Indonesia. Bogor: Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kaleka, N. (2005). Anatomi dan fisiologi ternak unggas. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Ketaren, P. (2010). Kebutuhan gizi ternak unggas di Indonesia. Wartazoa, 20(4), 172–180. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Koni, P., Hartono, B., & Sumarno, R. (2013). Pengaruh kandungan serat pakan terhadap pencernaan dan performa ayam kampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan, 9(2), 87–94.

Lestari, S. (Dr. Ir., M.P.) et al. 2023. Pengaruh Pemberian Jerami Bawang Merah Terfermentasi terhadap Komposisi Fisik Karkas Ayam Kampung Super. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Vol.11(3) 145–153.

Mahfudz, L. D., Sunarti, D., & Sarengat, W. (2017). Pengaruh aktivitas fisik dan kandungan nutrisi ransum terhadap pertumbuhan dan bobot bagian tubuh ayam kampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 4(2), 45–52.

Mahfudz, L. D., Sunarti, D., & Sarengat, W. (2019). Pengaruh nutrisi ransum terhadap pertumbuhan bagian karkas ayam kampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 6(1), 23–30.

Masir, U., Ali, Z., Aisyah, A., Jumatriatika, J., & Nurdin, F. (2022, December). Perbedaan Biaya Pemeliharaan Ayam Kub Menggunakan Pakan Lokal Dan Pakan Pabrikan. In Prosiding Seminar Nasional Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Vol. 3, Pp. 551-558).

Muchtadi, T., & Sugiyono. (1992). Teknologi pengolahan dan pemasaran karkas unggas. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Munandar, A., & Pramono, H. (2014). Performa pertumbuhan ayam kampung super pada berbagai sistem pemeliharaan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan, 2(1), 45–52.

Nuroso, S. P. (2011). Panen ayam pedaging dengan produksi 2× lipat. Depok: Penebar Swadaya. ISBN 978979-002-429-8.

Prasetyo, A., Rahmawati, D., & Suryani, T. (2016). Pertumbuhan dan performa ayam kampung super (Joper) pada berbagai jenis pakan komersial (Skripsi). Universitas Diponegoro, Semarang.

Prasetyo, E., Wahyono, F., & Setiadi, A. (2021). Pemanfaatan bahan pakan alternatif terfermentasi terhadap kecernaan nutrien dan performa ayam. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(2), 134–142.

Prayogi, B. (2007). Nutrisi dan penyusunan ransum unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rahayu, E. (2004). Komponen kimia dan manfaat bawang merah sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 15(1), 23–29.

Rahayu, I., T Sudaryani dan H Santosa. 2011. Panduan Lengkap Ayam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Ramadhan, R. (2018). Performa pertumbuhan ayam kampung super pada berbagai jenis pakan komersial

(Skripsi, Institut Pertanian Bogor). IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93445

Resnawati, H. (2004). Bobot potong karkas dan lemak abdomen ayam ras pedaging yang diberi ransum mengandung tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Resnawati, H. (2004). Bobot potong karkas dan lemak abdomen ayam ras pedaging yang diberi ransum mengandung tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Resnawati, H. (2010).Bobot dan persentase bagian karkas ayam kampung yang diberi ransum dengan kualitas protein berbeda.

Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Rizal, Y. (2006). Ilmu nutrisi unggas. Padang: Andalas University Press.

Rositawati, E. (2010). Manajemen nutrisi dan pakan unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Saleh, E. J., Rachman, A. B., Ujilestari, T., Hakim, L., Permadi, S. N., Ivanti, L., & Jambang, N. (2024). Karakterisasi Karkas dan Sifat Fisik Daging Ayam Kampung Strain SenSi-1 Agrinak dengan Pemberian Pakan Substitusi Jerami Jagung Fermentasi. Jurnal Veteriner, 25(2).

Sams, A. R. (2001). Understanding poultry processing. Boca Raton, FL: CRC Press.

Samsudin, A., Haryanto, B., & Prasetyo, D. (2012). Pengaruh ransum terhadap pertumbuhan ayam persilangan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan, 8(2), 101–108.

Sartika, W., & Rahmi, E. (2012). Perkembangan Populasi Ternak Besar dan Unggas pada Kawasan Agribisnis

Peternakan di Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 14(3), 466–472. https://doi.org/10.25077/jpi.14.3.466-472.2012

Sarwono, B., & Rahardjo, A. (2018). Ayam kampung unggul: Manajemen pemeliharaan dan pakan. Penebar Swadaya.

Scot, H. M., Young, B. A., & Smith, J. K. (1982). Nutritional requirements and feed formulation for poultry. Academic Press.

Setiadi, B. (2020). Pengaruh kadar energi dan protein pakan terhadap performa ayam kampung super. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sianipar, V. N. (2022). Respons

Pertumbuhan Danproduksi Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Terhadap Limbah Solid (Cpo) Sertapupuk Npk Organik (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Riau).

Soeparno. (2015). Ilmu dan teknologi daging (Edisi revisi). Gadjah Mada University Press.

Soeparno. (2015). Kontrol Kualitas Pangan Hasil Ternak. UGM Press.

Sofjan, I. (2012). Manajemen pertumbuhan dan performa ayam kampung super. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1991). Principles and procedures of statistics: A biometrical approach (2nd ed.). New York: McGraw-Hill.

Subekti, E., & Arlina, A. (2011). Produktivitas ayam buras di Indonesia dan strategi pengembangannya.Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor.

Subekti, K., & Arlina, F. (2011). Karakteristik genetik dan pengaruh asam amino terhadap performa ayam kampung. Jurnal Ilmiah Ilmu Peternakan, 2(1), 74–86.

Subekti, K., Kaca, I. N., & Suwitari, N. K. E. (2020). Efisiensi pemanfaatan nutrisi dan metabolisme protein pada ayam kampung. Jurnal Ilmu Peternakan, 31(1), 67–75.

Sumarni, S. (2008). Nutrisi dan manajemen pakan unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suprihatin, S. (2010). Fermentasi pakan ternak dan mikroba penghasil enzim. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Supriyanto, S., Pertiwi, N.?C., & Pratami, P.?D. (2020). Pengaruh pemberian ransum pakan lokal terhadap mortalitas dan morbiditas ayam kampung super. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu, 2(2)

Supriyati, S., Handayani, D., & Wulandari, R. (1998). Fermentasi bahan pakan ternak: Peningkatan mutu fisik, kimia, dan nutrisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Syadani, H. (2022). Potensi pengembangan ayam kampung super pada skala peternakan rakyat. Jurnal

Syadani, 5(1), 33–41. https://syadani.onlinelibrary.id/index.php/JS/article/view/274

Syamsiah, S., & Tajudin, T. (2003). Komposisi nutrisi jerami bawang merah sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu Peternakan, 8(2), 45–52.

Tandi, C., Lestari, S., & Prasetyo, A. (2015). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak unggas. Jurnal Peternakan Tropis, 3(2), 67–73.

Tobing, H. (2005). Nutrisi dan pertumbuhan ternak unggas. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Trisiwi, H. (2016). Analisis pertumbuhan dan kualitas daging ayam kampung super. Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia, 18(2), 112–119.

Wahju, J. (2004). Ilmu Nutrisi Unggas (Edisi ke-5). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Widodo, E., Djunaidi, I. H., & Sjofjan, O. (2017). Peran protein dan energi ransum terhadap perkembangan jaringan otot ayam. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(2), 55–62.

Widodo, E., Sjofjan, O., & Djunaidi, I. H. (2018). Pengaruh bobot hidup dan kualitas ransum terhadap komponen karkas ayam. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(2), 101–109.

Wiranata, A., Sidadolog, J., & Purba, R. (2013). Keragaman genetik ayam kampung berdasarkan karakter fenotipik di Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 18(2), 101–110.

Yaman, M. (2010). Produktivitas ayam kampung super sebagai unggas lokal unggul. Jurnal Ilmu Ternak, 11(2), 101–108.

Published

2026-04-30

How to Cite

Bili, N. P., Suwitari, N. K. E., & Yudiastari, N. M. (2026). Pengaruh Pemberian Tepung Jerami Bawang Merah (Allium ascalonicum L ) Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Recahan Karkas Ayam Kampung Super Umur 10 Minggu. Gema Agro, 31(1), 57–66. Retrieved from https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/gema-agro/article/view/14638

Issue

Section

Articles