Pengaruh Latihan Fisik terhadap Pengaturan Nafsu Makan pada Penderita Obesitas: Kajian Pustaka
DOI:
https://doi.org/10.22225/amj.5.3.2025.208-216Abstract
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berhubungan erat dengan gangguan pada sistem pengatur nafsu makan. Hormon-hormon seperti leptin, ghrelin, asprosin, PYY, dan GLP-1 memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Latihan fisik diketahui dapat mempengaruhi sistem hormonal tersebut, namun mekanismenya masih terus diteliti. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk merangkum bukti terkini mengenai pengaruh latihan fisik terhadap pengaturan nafsu makan. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database PubMed dan ScienceDirect, dengan fokus pada publikasi lima tahun terakhir yang membahas hubungan antara latihan fisik dan regulasi hormon nafsu makan. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa berbagai jenis latihan fisik, terutama latihan aerobik dan kombinasi aerobik dan resistensi , secara signifikan meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar. Latihan aerobik dengan intensitas sedang terbukti dapat menurunkan kadar ghrelin dan asprosin, serta meningkatkan kadar PYY dan GLP-1. Selain itu, latihan fisik juga memperbaiki sensitivitas leptin dan meningkatkan efisiensi sinyal kenyang di otak. Efek tersebut tidak hanya berasal dari pembakaran kalori, melainkan juga melibatkan perubahan dalam sistem saraf dan hormonal. Kesimpulan: latihan fisik memiliki peran penting dalam pengaturan nafsu makan dan dapat menjadi bagian integral dari pendekatan penanganan obesitas yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mustika Anggiane Putri, Eza Syawal Putri Awy, Angantya Viondhisa Hasnani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

